Tentang Waktu

17 Okt

saat aku lelah menulis dan membaca

di atas buku-buku kuletakkan kepala

dan saat pipiku menyentuh sampulnya

hatiku tersengat

kewajibanku masih berjebah,

bagaimana mungkin aku bisa beristirahat?

-Imam An Nawawi-

Ironis. Manusia hanya memiliki 24 jam setiap harinya. 7 hari setiap minggunya. Sedangkan mereka memiliki keluarga untuk mendapatkan hak atas keberadaanya, akademis untuk menunjang duniawinya, ibadah sebagai investasi akheratnya, organisasi dan masyarakat sebagai pengabdiannya, tidur serta istirahat, untuk kebutuhan jasadnya..

Ah.. banyak sekali. Tidak jarang semua ini membuat kita ‘berandai-andai’ seandainya, seandainya… tapi ini memang tidak ada gunanya. Tidak akan mengubah apapun. Sia-sia.

Kadang, saat setiap waktu terlewat begitu saja, rasanya berharap segala sesuatu bisa di ‘undo’. tuh kan, berandai-andai lagi.. Tapi, kenyataan bahwa waktu tetap berjalan, umur bertambah, hari terlewat, minggu berganti minggu itu keniscayaan.

Sekarang, tinggal berkaca pada diri kita, siapkah nanti, semua itu diputus dari diri kita, sedang kita berada pada kondisi yang tidak siap. Sangat tidak siap..? naudzubillah…

Waktu kita, itu anugerah dari Allah, dan prinsip

‘Jika kita tidak menyibukkan diri dalam kebaikan, maka kita akan tersibukkan dalam keburukan’ itu jelas. jadi marilah kita menyibukkan diri kita untuk kebaikan…

Dan atas amanah yang belum optimal, mungkin itu adalah konsekuensi dari ketidak sigapan. Semoga semua menjadi lebih baik. “All I want is everything’s fine..”

11 Tanggapan to “Tentang Waktu”

  1. Nunik Oktober 17, 2008 pada 11:56 am #

    Paling enak itu klo wkt qt, qt bebas menggunakanny. Trserah qt mw ngapain..

  2. s H a Oktober 17, 2008 pada 2:40 pm #

    semoga semua bisa jadi orang lebih berguna. . . pengin’a jadi begitu *mupeng*

  3. ivanmuhtar Oktober 17, 2008 pada 4:08 pm #

    Yah, waktu begitu cepat menguap. Sayang untuk disiakan.
    Tetapi sang waktu juga yang membuat kita menemui semua takdir yang telah ditentukan di depan kita….

  4. Sonia Oktober 19, 2008 pada 11:01 am #

    @ nunik
    bukannya waktu kita memang hanya kita yang menentukannya mau dibuat apa nunik..? nanti juga yang dimintai pertanggung jawaban kita…

    @ sHa
    yupz,, selamat berproses menjadi orang yang berguna, ya dek.. berguna bagi orang banyak…

    @ ivan
    waktu itu pedang, van…

  5. aryo aswati Oktober 22, 2008 pada 2:22 pm #

    wah…beneran Son?? bisa ga ya kita sesempurna itu. kayaknya sih cuma usaha, pasti ada saja yang kurang ketika yang lain dirasa lebih. kadang ketika kita berkata kita membutuhkan untuk menapak pada tanah, bukan pada awan. idealis itu sangat perlu, butuh malah. tapi realita itu juga sebuah keniscayaan.

  6. fauzansigma Oktober 22, 2008 pada 6:57 pm #

    —–Semoga semua menjadi lebih baik. “All I want is everything’s fine..”—–

    ehmmm,,, ehmmm.. jadi ga enak disebut2..

  7. fauzansigma Oktober 22, 2008 pada 7:00 pm #

    @ s H a: semoga juga berguna buat saya😀 *peace Son!!* hehehe

  8. s H a Oktober 24, 2008 pada 6:01 pm #

    @ fauzansigma : saia merasa simanfaatkan. . . . . . =(

  9. Hari Kuswanto Oktober 30, 2008 pada 12:21 am #

    ………
    …………
    ……………..
    ……………………..
    ……………………………
    …………………………………..
    ……………………………………………
    …………………………………………………….
    …………………………………………………………….

  10. Yudhi November 24, 2008 pada 5:46 am #

    Waktu itu sebenarnya cuma pinjaman
    Suatu saat akan diambil kembali oleh Yang Punya, salam ukhuah…

    Senang ada pemuda yg peduli dg agama (^_^)

  11. rien November 27, 2008 pada 12:55 am #

    soni………………….
    all is will be fine……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: