Jejak-jejak Kelam di Dunia Maya

5 Mei Kira-kira mau lanjut ke ta'aruf ngga kalo nemunya ginian?

Bismillahirrahmanirrahim..

Saya baru saja mencoba menjodohkan teman.. tapi belum berhasil. ada pelajaran yang bisa diambil..

Buat para jomblo, nih. Sebelum minta tolong dicarikan pasangan, pastikan bahwa tidak memiliki ‘jejak kelam’ yang masih tertinggal di dunia maya.

Karena penyelidikan via akhi ‘gugel’ ini sudah lazim dilakukan.

Bukan soal ‘penyelidikan via gugel ini memenuhi syariat atau tidak’. Itu bukan kapasitas saya menjelaskan.

Tapi ya ini soal ‘niat ga cari jodoh yang baik?’

Kalau memang berniat cari yang sholihah/sholeh, terus akun twitter masih penuh “papah-mamah” an sama orang, gimana tuh?

Kalau berniat cari jodoh yang sholih/sholihah, terus dunia maya masih tersebar foto sama mantan dempet-dempetan rangkul-rangkulan..
Gimana tuh?

“Jangan lihat masa lalunya.. bisa aja dia udah tobat..”

Oke. Tapi tobatnya ya yang kaffah dong.

Pastikan ‘papah mamah’ sudah dihapus.

Lupa passwordnya?
Yah itulah mudharat pacaran. Baru kerasa sekarang?

Ngga kepikiran kan dulu pas ‘papah mamah’ an, kalau itu akan jadi ‘prasasti’ di dumay..
Dan menghalangi dapat jodoh yang baik?

Berproses via perantara memang tidak gampang.
Bagi yang menjadi perantara, maupun yang diproses..
Baca lebih lanjut

Last seen : Unknown..

30 Apr

image

Kadang kita lupa..

Di saku kita, di rumah kita, ada jawaban dari segala resah..

Ada penawar dari kerasnya hati. Ada petunjuk cinta dari yang sangat mencintai kita..

Tp selama ini kita dibuat lalai darinya.

Kita biarkan dia usang berdebu di sudut lemari.
Kita biarkan dia tertinggal di tumpukan buku yg tak tersentuh..

Kita hanya tau isinya soal wajib puasa di bulan Ramadhan, selebihnya apa lagi?

Ya, kita hapal beberapa. Tp tak tau maksud kandungannya..

Baca lebih lanjut

Agama Bikin Ribet??

30 Apr

image

Pertama,, Allah membuat aturan menjaga pandangan bagi laki2 dan menutup aurat bagi perempuan. Dan keduanya wajib menjaga hijab dalam pergaulan..

lalu, Allah melarang keras manusia mendekati zina. Mendekati saja dilarang.. apalagi melakukan?

lalu, jika melanggar, Allah memberi aturan hukuman bagi mereka yg telah melakukan perzinaan…

Allah jelaskan bahwa qishas (hukuman) yg ada adalah untuk menjamin kelangsungan hidup manusia..

Jadi kira2 begitu tahapannya..

Untuk apa Allah buat aturan beruntun seperti itu? Utk membuat manusia sengsara? Susah? Ribet?

Baca lebih lanjut

Guilty..

17 Apr

Hukuman paling menyakitkan bagi seseorang yang berbuat dosa adalah

rasa tidak bersalah telah melakukan dosa tersebut…

Pernah membaca sekilas kalimat di atas.

dan membuat benar-benar termenung..

Maknanya dalam sekali. Sesaat setelah membaca, maka reaksi saya adalah mengingat-ingat, pernahkah saya merasakan hukuman itu?

Artinya, suatu hari yang sendirian dan hanya ada saya di situ, pernahkah saya melakukan sebuah maksiat yang saya merasa nyaman dengannya dan tak masalah dengannya..

Sesak, sungguh.

Salah satu tanda hidayah dicabut adalah hilangnya rasa malu, dan rasa bersalah ketika berbuat dosa.

Karena rasa bersalah dan malu memberi kesempatan pelaku untuk berpikir kembali dan merenung, sedang jika ini sudah tak ada, maka setan akan menimbulkan kenyamanan yang semu dan terus menerus, yang membuatnya jatuh dan jatuh ke dalam lembah dosa lebih dalam lagi. Naudzubillah…

Hingga akhirnya, tidak hanya sendirian, dosa itu akan dilakukan terang-terangan. Merasa bangga atas sebuah dosa. Mempengaruhi orang melakukan dosa yang sama, lalu jadilah itu rantai dosa..

QS AL Hijr

39. Iblis berkata, “ Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi, aku akan menyesatkan mereka semuanya,

40. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”

Hidayah memang anugerah dari Allah yang harus kita jaga. Kita jemput, kita usahakan..

Karena entah kapan akhir usia kita, tentu kita ingin saat itu adalah saat sedang cinta-cinta nya pada Allah.

seperti seorang pemuda yang sedang dimabuk cinta

insya Allah…

Kabulkan.. Ya Rabb…

Pilihan antara Istri Bekerja atau Istri di Rumah Mendidik Anak

7 Sep

Sonia Atika:

Kontroversi yang tak berkesudahan.. hehe..
Tapi artikel ini semoga bisa memberi ‘titik tengah’.. :)

Originally posted on Bidpuan Hijaz:

Ups.. Ups..

Salah satu tema perdebatan panjang terkait dunia keluarga adalah pilihan antara apakah istri harus di rumah saja mendidik anak atau boleh bekerja di luar ikut mencari penghasilan bersama suami. 

Baru saja saya mendapat gambar-narasi yang menunjukkan sepenggal percakapan. Dari isinya saya coba untuk menerjemahkan ke dalam realitas sosial rumah tangga dan juga mengambil hikmah :

1. Setiap rumah tangga memiliki persoalan masing-masing, beberapa persoalan rumah tangga yang umum dan kerap terjadi terkait peran istri adalah;

a. Persoalan ekonomi

Banyak rumah tangga yang merasa berkekurangan mencukupi kebutuhan sehari hari kalau hanya suami saja yang mencari nafkah. Jadi memang mau tidak mau, suka tidak suka istri harus ikut bekerja membantu sang suami.

b. Aktualisasi istri.

Banyak istri yang lulus dari sekolah/perguruan tinggi butuh aktualiasasi. Mindset yang lahir dari contoh percakapan di bawa adalah “Gue lulusan Perguruan Tinggi (UI/ITB), masa cuman di rumah aja ngurus anak”, maka persepsi “beban sosial…

View original 628 more words

Gak Usah Bawa-bawa Agama!

24 Jul

Bro: “Bray…”

Bray: “Naon bro?”

Bro: “Jangan bawa-bawa agama bray”

Bray: “Apanya?”

Bro: “Ya semuanyalah. Elu mah dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa agama, sampe-sampe urusan nyo blos aja masih aja bawa-bawa agama”

Bray: “Gitu ya bro?”

Bro: “Iya, ribet bray! Makanya udah gak usah bawa-bawa agamalah bray”

Bray: ”Ya udah sok atuh kasih tau ini Islam agama gw mesti ditaro dimana?”

Bro: “Maksudnya?” Baca lebih lanjut

ODOJ, Komunitas Anti Mainstream

5 Mei

Ini komunitas memang anti mainstream.
Komunitas kok menggalakkan anggotanya tilawah sehari 1 Juz! Aneh kan?

Mbok ya komunitas itu yg hepi hepi.. yg bikin fun gitu loh. Mana grupnya dipisah lagi laki-laki dan perempuan. Mana ada anak muda yg tertarik? qiqiqi

Ya begitulah..
Tapi jangan salah loh, faktanya, beberapa bulan ODOJ dimulai, membernya sudah puluhan ribu. Tersebar dari seluruh Indonesia, bahkan juga seluruh dunia (nyampe Jeddah juga buktinya ^_^).

Sebagai anggota, sy memang merasakan betapa dulu rasanya mustahil bisa konsisten menjaga tilawah sehari 1 juz, dan sekarang jd lumayan terbiasa. Alhamdulillah. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 173 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: