Ini Ramadhan Ketiga kita..

8 Sep

Hari Jumat itu, cuaca di UNS sedang ‘hangat-hangatnya’. Jadwal yang telah kami sepakati, membuat kami berkumpul di bawah naungan pohon rindang fakultas MIPA. Dengan ditemani daun-daun kering, serta suasana teduh, saya dan mereka berkumpul membentuk lingkaran kecil.

Forum dibuka seperti biasa, dengan rutinitas yang menyejukkan. Perjumpaan yang ternyata cukup membayar kerinduan-kerinduan yang tergambar lewat SMS, coment di friendster, serta miscall2 ke HP masing-masing.

Tiba waktu saya memberikan komentar serta pembukaan forum, terucap kata yang disambut senyum di wajah mereka “Dek, ternyata ini Ramadhan ke tiga kita bersama, ya..” Subhanallah.. Tidak saya sangka sebelumnya, dan mereka sangka sebelumnya, ini adalah kali ke tiga kami dijumpakan, dalam sebuah forum penuh berkah, di bulan Ramadhan.

Kemudian, memori-memori kecil itu kembali kami kupas satu per satu. Mulai dari pertemuan pertama yang masih malu-malu, bahkan tidak tahu saya yang mana, kemudian saat saya memanfaatkan waktu Ramadhan untuk menanyakan sesuatu dan harus dijawab dengan jujur, saat mereka masih sama sekali belum mengetahui tentang dunia kampus, saat-saat terberat mereka dengan akademis dan mereka menumpahkan semuanya dalam forum. Ah, subhanallah, inilah sejuknya tarbiyah..

Saya pun tidak menyangka, betapa sebuah keistiqomahan berat untuk dijaga. Seperti yang dikeluhkan beberapa teman saya, bahwa sangat berat untuk menjaga keistiqomahan lingkaran kita. Yup, saya pun tidak dengan mudah juga menjaga mereka. Tapi sungguh, ternyata benar, itu semua berbanding lurus dengan keikhlasan, kecintaan, kesiapan, serta kondisi rukhiyah kita. Ketika kondisi kita siap dengan penuh cinta, mereka pun juga… Apa yang mereka sampaikan, mereka rasakan, itulah yang juga harusnya di awal kita rasakan.

Bahkan hanya untuk sekedar meluangkan hati, kemudian menuliskan tausiyah, dengan membayangkan wajah mereka satu per satu, imbalannya luar biasa. Di setiap sujud terakhir kemudian berdoa “Ya Rabb.. jagalah mereka..” pun itu bisa menjadi ikhtiar untuk menumbuhkan cinta.

Saya tidak tahu, apakah saya juga akan dijumpakan dengan mereka di Ramadhan ke empat. Waduh, itu artinya saya belum lulus.. Tapi kemudian mereka menenangkan saya “Mbak, kan nanti bisa main ke sini..” Oh iya, kan tidak perlu masih jadi mahasiswa untuk membersamai mereka.

Saya hanya berdoa, semoga saya masih bisa menjaga keistiqomahan untuk tetap bisa menjadi pendorong semangat mereka. Meski tidak mudah. Tetapi hingga waktunya nanti tidak bisa membersamai mereka, mereka akan tetap terjaga.

Mereka adalah pengingat saat mulai tergoda dengan keindahan dunia, mereka bisa menjadi penguat saat di luar sana tersebar ‘kabar miring’ tentang saya, mereka bisa menjadi penjaga ketika saya mempertanyakan arti ukhuwah yang sebenarnya.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mengetahui hati-hati ini berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah terjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariatmu. Teguhkanlah Ya Allah ikatanya, kekalkanlah cinta kasihnya. Tunjukilah jalan-jalannya. penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah hilang. lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu. Hidupkanlah hati ini dengan Ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid dijalan Mu, Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong…

(Doa Robithoh yang semoga bisa menjadi penguat tali ikatan kami semua)

Ya Rabb, jagakan mereka…

7 Tanggapan to “Ini Ramadhan Ketiga kita..”

  1. agus cuprit September 8, 2008 pada 4:56 am #

    Ya, semoga berlanjut pada ramadhan-ramadhan berikutnya.

    Istiqomah memang berat, nanti kalau sudah lulus baru akan merasakan betapa beratnya istiqomah itu.

    SEMANGAT….

  2. fauzansigma September 8, 2008 pada 3:45 pm #

    *hiks…hiks… ngelap air mata pake almamater*….. ramadan ke 4 ku Son, sejak masuk UNS..
    eh, itu lg sama “anak2mu” yah? oke, smoga tetap istiqomah.. mawadah wa rahmah.. LHO..

  3. Sonia Atika September 8, 2008 pada 7:43 pm #

    Eh, sigma, ramadhan ke lima kita masuk UNS kali……

  4. Nunik September 9, 2008 pada 10:28 pm #

    Ramdhan keempat qu di solo.. Dn qu ngrasa blum apa2. Ramadhan yg smkn berat. Berat ktk hrs dtinggalkn. Ya,kalian kn akn sgera pergi mnju tmpt yg baru. Hah..entahlah. Qu takut. Takut tdk bs sekuat kalian. Jd tringat mba2 dan mas2 trdahulu. Subhanallah.. Qu merindukn saat2 itu.

  5. haris September 11, 2008 pada 7:18 am #

    halo son….

  6. ivanmuhtar September 11, 2008 pada 10:04 am #

    Ini ramadhan ke tigaku, sejak masuk UNS.
    hah, sungguh cepat waktu berlalu, dan aku belum mendapatkan atau melakukan apa2….
    kunjungi blogku di wordpress yo mbak…
    Trus, moga cepet sembuh sakitnya…

  7. Yudhy Herlambang September 18, 2008 pada 5:41 am #

    Demikianlah, jiwa-jiwa yang memiliki kencenderungan yang sama senantiasa didekatkan oleh Allah swt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: