Hari-hari yang Mendebarkan
Tinggal beberapa hari lagi, insya Allah. Atau mungkin.. beberapa jam lagi? seminggu, dua minggu? wallahu’alam…
Yang jelas, beberapa hari ini, saya dan suami bertanya-tanya.. “Si kecil lahir kapan, ya..”
Campur aduk rasanya saat-saat ini. Kadang terpikirkan, “Ternyata, manusia itu untuk memasuki babak baru dalam hidup harus melewati masa-masa yang menegangkan ya..”
Contoh saja, saat kita SD, melihat anak SMP jadi kepengen, tapi untuk menuju SMP harus melewati Ujian Nasional. Sekolah bagus ataukah tidak, ditentukan di ujian itu.. Saat menanti hasil, rasanya menegangkan. Tapi mau tidak mau harus dilewati.
Begitu pula dari SMP ke SMA, SMA ke kuliah. Kuliah menuju sarjana..
Dari lajang ke menikah juga sama,. Melewati masa menegangkan menuju sampai melewati Aqad.. Selalu seperti itu. Subhanallah..
Dan sekarang, untuk menjadi seorang ibu, bisa menimang bayi buah cinta dengan suami, yang merupakan perpaduan kami berdua juga harus melewati saat-saat menegangkan. Persalinan. Kapan waktunya, hanya Allah yang tahu. Tapi insya Allah terbaik menurutNya.. aamiin..
Sekarang usia kehamilan saya sudah menginjak minggu ke 38. Sudah bulan ke sembilan. Wow.. mengandung selama 9 bulan ternyata luar biasa. Setelah melewati masa-masa mual sampai bulan ke empat, tidak doyan makan, pusing seperti orang masuk angin, ditambah jauh dari suami (hehe..lengkap sudah) hingga akhirnya menginjak trimester ke dua yang dihadapkan dengan cuaca Jeddah, bolak-balik rumah sakit karena demam tinggi, dan sekarang sampailah di trimester ke 3. Perut sudah membesar, kaki dan tangan kesemutan, pegal-pegal, hanya tinggal berdua dengan suami, apa-apa sendiri. Ah..luar biasa..
Ibarat sekolah, ini belum ujian. Belum tahu lulus atau tidak. Yang penting ikhtiarnya dimaksimalkan, dan hasil serahkan pada Allah. Dia yang mengetahui yang terbaik bagi kami.
Tak sabar rasanya menimang, memeluk, mencium dan memandang yang bergerak-gerak di dalam perut ini. Yang nanti akan menjadi cahaya mata bagi kami, menambah indahnya hari-hari kami, mengobati kesepian karena jauh dari keluarga. Pasti rumah jadi ramai..
Allah, mudahkanlah.. Kuatkan kami untuk melalui ini.. Jadikan kami hamba yang selalu bersabar dan bersyukur atas nikmatMu sekecil apapun..
(menghitung hari, menuju amanah mengagumkan dariNya..menjadi seorang IBU..)
Posted on September 30, 2011, in curhat and tagged amanah, cerita, Ibu, pernikahan, wanita. Bookmark the permalink. 4 Komentar.










Moga nanti di mudahkan dan dilancarkan ukhti Sonia…
yang semangat yaaaaa!!!
hehe
InshaAllah lancar dan dimudahkan…selamat berjihad yah ukhti…
Udah ya Mbak??