Hamzah

3 Okt
hamzah

hamzah

Tingginya tidak sampai satu meter. Ya jelas, usianya saja baru 16 bulan tanggal 18 besok. Artinya, masih usia lucu-lucunya untuk kelas balita cowok kecil yang baru saja menikmati dunia. Tapi, dia memiliki berat yang berlebih. 13 kilo. Standar di atas normal lah untuk anak kecil seusia dia. Maklum, selera makannya memang luar biasa.

Bagian yang paling saya sukai dari dia adalah matanya. Entahlah, saat bercanda dan melihat matanya, saya seperti sedang berdiskusi dengan teman sekampus, atau kerabat dekat yang sudah terbiasa saya ajak membicarakan banyak hal. Meskipun dia menanggapi bahasa saya dengan kalimat yang terlontar sekenanya dari bibir kecilnya.

“Ham, itu kura-kura.. dia baru seneng nih berenang bareng temen-temennya.”

“Ajtca.. atja ca ca..”

Begitulah.. gambaran percakapan sehari-hari saya dengan Hamzah. Kata kakak saya yang kedua, ibunya Hamzah, sepertinya dia tipe bayi yang berpendirian kuat, hingga tidak mau mengikuti gerak bibir orang yang mengajari dia bicara. Seserius dan sejelas apapun kita mengucapkan kata “Sapi”, Hamzah akan dengan lantang dan yakinnya menirukan kita dengan nada yang sama “Tjatcahh…” Lumayan lah. Minimal, nadanya sama. Walaupun artikulasinya beda jauh. Itupun meski sudah diulang belasan ataupun puluhan kali, dia akan mengulang ejaan yang sama. Dasar…

Lebaran kali ini, dia memang sengaja dititipkan di rumah kami untuk beberapa minggu. Biasa, tradisi saat lebaran membuat hal seperti ini menjadi budaya yang cukup marak. Saat pembantu mudik, anak yang memiliki orang tua dua-duanya sibuk bekerja akan ditipkan di rumah orang yang paling bisa dipercaya : Eyang. Yup, karena memang saya masih tinggal dengan kedua orang tua saya, otomatis saya pun juga dapat jatah merawat keponakan. Rumah saya jadi mirip play group, apalagi kalau keponakan saya dari kakak pertama yang juga cowok dan seusia Hamzah di rumah. Woow, rumah saya disulap jadi taman bermain..

Meski Hamzah belum bisa mengucapkan bahasa kita, tapi entah kenapa, saya tau pasti apa yang sedang dia ingin bicarakan. Dia pun juga paham dengan apa yang saya bicarakan. Seperti misalkan saat sedang jalan-jalan, dia tertarik untuk berhenti dan mengamati selokan. Saya yakin, naluri keingin tahuan dia yang besar akan membuat dia tergoda untuk memasukkan tangan kecilnya ke air. Tapi, sebelum hasrat itu benar-benar dilakukan, saya sudah mengantisipasinya.

“Udah, Ham, diliat aja.. tangannya ga usah masuk.. “

seketika itu juga gerak tangannya terhenti, dan mata bulatnya menatap saya, kemudian dia mengeluarkan bahasa dia

“Atjatjaca..?”

Saya pun menjawab “Iya, diliat aja ya..” tanpa butuh waktu lama, dia menarik kembali tangannya. Kemudian jongkok kecil sambil mengamati air di selokan yang sedang mengalir. Beberapa detik berjalan, Hamzah akan bosan, dan beranjak mencari bahan ‘belajar’ yang lain.

Agak lelah juga menjadi baby sitter sementara Hamzah, mulai dari menjelaskan sampai dia puas, sebab kalau tidak dia akan terus mengoceh dengan tanda tanya di belakang semua, lari-lari ke sana kemari yang kadang masih sempoyongan (karena mungkin terlalu berat menahan kepala dia yang besar), mengalihkan perhatian kalau terjadi kecelakaan kecil saat bermain (jatuh, nabrak benda, kejepit..), dan tentu saja, bagian yang paling susah, membuat dia tidur dan itupun hanya bisa dengan digendong. Ups, 13 kilo, bayangkan.. tapi, akhirnya saya berhasil, untuk yang pertama kalinya malam ini..

Rencananya, Hamzah akan pulang ke Jakarta pertengahan Oktober ini. Masih 2 minggu lagi. Saya pun sepertinya mendapat ultimatum, akan mendapat kontrak tetap untuk merawat dia. Waduh, padahal aktivitas kampus menunggu.. apa Hamzah diajak ke kampus aja ya? 😀

9 Tanggapan to “Hamzah”

  1. s H a Oktober 6, 2008 pada 3:14 pm #

    ponakan’a lucu banget mbak. . . bikin pengin punya adek . huhuhu

  2. fauzansigma Oktober 6, 2008 pada 5:57 pm #

    oh itu yang katanya mirip Pak ***?
    “Tapi, dia memiliki berat yang berlebih. 13 kilo. Standar di atas normal lah untuk anak kecil seusia dia. Maklum, selera makannya memang luar biasa” <—- mirip yang punya BLOG inih… jahahahahah..

  3. fauzansigma Oktober 6, 2008 pada 6:00 pm #

    “ari-lari ke sana kemari yang kadang masih sempoyongan (karena mungkin terlalu berat menahan kepala dia yang besar)” <— untung bukan perutnya yang besar…😀

  4. ivanmuhtar Oktober 9, 2008 pada 2:25 am #

    Wah. lucunya……
    kapan dibawa ke kampus mbak?

  5. Sonia Atika Oktober 9, 2008 pada 3:59 am #

    @ sHa
    iya.. emang lucu.. ngangenin. ga punya adek ya?
    @ sigma
    bukan, yang mirip ponakanku yang satunya, sig…
    lhah, emang hamzah kader saya.. tak didik seperti saya. he he he.
    perutnya juga besar sig. kayak yang ngasih coment.. :p
    @ ivan
    maunya sih setiap hari, van. tapi ntar kampus heboh!

  6. nunik Oktober 9, 2008 pada 6:06 am #

    lucu kali ya kalo kita bawa ponakan sendiri2 ke kampus…. harusnya ni biasanya ditas bawa laptop. buku, berkas2, eh malah bawa minum, snack, baju ganti. trus harusnya buru2 naik motor ke rapat berikutnya, eh, ini malah sibuk nyuapin dulu, trus blum kalo ngantuk, nagis… huwa…lucy banget. tapi kayanya menyenangkan ya. salam mba buat hamzah sama satu lagi yang mirip abis ma pak *** (sensor, red) hehe…

  7. Sonia Atika Oktober 9, 2008 pada 1:04 pm #

    @ nunik
    iya, mb juga mbayanginnya kayak gitu..
    ntar kita rapat, hamzah di tengah lingkaran.. atau nggangguin, pengen juga nulis di whiteboard. pasti lucu deh..
    oh iya nunik, comentmu tak sensor, bahaya!🙂

  8. _wijayanto_ Oktober 23, 2008 pada 11:39 pm #

    deskripsi yang bagus bu..
    semoga berhasil dalam ‘mengkader’nya..
    hehe..

    semangat2..

  9. fernandez November 12, 2008 pada 12:32 am #

    yeee ngapusi.. padahal jarang mulih ding.heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: