Arsip Bulanan: Februari 2012
Happy 2nd Anniversary for us :)
Tanggal ini, dua tahun yang lalu..
Alhamdulillah, ternyata kami telah melalui hari-hari yang luar biasa selama 2 tahun lamanya.. bersama..
Dan kini, di tengah kami sudah ada putri kecil yang lucu, yang menambah lengkap seluruh rasa syukur yang ada..
Semoga tetap sakinah, selamanya.. aamiiiin…..
Jeddah, 6 Februari 2012
ASI Tetap yang Terbaik
Apa salah satu hal yang ‘amazing’ ketika menjadi ibu? jawaban saya : menyusui.
Ya, setelah sembilan bulan lamanya si kecil menghuni rahim saya, kemudian dia keluar, menjadi individu baru, sempat saya merasa sepi. Sudah tidak ada lagi yang menemani saya dimanapun dan kapanpun. Entah itu dengan tendangan kecilnya, liukannya, cegukannya. Tapi setidaknya, saya masih punya salah satu sarana untuk tetap merasa dekat dengan dia, yaitu saat menyusui.
Dulu saya berpikir menyusui itu sepele. Sangat sepele. Semua ibu pasti bisa. Tapi ternyata saya salah. Di awal-awal saya sempat kewalahan, bahkan beberapa kali saya ‘terjerumus’ pada susu formula. Selain karena kepolosan saya, yang tidak tega melihat Haniya gelisah waktu hari-hari masih di Rumah Sakit, ditambah dari RS disediakan susu formula gratis, lengkap sudah. Saya pikir, memang RS sengaja menyediakan susu formula kalau bayi tiba-tiba gelisah. Duh… Padahal saya dulu pernah meyakini, kalau bayi masih bisa bertahan hingga 3 hari tanpa menyusu, tapi entah kenapa saat itu saya lupa sama sekali..
Alhamdulillah, di hari ke 3, saya dijenguk para istri teman ngaji suami, yang memberi nasehat banyak kepada saya (hiks, terima kasih banyak ibu-ibu), salah satunya “Semua ibu itu bisa menyusui, kalaupun ada yang nggak bisa, paling satu diantara seratus.”
Oh, berarti, saya pasti salah satu di antara 99 ibu itu. Pikir saya yakin. Apalagi, saat itu saya juga ditraining cara menyusui. Ternyata setelah praktek langsung, tidak semudah saat hanya melihat kakak-kakak saya dulu. Sambil berlatih, ibu-ibu baik itu terus memberi saya motivasi. Lumayan, sebagai pengganti wejangan dari ibu yang saat itu tidak bisa membersamai.
Di hari-hari awal saya kadang masih kurang yakin, keluar tidak, ya ASI nya?. Tapi saya percaya, semakin dihisap bayi, maka ASI akan semakin diproduksi. Walaupun ketika beberapa malam di rumah, untuk memberi ketenangan, saya siap-siap susu formula, yang diberi gratis dari rumah sakit.
Hari ke satu, hari kedua Haniya di rumah, saya masih memberinya susu formula ketika malam hari (maaf, ya Haniya.. hiks), karena saya tidak tega melihatnya tidak kunjung tidur, meski sudah menyusu. Padahal belakangan, baru saya tahu, kalau hal itu biasa, karena awal-awal menyusui, yang keluar adalah kolostrum, belum ASI, jadi wajar bayi masih rewel. Mungkin juga, karena di Rumah Sakit terbiasa diberi susu formula, akhirnya bayi hanya bisa merasa kenyang kalau diminumi formula. Ah, saya jadi tahu, bahwa RS tempat saya melahirkan termasuk bukan pro ASI, karena saat saya mengunjungi ruang newborn, selalu ada suster yang sedang memberi bayi susu formula. Read the rest of this entry










