Tag Archives: kartun akhwat

Saya dan Hobi Menggambar

25 Mar

Sebenarnya saya sudah memiliki hobi ini sejak SD. Ya, sejak keciiil sekali saya sudah hobi menggambar. Saya ingat, saya suka sekali menggambar dasar laut, dilengkapi dengan ikan-ikan, karang, dan penyelam. Itu membuat saya berkhayal, bahwa ada kota di bawah laut dan penduduknya adalah ikan.

Kemudian saya juga suka menggambar seorang putri, dengan aksesoris baju yang macam-macam, dan aksesoris rambut yang saya buat mirip dengan serial silat Cina yang ada di Televisi, dengan konde dimana-mana. Dulu saya menganggap gambar saya sudah sangat bagus. Setiap buku tulis, hampir semua cover sebelah dalamnya saya gambari ‘princess’. Dan tahu tidak? badannya terdiri dari komposisi dua segitiga yang bertemu di satu sudut menjadi bagian perut. Bisa membayangkan? hihi..
Tinggal dilengkapi dengan dua tangan lurus ke bawah, leher, kepala yang juga berbentuk segitiga, rambut, dan sepatu high heels. Unik. Seandainya saya bisa menemukan gambar-gambar itu lagi, pasti saya akan tersenyum geli.
Saat itu saya hanya berfantasi tentang seorang putri, dan pakaian yang indah. Dan membayangkan jika saya menjadi mereka.

Lalu SMP, saya mulai suka membaca komik. Awalnya dengan mencontoh tokoh-tokoh komik yang saya sukai, lama-lama saya membuat karakter sendiri. Jadilah saya memiliki hobi menggambar karakter komik.

Hingga SMA, saya masih suka sekali menggambar karakter komik. Kadang, ada teman yang ingin dirinya digambar, atau cowok taksirannya, atau karakter by request. Saya sampai memiliki koleksi satu binder tebal khusus untuk mengumpulkan gambar-gambar saya.

Sayang waktu itu belum ada scanner. Kalau ada, sudah saya scan semua, kemudian saya edit pake photoshop. Dan saya juga tidak tahu kemana koleksi saya itu. Sudah menjadi satu dengan buku-buku jaman sekolah nampaknya.

Ketika kuliah, hobi ini sempat mandeg. Karena tidak sempat. Benar-benar tidak ada space di pikiran untuk menggerakkan tangan untuk menggambar. Hingga akhirnya, sewaktu saya sudah menikah, punya laptop, saya sempat mengunjungi blog dan profil fb nya dek Citra yang hobi menggambar juga. Gambar-gambarnya bagus, akhirnya saya beranikan untuk bertanya, software apa yang dipakainya. Ternyata dek Citra memakai ‘Inkscape’.

Langsung saja saya bertanya pada Eyang Gugel, sedikit tutorial, dan link download gratisnya.  Install, coba-coba dikit. Dan ternyata gampang sekali. Inilah gambar pertama saya menggunakan Inkscape otodidak dalam waktu beberapa menit.

Kartun pertama saya dengan Inkscape, hasil coba-coba

Sejak itu, setiap ada waktu senggang, dan ada ide, saya langsung mengunjungi software itu dan berkreasi. It’s fun. Lumayan, menyalurkan hobi lama yang sempat terlupakan.

Ini gambar yang paling lama mbikinnya. Agak ruwet

Hingga akhirnya saya cukup PD untuk menguploadnya di fb maupun di blog. Bahkan saya membuat akun khusus flickr, untuk mengupload kartun-kartun saya.

Karena memang hanya iseng, saya tidak begitu ‘narsis’ dengan gambar-gambar saya. Maksudnya tidak begitu aktif untuk menshare, mempublikasikan, ataupun tidak begitu berharap karya saya dilihat orang banyak. Hanya ingin menyalurkan hobi saja.
Tapi kadang senang juga kalau ada yang mengapresiasi, mengcopy, bahkan ada yang dijadikan foto profil. Rasanya gimana, gitu.. hehe :mrgreen:

Jadi bagi saya tidak ada masalah kalau ada yang menggunakan gambar-gambar saya. Yang masalah kalau karya saya diakui sisi. Hehe. Tapi namanya juga dunia maya, siapapun bebas mengcopy, edit, simpan, dan sebagainya. Saya ikhlas, kok. Ikhlaas.. :mrgreen:

Dengan hobi saya ini juga akhirnya menambah statistik blog saya ini menjadi gila-gilaan. Duh, jadi ga enak, pada nyasar ke sini. :mrgreen: . Ya sudah, ga pa-pa. Semoga gambar saya bisa digunakan sebagaimana mestinya. Aamiin.

Oh iya, di page yang saya pasang khusus untuk hasil iseng saya, ada juga yang bukan murni buatan saya pribadi. Hanya ambil di internet, kemudian tokoh ibu saya beri jilbab. Awalnya melihat kartun tersebut menarik sekali. Ada ayah, ibu, dan anaknya. Tapi sayangnya sang Ibu tidak memakai jilbab. Berawal dari iseng, lama-lama saya mencari gambar yang lain, dari wallcoo, lalu saya edit. Ini nih editan pertama yang saya buat. Baca lebih lanjut

Menjadi Mak Comblang, Kenapa Tidak?

19 Mei

Bahagia, rasanya. Akhir-akhir ini mendengar beberapa kawan mulai beranjak meninggalkan masa lajang mereka. Alhamdulillah. Akhirnya fase penting akan mereka lalui juga.

Dan yang lebih membahagiakan lagi, ada dari mereka memang sengaja saya kenalkan. haha… mak comblang, ceritanya :-) . Baguslah. Meski saya yakin, dan saya percaya, tanpa saya kenalkan pun, jikalau mereka memang berjodoh, pasti juga akan dipertemukan. Entah kenal sendiri, atau dari orang lain. Tapi lumayan, lah, bisa menjadi ikhtiar dari pertemuan penting mereka.

Awalnya dua sahabat saya ini ‘secara iseng’ saya perkenalkan. Iseng bukan, ya? tapi, suatu peristiwa di kamar saya yang imut di Solo, ketika itu saya sedang online, dan chating dengan si akhwat. Pembicaraan standar. Provokasi dari yang sudah menikah, pada yang belum menikah. hehehe.. dan jujur ini memang hobi saya. Sebab, saya yakin mereka itu, yang lajang itu butuh motivasi untuk melangkah. Apalagi kawan akhwat saya satu ini. Yang terkenal super cuek.

Saat sedang asyiknya berchat-chat ria, datanglah sebuah SMS mendarat di HP saya.. “Bismillah… Son, kalau ada teman akhwat yang sudah siap menikah, minta tolong dikenalkan ya. Semoga ini bisa jadi ikhtiar untuk menuju niat baik itu.”  Aha! saya pikir, kenapa tidak? kenapa harus jauh-jauh searching teman akhwat yang mau dikenalkan kalau saat ini saya berada di tengah-tengah dua orang yang memenuhi syarat untuk dipertemukan.

Sama-sama lajang, ingin menikah dan siap menikah, lulusan sarjana, sudah sama-sama bekerja, domisili kota juga tidak terlalu jauh. Klaten dan Solo.

Hm… singkat cerita, Baca lebih lanjut

Kepada para wanita…

26 Jun


kartun akhwat

The beautiful girl with hijab

Khusus untuk renungan dan pengingatan semua akhwat, wanita, perempuan semuanya, Semoga Allah meletakkan secercah hidayahNya ke dalam hati kita….

Hawa… Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar islam, kita dizalimi, hak kita dirampas, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau sedikit oleh kaum adam, sama sekali tidak bernilai.. kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka.

Tapi kini sejak rahmat Islam menyelubungi alam, saat sinar Islam berkembang, derajat kita diangkat,kehormatan kita terpelihara, kita dihargai dan di pandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita solehah..

Wahai Hawa… Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

Wahai Hawa.. Tangan yang menggoncang buaian bisa mengoncang dunia, sedarlah hawa kau bisa mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang soleh solehah, kau bisa mengalahkan dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan islam di mata dunia.

Tapi hawa… jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu,dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu.
Jangan Hawa, jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu.
Jangan sesekali mengoda lelaki yang bukan suamimu, karena aku kuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah. Sebab memberi kegembiraan pada syaitan karena wanita adalah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan Adam.

Hawa,.. Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang solehah buat kedua ibubapakmu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan ad-din Allah.

Hawa,.. Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan mengadaikan kehormatanmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya.
Jangan memulai pertemuan yang tidak bermanfaat dengan lelaki yang bukan muhrim karena aku kawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan.. takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa, lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang baik tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengoncang iman mereka. Tetapi hawa, lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya, dan ad-dinnya. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya.

Oleh karena itu Hawa, jagalah pandanganmu,
jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu.

Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibubapakmu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta kakak adik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa, Cintailah Allah dikala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah. Cintailah kedua ibubapakmu karena kau akan mendapatkan keridhaan Allah. Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 154 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: