Mereka Seperti Itu Karena Cinta

20 Agu

Cinta.. kadang kita menampakkannya dengan cara yang bermacam-macam. Eits… tunggu, saya tidak sedang membicarakan cinta-cintaan yang seperti itu. tapi yang lain. Ini kecintaan pada sebuah hal yang besar.. Kecintaan pada amanah, serta lingkaran sistem yang mengaitkannya.

Bukan hal yang baru bagi saya ketika harus menjumpai pertanyaan-pertanyaan aneh maupun komentar frontal dari adek-adek, maupun teman seperjuangan. Itu semua sangat nyaman di telinga saya. Sama sekali tidak membuat kuping pedas, kelimpungan, maupun kebakaran jenggot seperti yang terjadi pada yang lain. sama sekali tidak.

Kenapa bisa begitu tidak asing, sebab begitulah saya dulu. Pertanyaan-pertanyaan aneh, statement frontal, menohok dan memojokkan, kritikan pedas setiap ada ketidak beresan, kegelisahan yang tidak pernah dipendam.. begitulah saya dulu. Dan mungkin sekarang. Maka dari itu, pertanyaan besar saya sering muncul “apa yang bermasalah pada mereka…?” itu semua wajar. Mereka terpicu, bukan tanpa sebab. mereka gelisah bukan tanpa ada alasan kegelisahan. Mereka ‘meracau’ bukan karena mereka hanya ingin meracau. Tapi justru setiap statement luar biasa, statement cerdas mereka, itu adalah masukan.. bukan penghancuran.

Justru dengan kita diam, tidak menyampaikan kegelisahan, hanya tertunduk, ataupun hanya menggigit bibir dan kemudian menangis saat sholat malam, itu tidak bisa menjadikan sebuah perbaikan. Memang seluruh keputusan diserahkan pada Allah, tapi keputusan itupun butuh ikhtiar.

Mereka seperti itu karena cinta.. Mereka ingin perbaikan, mereka peduli, mereka gelisah, mereka tidak terima semua menimpa pada yang mereka cintai. Mereka sungguh cinta.

JIka saat di akhir kemudian ada yang menangis, ataupun kecewa, mungkin bisa jadi karena melihat hal yang buruk terus menerus terjadi pada yang mereka cintai. Tapi.. semoga tidak. Semoga ada pjuang tangguh yang memperjuangkan mati-matian. Meski sakit, lelah, dicela, dihina, dianggap suka mempengaruhi, maupun dianggap suka memprovokasi.

Tapi mohon sadarlah… mereka seperti itu karena cinta… sungguh, hanya karena cinta.

4 Tanggapan to “Mereka Seperti Itu Karena Cinta”

  1. aguscuprit Agustus 22, 2008 pada 4:12 am #

    iya..dari dulu kamu emang begitu kritis…

    Kadang dalam hati saya merasa jengah saat dulu kamu sering bertanya tentang ini dan itu. Tapi pun akhirnya saya tahu, sekarang, kamu pun merasakan hal yang sama dan kamu justru dewasa menanggapinya. Subhanallah.

  2. Nunik Agustus 24, 2008 pada 8:18 am #

    Seandainy mereka tau, apa itu cinta dan tau caranya bgm mnjaga cinta itu agar ttp indah utk dcintai.. Pasti mreka tau ap yg hrs mreka lakukan utk mnjaga cinta itu agar harapan itu dpt trcapai dn qt smua akn bhagia..

  3. goodjobs Agustus 25, 2008 pada 2:29 pm #

    itu proses. seandainya orang2 memhami, bahwa bertanya itu tidak sepenuhnya karena bodoh, mungkin generasi ini akan lebih bijaksana menyikapi anak2 “bandel” macam aku ini.
    Hanya saja, kadang memang menjengkelkan mungkin, karena si adek kecil ini tak juga paham akan penjelasan yang menurut mereka sudah paling komplit.
    Pertanyaannya, yang sebenarnya tidak paham itu siapa sih? yang bertanya? atau yang ditanya?
    …….?????

  4. ayubrizal09 September 21, 2008 pada 2:24 am #

    Subhanallah dek sonia keren jg tuh tulisannya, memang cinta tu kadang harus memilih. siapa dan kemana kita kan berlabuh…., hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: