Teringat Mereka

12 Des

Box bayi itu terlalu sempit…!

itulah kata yang berkali-kali terlontar di benak saya. Rasanya ingin sekali mengambil bayi laki-laki putih dan tampan itu keluar dari sana, kemudian menggendongnya, dan meletakkan dia di tempat yang lebih layak. di tempat yang cukup untuk dia berguling-guling dan belajar tengkurap.

Tapi memang mereka dilarang digendong, dan di sana tidak ada tempat khusus bagi bayi usia 3 atau 4 bulan an untuk bermain. Saya tidak melihat ada mainan. Yang saya lihat hanyalah botol susu yang hampir habis isinya, guling dan bantal yang tidak cukup untuk melindungi kepala Ari, nama bayi tadi, saat dia berguling-guling. Berkali-kali kepalanya terbentur terali sampai-sampai mengeluarkan suara yang cukup keras.

Ah.. boks bayi itu terlalu kecil…

Sejenak saya termenung ke arah Ari kecil, kemudian ke sekeliling dia. Beberapa boks bayi ada di sana. Di dalamnya? tentulah bayi-bayi yang lain, dengan berbagai usia. Saya membayangkan, ketika saya keluar dari ruangan itu, mereka akan bermain dengan siapa? atap saja yang bisa mereka lihat. kecuali mereka ingin suasana baru, kemudian tengkurap. tapi selebihnya? Padahal si Zaki dan Hamzah (dua keponakan saya) saat seusia mereka tidak pernah sedetikpun terlepas dari timang-timang maupun sekedar diajak tertawa. Huhh.. Tapi barangkali ada malaikat yang berbaik hati menemani mereka saat tidak ada orang..🙂

itulah kondisi Yayasan Penitipan Anak dan Balita saat saya ke sana beberapa waktu yang lalu. Sungguh, saya dan kawan saya begitu berat untuk beranjak dari sana. Begitu berat untuk meninggalkan Ahmad, bayi berusia hampir satu tahun yang mengigau karena badannya yang panas. Dan hanya boks bayi dan sebotol susu yang menemani dia. (apa saya yang berlebihan ya?) Tapi, begitulah kondisinya. Tempat penitipan bayi dan balita. Entahlah, apakah istilah ‘penitipan’ bisa menjadi sebuah pembenaran. Pembenaran bagi orang tua mereka yang ‘melepaskan’ mereka, dengan alasan tidak siap merawat lah, sibuk lah, atau mungkin lebih parah tidak mengharapkan kehadiran mereka (na’udzubillah..).

Semoga bukan hanya tulisan-tulisan saja yang bisa dipersembahkan bagi mereka dari orang-orang yang telah berkunjung ke sana, tapi suatu saat nanti lebih dari sekedar itu..

Ya Rabb, lindungi mereka saat tangan-tangan kami yang rapuh ini tak sanggup untuk merengkuh mereka..

Semoga mereka kuat, dan kelak menjadi insan tangguh yang tidak terlena dengan kehinaan dunia..

Amin..

2 Tanggapan to “Teringat Mereka”

  1. Nunik Desember 12, 2008 pada 7:52 pm #

    Amien.. That’s a life. Sometimes enak, sometimes enggak..

  2. ranselhijau Desember 17, 2008 pada 3:57 am #

    that’s nice….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: