Suatu hari ada yang mengatakan iri pada kehidupan saya. Menikah, memiliki anak, dan sudah menginjakkan kaki di Baitullah. Saya termenung. Sejenak merasa sangat tertohok. Bukan bangga, ataupun merasa lebih, tapi justru saya tersadar seketika itu.
Apa lagi yang masih harus saya capai? puaskah saya dengan apa yang saya dapat sejauh ini? belum.. astaghfirullah.. masih banyak yang belum bisa saya lakukan.
Menikah tidak berhenti sampai kita mendapatkan orang yang tepat, kemudian mengucapkan ijab qabul. Tapi sudahkah kita membuatnya bahagia? sudahkah kita memberi lebih padanya? sudahkah kita memenuhi hak-haknya, menjalankan kewajiban kita padanya, sudahkah menjadi pasangan yang tepat baginya?
Memiliki anak juga tidak sekedar hamil hingga melahirkan. Tapi semua baru saja dimulai, sejak amanah itu ada ditangan kita, kemudian mendidiknya, membesarkannya, menjadikan anak kita manusia yang takut pada Rabbnya..
Jadi letak kesempurnaan bukan pada apa yang kita alami sekarang. Tapi pada proses yang masih akan terus berjalan. Jadi pantaskah merasa puas, sedang penilaian akhir belum kita pegang?
Letak kesempurnaan adalah jika semua yang kita dapatkan sekarang, serta yang kita jalankan sekarang bisa membawa kita ke tujuan akhir. SurgaNya..
Telah seperempat abad Allah memberi saya jatah usia. Betapa bersyukurnya saat ini saya memiliki pendamping hidup yang sholeh, pintar, tampan, dan bertanggung jawab. Memiliki seorang putri kecil yang sehat, cantik, lucu, cerdas. Memiliki keluarga yang harmonis, Memiliki rizki yang cukup. Pernah diberi kesempatan untuk mengunjungi Baitullah.. Ah.. maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
Allah, jika masih Kau ijinkan aku mengais nikmat-nikmatMu yang lain
maka jangan Kau biarkan aku lalai
untuk bersyukur padaMu,
bersabar atas segala ujianMu
menjaga amanah-amanah dariMu
menjadi hambaMu yang selalu taat hingga akhir hayat…
Ya Rabb.. aku mencintaiMu selamanya, sebenar-benar aku cinta..
















We will always love you, Ibu,….
We thank you,… and love you,…
*meleleh*
kerennnnnnn!!!!
hihi…