Menjelang gugurnya amanah…

10 Jul

Ini tahun ke empat, merasakan yang seperti ini. artinya, tahun terakhir di lembaga kampus (Insya Allah).. Kenapa ya pasti ada yang mengganjal saat waktu itu mulai dekat. Ada perasaan takut, sedih, kadang kecewa, ada senengnya juga, gelisah, lega… campur-campur.

banyak pertanyaan juga. sudah memberikan apa saja? sudah belajar apa saja? sudah maksimalkah? sudah relakah…….?

Tahun pertama, statement yang kukeluarkan adalah : “Berada disini adalah anugerah…”

Tahun ke dua : “Syukron, jazakumullah untuk semuanya. Saya belajar banyak disini. Belajar memahami orang, belajar memberi…”

Tahun ke tiga : “Saya menemukan keluarga.. dan lebih saya rasakan ketika tidak lagi membersamai mereka..”

Tahun ke empat….. (belum)

BIasanya gugurnya amanah dibarengi dengan jatuhnya bunga kuning di seantero UNS. menambah melankolis suasana. Biasanya juga, kaki akan terasa sangat berat meninggalkan Gedung-gedung bersejarah yang pernah menjadi saksi atas tercapainya cita, bertemu manusia2 luar biasa, tampat menorehkan sejarah menjadi mahasiswa. . Rindu juga ya, saat-saat itu.

Masih tersisa waktu, untuk mengusahakan yang belum terusahakan. Yang jelas, aku harus menutup amanah ini dengan rasa yang harusnya lebih, karena suatu saat (Insya Allah jika diberi waktu) aku akan berkata : “Selamat tinggal Kampus yang penuh warna…” (ehm ehm jadi malu)

2 Tanggapan to “Menjelang gugurnya amanah…”

  1. rien_rien Juli 11, 2008 pada 5:17 am #

    sonia jelek…..!!
    semua yg da di dunai memang harus diakhiri…
    da perjumpaan pastinya da perpisahan…
    so sweat … jadi pengin nangis.. teringat waktu kau memaksaku masuk porsima_yg notabenenya tempat para aktivis berkumpul, berpikir…_bener2 dulu takut bgt mau bergabung dengan kalian….
    setahuq di tahun pertama q merasakan mendapatkan keluarga yg selalu menyayangiq di tahun kedua q mendapatkan kakak2 yg menjagaq…
    di tahun ketiga q merasakann diriq bukan apa2…
    blm banyak yg q berikan tahun terakhir tahun dimana harusnya qt bisa lebih dewasa,,,..
    ^_^

  2. agus cuprit Juli 12, 2008 pada 10:52 am #

    rindu itu pasti.
    saya sangat merindukan celoteh-celoteh kritis kalian.

    Tapi, bahwa dunia luar lebih menanatang itu jelas. Dan itulah dunia mu selanjutnya…..

    Keep istiqomah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: