Arsip Blog
Happy 2nd Anniversary for us :)
Tanggal ini, dua tahun yang lalu..
Alhamdulillah, ternyata kami telah melalui hari-hari yang luar biasa selama 2 tahun lamanya.. bersama..
Dan kini, di tengah kami sudah ada putri kecil yang lucu, yang menambah lengkap seluruh rasa syukur yang ada..
Semoga tetap sakinah, selamanya.. aamiiiin…..
Jeddah, 6 Februari 2012
Hari-hari yang Mendebarkan
Tinggal beberapa hari lagi, insya Allah. Atau mungkin.. beberapa jam lagi? seminggu, dua minggu? wallahu’alam…
Yang jelas, beberapa hari ini, saya dan suami bertanya-tanya.. “Si kecil lahir kapan, ya..”
Campur aduk rasanya saat-saat ini. Kadang terpikirkan, “Ternyata, manusia itu untuk memasuki babak baru dalam hidup harus melewati masa-masa yang menegangkan ya..”
Contoh saja, saat kita SD, melihat anak SMP jadi kepengen, tapi untuk menuju SMP harus melewati Ujian Nasional. Sekolah bagus ataukah tidak, ditentukan di ujian itu.. Saat menanti hasil, rasanya menegangkan. Tapi mau tidak mau harus dilewati.
Begitu pula dari SMP ke SMA, SMA ke kuliah. Kuliah menuju sarjana..
Dari lajang ke menikah juga sama,. Melewati masa menegangkan menuju sampai melewati Aqad.. Selalu seperti itu. Subhanallah..
Dan sekarang, untuk menjadi seorang ibu, bisa menimang bayi buah cinta dengan suami, yang merupakan perpaduan kami berdua juga harus melewati saat-saat menegangkan. Persalinan. Kapan waktunya, hanya Allah yang tahu. Tapi insya Allah terbaik menurutNya.. aamiin..
Sekarang usia kehamilan saya sudah menginjak minggu ke 38. Sudah bulan ke sembilan. Wow.. mengandung selama 9 bulan ternyata luar biasa. Setelah melewati masa-masa mual sampai bulan ke empat, tidak doyan makan, pusing seperti orang masuk angin, ditambah jauh dari suami (hehe..lengkap sudah) hingga akhirnya menginjak trimester ke dua yang dihadapkan dengan cuaca Jeddah, bolak-balik rumah sakit karena demam tinggi, dan sekarang sampailah di trimester ke 3. Perut sudah membesar, kaki dan tangan kesemutan, pegal-pegal, hanya tinggal berdua dengan suami, apa-apa sendiri. Ah..luar biasa.. Read the rest of this entry
Akhwat Galau
Tiba-tiba ingin menuliskan ini. Sebenarnya sudah sejak lama mengamati, tapi baru terketuk sekarang.
Ketika pagi ini saya login facebook dan mendapati wall dipenuhi dengan para lajang (akhwat) yang mengupdate status tentang pernikahan.
Ah, tema itu. Tema sensitif. Tema yang cukup menarik bagi para lajang.
Mereka memang tidak langsung mengatakan “Aku pengen nikah, looh..”
Tapi mereka memang mengemasnya sedemikian rupa, sehingga tidak langsung mengarah ke maksud di atas.
Akhwat galau, ya, saya menyebutnya begitu. Bahasa masa kini, siy. Kalo jaman dulu mungkin lebih halus ‘akhwat gelisah’. Tapi karena biar up to date, saya menyebutnya fenomena akhwat galau
.
Di satu sisi saya merasa kasihan pada mereka. Saya pun sempat merasakannya. Sudah lulus, sudah bekerja, apa lagi? Ditambah lagi, dikejar usia..
Tapi di sisi lain, saya heran. Heran, bukankah status-status mereka dibaca para ikhwan juga? Apakah tidak malu mengumbar keinginan suci, seolah-olah mengatakan “Hei, kalian laki-laki lajang, kumohon bacalah statusku, aku ingin menikah, tapi belum ada yang melamarku..” Read the rest of this entry
Menjadi Mak Comblang, Kenapa Tidak?
Bahagia, rasanya. Akhir-akhir ini mendengar beberapa kawan mulai beranjak meninggalkan masa lajang mereka. Alhamdulillah. Akhirnya fase penting akan mereka lalui juga.
Dan yang lebih membahagiakan lagi, ada dari mereka memang sengaja saya kenalkan. haha… mak comblang, ceritanya
. Baguslah. Meski saya yakin, dan saya percaya, tanpa saya kenalkan pun, jikalau mereka memang berjodoh, pasti juga akan dipertemukan. Entah kenal sendiri, atau dari orang lain. Tapi lumayan, lah, bisa menjadi ikhtiar dari pertemuan penting mereka.
Awalnya dua sahabat saya ini ‘secara iseng’ saya perkenalkan. Iseng bukan, ya? tapi, suatu peristiwa di kamar saya yang imut di Solo, ketika itu saya sedang online, dan chating dengan si akhwat. Pembicaraan standar. Provokasi dari yang sudah menikah, pada yang belum menikah. hehehe.. dan jujur ini memang hobi saya. Sebab, saya yakin mereka itu, yang lajang itu butuh motivasi untuk melangkah. Apalagi kawan akhwat saya satu ini. Yang terkenal super cuek.
Saat sedang asyiknya berchat-chat ria, datanglah sebuah SMS mendarat di HP saya.. “Bismillah… Son, kalau ada teman akhwat yang sudah siap menikah, minta tolong dikenalkan ya. Semoga ini bisa jadi ikhtiar untuk menuju niat baik itu.” Aha! saya pikir, kenapa tidak? kenapa harus jauh-jauh searching teman akhwat yang mau dikenalkan kalau saat ini saya berada di tengah-tengah dua orang yang memenuhi syarat untuk dipertemukan.
Sama-sama lajang, ingin menikah dan siap menikah, lulusan sarjana, sudah sama-sama bekerja, domisili kota juga tidak terlalu jauh. Klaten dan Solo.
Hm… singkat cerita, Read the rest of this entry
Saat ini hanya ada ‘kita’
Beginilah berumah tangga. Jika anda membayangkan sebuah romantisme sejati, ada laki-laki, ada perempuan, ada cinta, ada ikatan, ada kepercayaan, ada kesetiaan.. Rumah tangga.
Ketika dulu saya hanya bisa berimajinasi, membayangkan, memprediksikan, dan inilah akhirnya saatnya.
Merencanakan berdua, merasakan pahit manis berdua, bercanda berdua… It’s more than relationship, right… Sebab nantinya juga akan ada buah cinta, yang juga akan dibesarkan, dididik, dibina, dicintai, berdua….
Semoga Allah senantiasa memberi barokah atas keluarga kami, menaungi dengan cahayaNya, memperkuat ikatannya,.. selamanya.. aamiin…
Hidup Baru di Jeddah
Alhamdulillah, puji syukur pada Allah yang menyampaikan saya pada hari ke sepuluh tinggal di tanah para nabi ini. Kenapa baru hari ke sepuluh saya menulis? karena memang sedang menyesuaikan diri dengan di sini. Menyesuaikan dengan kehidupan rumah tangga yang setelah hampir satu setengah tahun menikah baru saya alami juga (dan inilah trend yang disebut menikah dahulu, berumah tangga kemudian. hehe). Benar-benar tinggal berdua dengan suami, di rumah sendiri, bersama calon buah hati yang sudah 4 bulan di rahim saya. Ah.. akhirnya…
Sempat merasakan tidak percaya juga saya sampai di negri orang. Meninggalkan Sukoharjo, dan Solo, tempat saya dari lahir, kanak-kanak, hingga menemukan jodoh.. Berproses menemukan jati diri.. 24 tahun… Meninggalkan orang-orang yang menemani saya berproses dalam waktu yang cukup lama. Tapi saya lega, sebab bersama suami, it’s more than enough…
Jujur, ini perjalanan terjauh saya. Seumur-umur, sebelumnya, terjauh adalah Jakarta!! hahaha… ke Bali? belum pernah. Jadi ini memang ekstrim. Ke-ekstriman yang luar biasa. Alhamdulillah…
Penyesuaian diri dengan cuaca, makanan, bahasa, budaya, orang-orang… semoga saya bisa, insya Allah. Sebab nantinya saya pun akan membimbing anak-anak saya untuk beradaptasi dengan lingkungan di sini. Jadi, ibunya belajar dulu dooong….. Semangat!!!! Pasti Bisaaa!!!!!!!!!
Sejak Anugerah itu Hadir
Tepat setahun pernikahan kami, saya menyadari, bahwa sedang ada yang tumbuh di rahim saya.
Alhamdulillah. Anugerah luar biasa. Hingga bulan ke dua ini saya begitu menikmatinya (menikmati mual yang tak kunjung hilang, salah satunya. hehe).
Begitu nikmat, begitu bahagia. Hingga semua website-website tentang ibu hamil saya kunjungi. Mengamati artikel tentang perkembangan janin dari minggu ke minggu.
Di awal-awal begini, rasanya masih belum begitu menyadari bahwa saya sedang mengandung. Kecuali haid yang tidak lagi datang, selera makan bertambah, rasa kantuk yang semakin sering (lebih sering dari saat belum hamil..hehe.. hebat, kan?
), dan tentu saja, yang sekarang sedang saya nikmati : m.u.a.l. Read the rest of this entry
Perbedaan Laki-laki dan Perempuan jika berbuat salah
Bagi anda yang telah menikah, mungkin sering mengalami ini. Saat suami atau istri melakukan kesalahan, tetap saja akhirnya suami yang meminta maaf
Ilustrasi di atas bukan sebuah pembenaran, melainkan hasil pengamatan. Potongan cerita nya pun bukan atas inspirasi saya pribadi, tapi saya dapatkan di sebuah forum jejaring sosial, yang kemudian saya dapati pada kehidupan saya. Untuk lebih menghayati, saya sesuaikan, dengan ilustrasi keluarga muslim.
Anda juga mengalaminya?
Sekali lagi, ini bukan pembenaran. Jika anda juga mengalaminya, ada baiknya mulai sedikit menyesuaikan dan memahami. Laki-laki dan perempuan adalah dua makhluk yang berbeda, bahkan bertentangan. Namun dibuat bukan untuk saling menentang, tapi saling melengkapi. Read the rest of this entry
Cinta (halal) Jarak Jauh
Fenomena unik. Harusnya ini memang saya tulis sejak dulu. Tapi, baru sekarang bisa saya ‘tumpahkan’, karena nampaknya kok makin populer saja..
Pasti para pembaca heran kenapa ada label ‘halal’ di judul saya. Alasan saya hanya satu. Sorotan atau pengamatan saya sama sekali tidak berlaku untuk cinta yang tidak halal (pacaran, HTS, tunangan, pesan2an, dll) tapi hanya berlaku untuk cinta yang telah diresmikan dalam ikatan suci yang bernama ‘pernikahan’. Sebab, cinta tanpa ikatan pernikahan hanyalah nafsu. Mutlak nafsu. Jadi jarak jauh kek, jarak dekat kek, kalau yang dipakai hanya nafsu yang ada ya cuma ‘rasa bersalah’, ‘kepalsuan’ dan dosa. Sama sekali tidak ada kenyamanan (tentram) disana.
Tidak usah membahas terlalu panjang untuk cinta (haram) jarak jauh, tapi kita bahas saja cinta (halal) jarak jauh.
Beberapa saat yang lalu saya menghadiri walimahan atau pesta pernikahan teman sekelas saya kuliah. Ceritanya, teman saya ini juga akan bergabung dalam komunitas pelaku LDR (Long Distance Relationship). Sebab dia akan kembali ke Kalimantan, sedang istrinya masih harus kuliah di Solo. Alhasil, mereka hanya akan bertemu ketika sang istri libur semester.
Sebagai senior dalam kasus ini (bulan ini saya genap 8 bulan LDR-an dengan suami), saya mencoba membagi kisah dengan si ‘adik’, istri teman saya yang bakalan berpisah sementara setelah baru 2 minggu menikah (mirip juga dengan saya). Read the rest of this entry
20 Hal Sepele Yang Membuat Istri Merasa Disayang
Pada awal hubungan, pria mungkin melakukan hal-hal kecil itu. Tapi setelah satu-dua kali, ia berhenti. Karena suatu naluri misterius, mereka mulai memusatkan energi untuk melakukan satu hal besar bagi pasangannya. Mereka kemudian lupa melakukan segala hal kecil yang diperlukan agar wanita merasa puas dalam hubungan itu. Untuk memuaskan wanita, pria harus memahami bahwa wanita perlu merasa disayang dan didukung. Lantas, kelakuan pria yang bagaimana agar seorang wanita merasa disayang dan didukung? Berikut ini John Gray, Ph.D, memaparkannya lewat bukunya Men are from Mars, Women are from Venus.

1. Setibanya di rumah, carilah dia terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal lain, dan peluklah dia.











