New Mom’s Challenges
New mom, with a new born baby, itulah saya.
Alhamdulillah sejauh ini, tiga minggu menangani Haniya, semua lancar. Intinya setiap hal baru yang saya hadapi adalah sebuah tantangan. Yup.. ini adalah pengalaman pertama dengan bayi ‘newborn’ atau bayi yang baru lahir. Saya memang punya banyak keponakan, dan begitu lahir tinggal sementara di rumah, tapi saya tidak pernah ‘menangani’ langsung mereka. Hanya melihat saja. Tapi ternyata bekal melihat itu berguna sekali
Semua yang saya lihat dulu benar-benar terekam dalam memori saya, dan menjadi modal saya menangani Haniya. Saya menyebut hal-hal baru itu adalah ‘tantangan’. Yup, it’s a challenge, New Mom’s challenge. Mau tidak mau harus dihadapi. Begitu Haniya sampai rumah setelah dari rumah sakit, tantangan pertama adalah membuat dia tidur. Mudah? mm.. awalnya memang belum begitu. Bingung juga, ketika mendapati bayi kita menangis dan tidak kunjung tidur. Tapi, pada dasarnya bayi menangis tidak jauh-jauh dari 4 hal; haus, pup, terlalu dingin atau terlalu panas, dan ingin ditimang-timang. Tidak jauh dari itu. Jadi, kalau penanganan satu per satu sudah, kok masih melek-melek saja, itu tandanya memang waktu bayi untuk bangun. Begitu… (sejauh ini siy berlaku..
insya Allah seterusnya lah..)
Tantangan ke dua adalah memandikan. Jika saya ditanya, sudah pernah memandikan bayi sebelumnya? jawabannya : belum. Haniya adalah ‘bahan praktek’ pertama saya. Tapi ya itu tadi, saya sudah sering melihat keponakan-keponakan saya dimandikan, ketika masih bayi sekali. Ibarat teksbook, rekaman peristiwa yang saya ingat, jadi nara sumber yang saya pakai untuk melewati tantangan ini. Bagaimana memegang, mengusap, memberi sabun, dsb. Sambil mencoba tenang, enjoy, dan sambil bernyanyi-nyanyi. Ternyata, beberapa hari ini, Haniya juga ikut enjoy saat dimandikan. Di hari-hari awal memang sempat menangis saat dimandikan, tapi itu biasa. Tapi selanjutnya, malah senyum-senyum. Take a bath is fun, Haniya!!
Tantangan ke tiga, keramas! hehe, butuh waktu satu minggu bagi saya untuk mengumpulkan keberanian. (halah, kayak apa aja..
) Iya, tapi memang benar. Bayangan bayi akan menjerit-jerit, air kemana-mana, masuk ke mata, dan sebagainya, dan sebagainya.. membuat saya tak kunjung praktek. Tapi, kasian juga Haniya, kalo rambutnya gatal gimana? akhirnya, bismillah… saya coba.
Dan, alhamdulillah, langsung sukses. Ketakutan-ketakutan yang saya pikirkan tidak terjadi. Kuncinya, ibu tenang, lakukan dengan pelan-pelan dan hati-hati. Itu saja…
Tantangan ke 4, memotong kuku. Bayi baru lahir memang biasanya kukunya panjang-panjang. Maklum, sejak di dalam perut, sampai lahir kan belum pernah potong kuku. Kenapa ini adalah tantangan? jelas, karena jari bayi benar-benar masih imut. Kukunya tidak lebih besar dari seperempat kuku kita. Kebayang, kan gimana caranya memotong kukunya tanpa ‘mencederai’ jari kecil bayi kita?
Tantangan ini pun terlewati, fiuh..akhirnya.. setelah selama 2 minggu Haniya terus saya pakaikan penutup tangan, supaya kukunya tidak melukai dia sendiri, dan saya belum berani memotong kukunya, hari ini saya berhasil! alhamdulillah..
Kalau ini kuncinya, hati-hati dan fokus, konsentrasi. Sip!
Tantangan ke 5, membuat bayi tetap tenang, tanpa rewel. Naah, kalau ini faktor penentu adalah suasana hati kita. Jika ibu rileks, santai, dan tidak grusa-grusu, bayi pun akan merasakannya. Ingat, menangis adalah komunikasi yang baru bisa dilakukan bayi. Jadi, apapun yang terjadi, jangan panik! begitu… Panik tidak akan menyelesaikan masalah, dalam semua kasus. Betul?
Mungkin untuk sementara baru itu.. yang jelas nantinya masih akan terus dan terus saya temui tantangan yang baru. Jadi, untuk buah hati, ibu jangan pernah lelah untuk belajar.. semangat!!!!
Posted on November 2, 2011, in artikel and tagged bayi, cerita, haniya, Ibu. Bookmark the permalink. 6 Komentar.













Posting selanjutnya berarti berjudul “lagu pengantar mandi haniya” dunk?,… hehe
Suka kalau melihat ibu muda semangat gini,..
eh, ide yang bagus.. siapa tau bisa jadi lagu anak-anak yang ngetren? hihihi
berarti ayah muda juga harus semangaaat. fighting!!
selamat, eemmmmmbbbaaakkk dan emmmmasssss.. selamat berlajar, bersenang2, dan bersyukur
hepi sekaliii. colek haniyanya dooong… steril kok
eh, kiraiin emmbeeek.. hehe.. iyaa,bersenang2 inih..
oke deh, colek balik dari Haniya. steril juga kok bu dokter
super mom !!!
aku aja waktu anak pertama ga berani mandiin sendiri sampe dia bisa duduk, takut kepeleset lah, takut kelepas..pokonya takut menyakiti dia…alhasil klo tiap mandi pasti sama nenek…hehe… neneknya juga ga percaya sm bundanya krn bundanya ini ceroboh…hehe
pas anak kedua juga gitu,ga bs mandiin,walopun pake baju dan aktivitas lainnya aku yg handle,tp untuk urusan mandi bayi yg masi merah,angkat tangan…
mungkin juga krn masi ada orang yg bs diminta bantuan, klo dlm sikon yg sonia hadepin skrg ini,mau bharap n minta tlg sm siapa…ya harus dipegang sendiri….hehe
salut….!!!
semangat….!!!
iya, mbak. ponakan2ku itu jg yang pegang bukan ibunya..tapi eyang kakungnya. kasusnya sama yg mb merry alami. mungkin kalo aku di indonesia juga ga boleh praktek langsung.
paling2 alasannya juga sama, belum sembuh hbs operasi, lah.ceroboh lah, ga kuat ngangkat lah. hehe…
ternyata dimana-mana gitu ya? hihhihi
padahal, kalo kepepet gini aslinya bisa.. hehehe..