Tabayyun

20 Des

Tabayyun adalah mengecek kebenaran suatu berita, agar tidak simpang siur dan menimbulkan fitnah. Setiap usaha utk membelokkan kebenaran dianggap fitnah, jadi yang namanya gosip, walaupun gak berbahaya, tetap saja fitnah, dan ini lebih kejam dari pembunuhan, jadi masalah ini sangat sensitif dalam Islam.

Suatu ketika, Abdullah bin Ubay, seorang pemuka kaum di Madinah yang merasa ‘tersingkir’ akibat keberadaan Nabi Muhammad saw. pernah berkata-kata buruk tentang umat Islam. Dia bicara di depan para pendukungnya yang tidak lebih dari 10 orang.

Zaid bin Arqam, yang waktu itu belum baligh (masih anak-anak), kebetulan lewat dan mendengarnya. Karena masih anak2, dia dibiarkan saja oleh Abdullah bin Ubay dan konco-konconya.

kemudian Zaid bin Arqam datang kepada Rasulullah saw. dan menyampaikan kata-kata buruk Abdullah bin Ubay tersebut. Rasulullah saw. memberikan 3 pertanyaan :
1. “Mungkin kamu marah padanya?” Zaid menjawab “tidak”
2. “Mungkin kamu tidak jelas mendengarnya?” Zaid menjawab “tidak”
3. “Mungkin ada kata-katanya yang kamu lupa?” Zaid kembali menjawab “tidak”
Disini ada pelajaran penting, tiga pertanyaan di atas mewakili tiga kemungkinan penyebab kesalahpahaman di tubuh umat. Tiga kemungkinan itu adalah :
1. Tidak objektifnya orang yang mendengar berita, mungkin karena marah, sedih, atau perasaan-perasaan subjektif lainnya, sehingga ia menanggapi suatu berita tidak sebagaimana mestinya. Itu sebabnya Rasulullah bertanya apakah Zaid sedang marah kepada Abdullah bin Ubay.
2. Pendengar tidak mendengar seluruh kata-kata sang pembicara (mungkin karena hanya sepintas lalu atau ada suara ribut di sekitarnya), sehingga makna yang ia tangkap pun sangat berbeda. Itu sebabnya Rasulullah bertanya apakah Zaid mendengar kata-kata Abdullah bin Ubay dengan sangat jelas atau hanya samar-samar.
3. Pendengar tidak mendengar seluruh kata-katanya si pembicara, hingga maknanya bisa sangat berubah. Kalimat “aku benci pada perbuatan dia” sangat berbeda dengan kalimat “aku benci pada dia”. Karena itu Rasulullah bertanya apakah ada kata-kata Abdullah bin Ubay yang lupa ia sampaikan kepada Rasulullah.
Zaid menjawab ketiga pertanyaan dengan mantap. Rasulullah saw. mengenal anak itu sebagai anak yang jujur. Tapi apa yang beliau lakukan selanjutnya? apakah beliau mengutus orang utk memenggal leher Abdullah bin Ubay?
Tidak. Beliau menunggu Abdullah bin Ubay untuk datang padanya dan menyampaikan penjelasannya sendiri. Dan Abdullah bin Ubay benar-benar datang karena takut akan diusir dari Madinah. Ia menyampaikan sumpah palsu bahwa ia tidak pernah mengatakan kata-kata buruk tersebut. Tapi kemudian turun ayat Al-Qur’an yang menyampaikan kebenaran berita Zaid bin Arqam teresbut. Barulah Rasulullah saw. benar-benar percaya. Sejak itu, beliau memalingkan wajahnya dari Abdullah bin Ubay.

Begitulah tabayyun. Apakah Anda objektif? Apakah Anda mendengar dengan jelas? Apakah Anda mendengar secara lengkap? Kalau ketiga pertanyaan ini sudah dijawab, maka mintalah penjelasan, baru ambil keputusan.

(copy paste, dari salah satu artikel di Bunga Rampai. Semoga bermanfaat bagi yang membaca.)

6 Tanggapan to “Tabayyun”

  1. HAMMAM ABDILLAH Desember 23, 2008 pada 6:00 pm #

    Thanks For Share ^_^

  2. indah Desember 24, 2008 pada 12:10 am #

    hmm.. bagus mb artikelny.. sy jd ngerti bgmn untk menanggapi kabar burung🙂 hrs dteliti dlu bnr atau tdk.. penting nie, plgi musim bgni, gie byk tgs, smuany pd emosi.. si A crita si B, si B crita si A.. huaaa sy bngung ksh solusiny, bgmn biar bs objektif… >>lohh kq malah curhat y😉 iya mb sy gie mood nulis nie, jd pengen nulis trz, mumpung gie pengen, pdhl tlsn sy jlek & tdk penting. tp pengen jha sy posting, hehehhe, bantuin bwd nulis yg bagus dunk mb🙂

    >>panjang bgt comment sy y??

  3. Neo_Mujahid Desember 24, 2008 pada 3:37 am #

    Kenapa Allah menciptakan kita dengan 2 mata, 2 telinga, 2 tangan dan 2 kaki. namun hanya menciptakan 1 mulut saja ??

    sebuah iklan rokok menyebutkan “Less Talk Do More”..

    Terkadang kita memang kurang bisa menjaga mulut yang hanya satu saja ini untuk berkata yang bukan menjadi HAK mulut kita. Sehingga setiap ada berita yang masuk dari telinga, meluncur indah dari bibir kita untuk disampaikan kepada orang lain sebelum tahu kebenarannya….

  4. patihmomo Maret 19, 2010 pada 6:18 am #

    setubuh..,eh salah.., setujuh..banget dengan motto “Less talk do more”

  5. ariscaturp Oktober 15, 2011 pada 4:36 pm #

    izin share teh😀

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tabayyun « ariscaturp - Oktober 6, 2011

    […] sumber […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: