Saya manusia biasa…

20 Sep

Saya itu, cuma manusia biasa..

Bukan tukang hipnotis yang bisa mempengaruhi orang setiap bertemu..

Bukan sutradara tangguh yang dengan mudah meminta orang berakting seperti yang dia inginkan

Bukan seorang yang sempurna untuk dapat mengerti dengan mudah setiap hal yang orang sampaikan..

Saya juga bukan robot, yang harus bisa menjalankan titah seketika itu juga, tanpa ada penjelasan..

Saya itu, cuma manusia biasa..

Yang juga memiliki perasaan, kehendak, keinginan, cita-cita serta angan-angan untuk masuk surga

Bukan seonggok batu yang tidak akan merespon apapun pada suhu, cahaya, maupun suara..

Itu saja yang ingin saya jelaskan tentang saya..

Semoga semua bisa mengerti, bahwa di balik semua skenario ini, bukan saya yang berperan, tapi DIA…

wallahualam bishowab…

21 Tanggapan to “Saya manusia biasa…”

  1. the wise September 20, 2008 pada 11:14 pm #

    kita semua memang manusia biasa
    maka
    tidak ada salahnya mengakui ke-manusiaan kita
    kita semua manusia biasa
    maka
    kita ingin di manusiakan

    kita juga menyadari
    orang lain
    juga manusia
    orang lain
    juga ingin dimanusiakan

    seorang pemuda
    mulai merasakan
    bahwa perjalanan itu berat
    dia mulai sadar
    bahwa dia menanggung beban yang berat

    tapi dia belum sadar
    bahwa orang lain
    juga menanggung beban yang sama beratnya

    seorang pemuda
    mulai belajar

    arti beban
    dan perjuangan

    cukup sudah
    di sini saja lah
    cukup sudah
    ku hentikan langkah
    salah
    akan ku hadapkan wajah
    ke arah kiblah
    ke hadirat illah

    ya tuhan hamba
    ingatkanlah hamba
    akan segala kekhilafan

    ya tuhan hamba
    kaffahkanlah iltizam hamba
    untuk menegakkan syariatmu

    jalan ini
    awalnya begitu terasing
    tapi kini
    mendarah mendaging
    jalan ini awalnya terasa jauh dan berliku
    kini
    aku sedang melalui
    dan mulai sedikit terbiasa
    dengan sedikit ‘sakit’ yang kadang terasa

    dan benar
    jalan ini
    memang belum tampak
    berujung

    hanya satu
    pada saat terkepung
    pada saat paceklik
    pada saat beratnya perang Ahzab
    justru para sahabat sangat yakin
    tinggal ada satu logika
    janji Allah itu pasti
    bahwa pertolonganNya sudah dekat
    bahwa sesudah kesulitan
    ada kemudahan

    apakah layak aku menyerah
    sementara
    pengorbanan ini akan sempurna
    saat aku memutuskan
    untuk tetap bertahan
    dan berusaha

    selebihnya
    adalah ruang
    yang hanya Allah saja yang bisa

    (afwann jadi melankolis. Sonia juga melankolis sih. itu puisi lima tahun lalun dengan sedikit perubahan tentunya. khusus untuk sonia.)

  2. ayubrizal09 September 21, 2008 pada 3:25 am #

    Laa tah zan…, kau adlh manusia luar biasa, dan biasa di luar.
    Oya kadang hidup itu harus memilih dan berlabuh di suatu tujuan yang tiada tau ujungna…., keep fight wahai mujahidddd…, Blog na keren tuh…, kapan2 belajar bareng boleh??? hehehe

  3. the wise September 21, 2008 pada 4:34 pm #

    alhamdulillah coment saya dihapus.berarti sudah dibaca
    itu adalah ekspresi kecintaan saya pada seorang saudara

    semoga tidak salah menafsirkan

    saya hanya ingin
    gadis tanpa anting yang beranjak dewasa
    tidak menyerah
    dengan proses penempaan yang ada

    dalam perjuangan ini
    ada yang berjuang di tengah lingkaran
    ada juga yang berjuang di tepi garis lingkaran (biasanya teman2 siyasi)

    dan memang
    mereka yang berada di tepi garis lingkaran
    akan cenderung sering keluar dari lingkaran
    dan potensi itu lebih besar
    ketimbang mereka yang berada di tengah

    tapi bukan berarti semua harus berada di tengah
    harus tetap ada yang berada di tepi

    dan
    ketika lingkaran ini semakin membesar
    kita harus legowo
    untuk memberikan ruang
    kepada orang-orang yang beragam karaktetr

    sekali lagi
    semoga tidak salah menafsirkan

  4. Sonia Atika September 22, 2008 pada 5:27 am #

    @ the wise
    syukron, jazakallah…. bener2… saya, tersentuh. boleh tau ini siapa?

  5. rifai saja September 22, 2008 pada 8:31 am #

    aslkm. tuh masih banyak yg meperhatikan dan ingin menyelematkan anti, tapi jgn keterusan, di cukupkan saja lah.
    sebelum kita menuntut orang lain untuk mengerti kita
    kita juga sebaiknya coba mengerti orang lain
    saya rasa itu sebuah keadilan (wah jadi ingat partai)
    partai keadilan sejahtera (PKS) nomor 8

  6. rifai saja September 22, 2008 pada 8:32 am #

    wah pelanggaran nih ayub, nanti tak follow upi ke yang berhak, bisa……………………………………

  7. the wise September 22, 2008 pada 10:38 am #

    met berbuka
    kita tunggu progresnya

  8. fauzansigma September 23, 2008 pada 5:46 pm #

    iki asline do ngoppppoooooooo caahh…cahhh..

    sante wae ngono lho Bro..

  9. nunik September 24, 2008 pada 3:24 am #

    hahaha..mba son..mba son.. aq ki bingung mba. gmn yah??? hm.. tapi ya, ini lah hidup. nikmati hidup dengan segala konsekuensinya. atau matikan saja perasaan biar tidak merasakan apa-apa jadi gak akan ada konesukensi apa-apa. tapi kan itu namanya uda mati. kan manusia yang hidup itu pasti punya perasaan yah??
    kan gak nyambung.. semua comment qu hari ini gak nyambung. karena mau iedul fitri. ada keponakan2 qu yang lucu2 mau dateng ke rmh.. yuhu.. kan lebih gak nyambung lagi???
    uda ya..
    di penghujung ramadhan, aku ingin menikmati waktu ku untuk ku dengan Nya..

  10. Donz Juan September 25, 2008 pada 2:47 am #

    4 Zig : Wah iki bahasane cm wong langitan. Saya saja jg ikut bingung. Katanya cukup sudah eh sudah cukup. Eh ternyata msh lanjut trz. Mikir bwt ke dpn saja bagaimana baiknya jd lbh produktif. Empunya blog jg sama saja malah m’perpanjang……
    Enough……
    Gini aja cb diskusi kira2 kl PKS koalisi dg PDI-P mnrt kalian gmn?
    Ato bhs nasib UNS yg akan sgra jd BLU coz td br baca di kompas, BLU adalah penyiapan kampus menuju BHP, GMN?

  11. agus cuprit September 25, 2008 pada 3:48 am #

    apalagi saya…
    sama-sama bingung nih…maksudnya apaan sih?

    btw, kpn ada yg mau ke batam?

  12. bakhtiar September 25, 2008 pada 4:19 am #

    aslkm. ni mau konfirmasi karena komputer yang di gunakan the wise sama dengan saya, mungkin karena lupa mengganti url-nya jadi yang ke tercantum url-nya masih alamat blog sy.begitu mba sonia

  13. Sonia Atika September 25, 2008 pada 7:47 am #

    @ semua yang ngasih coment
    tulisan saya itu, adalah simbolisasi kegelisahan. jadi kalo nulis ga bisa maksa untuk nulis yang ga pengen ditulis. jadi yo afwan, kalo ada yang menanggapinya macem2..

  14. Sonia Atika September 25, 2008 pada 7:48 am #

    @ akh bakhtiar.
    saya tau……. saya tau antum ga mungkin nulis puisi. he he he

  15. Nunik September 27, 2008 pada 7:42 am #

    Mba son,blog mu lucu yah.. Yg mgerti blog mu hny org2 yg lucu jg.. Sudah,biarkan jari2 ini berlarian diatas simbol2 huruf utk mrangkai sbuah rasa, krn rasa kadang tak bisa trsamapaikn lwt lisan..

  16. fauzansigma September 27, 2008 pada 8:43 am #

    bahtiar rifai jadi tp clik tuh

  17. ivanmuhtar September 28, 2008 pada 2:59 pm #

    Hallo, ni bahas apa ya?
    Ada info. Tanggal 26 sept lalu, hari Jumat, sekitar jam 15.30an, aku bertemu kadiv aksi dan propaganda BEM KM UGM. Cerita sana-sini, dia menyatakan ada beberapa permasalahan yag harus segera dicermati untuk segera disikapai, jangan sampai TERES (telat respons), antara lain:
    1. 2009 merupakan masa kritis gerakan mahasiswa, baik intra maupun ekstra,karena berbagai kepentingan akan muncul. Ada blok2 yang akan diisi oleh… Gerakan mahasiswa, maka bagaimana UNS pada khususnya akan bersikap.
    2. BHP segera diketok, UNS nasibnya gimana????? Ayo diselesaikan bareng.
    3. Masalah demokrasi di kampus, sebenarnya sudah mati. Partai Bunderan di UGM misalnya, terlalu menghegemoni sehingga itu tidak sehat utuk perpolitikan kampus. Apalagi yag ngisi juga itu2 saja. Itu tentu menimbulkan gejolak pro dan kontra status quo (dari P. Bunderan). trus UNS gimana?
    Nah, perlu redefinisi dan reorientasi strategis dalam rangka memecahkan masalah2 itu. dan 3 masalah itu juga hanya secuilnya saja disamping pendidikan politik untuk kalangan pedesaan semisal di Gunugkidul (saya dan Pak kadiv sama2 anak GK),maka peran ita ada di mana?

    Saya tak paham dengan cerita2 aneh di kampus akhir2 ini. Gak produktif, bener kata Pak Indz.
    Trus????

  18. fauzansigma September 28, 2008 pada 8:49 pm #

    @ IVAN ; PERLU ADA SEMINAR LAGI VAN….hehehehe

  19. agus cuprit September 29, 2008 pada 2:17 pm #

    saya udah nggak mudheng soal kampus dan seluk-beluknya, btw yg penting LAWAN TERUS LIBERALISASI KAMPUS. Kampus harus untuk semua golongan…

    Perjuangan kalian masih panjang…jadi nggak perlu bentrok-bentrok deh…

  20. Sonia Atika September 30, 2008 pada 1:32 am #

    Haloo… yang punya blog protes nih… kok malah diskusi di koment saya? ga nyambung sama tulisannya lagi..

  21. ivan Oktober 1, 2008 pada 2:53 pm #

    Gak papa. hidup mahasiswa!!!!
    selama darah2 ini masih merah…
    dan tulang2 ini masih putih….
    serta ibu pertiwi masih berharap pada putra bangsanya…
    maka, SEMANGAT PERLAWANAN MAHASISWA itu akan ada….
    lawan liberalisasi kampus…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: