Refleksi akhir tahun : tarbiyah itu nyata!

28 Des

Januari
Masa-masa penantian. Ketika pemahaman saya mengajak saya untuk menjadi seseorang yang pasrah dan menunggu. Berada pada posisi yang sebenarnya bisa berbuat lebih, tapi tertahan. Saat-saat mempertanyakan sebuah keputusan, dan ’memaksa’ diri untuk tetap tunduk dan patuh. Bismillah, ingin saya jalani semuanya dengan segudang mimpi, mengakhiri masa petualangan dengan sebuah pengabdian. Bulan inilah seluruh bekal itu diberikan, bekal untuk memulai perjuangan.

Februari
Mengawali amanah dengan sebuah tantangan : kuliah magang mahasiswa. Padahal, saat-saat seperti ini diperlukan ma’rifatul medan yang lebih. Dibutuhkan intensitas yang cukup untuk memahami, menggerakkan, dan menransfer. Tapi, cukup lumayan untuk sebuah awalan. Meski harus meraba-raba dan memetakan kekuatan, dan ternyata ruang gerak terhambat oleh beberapa hal. Ah.. tapi tetap semangat. Mereka menunggu semangat saya. Orang-orang baru yang berhak untuk mengenal dunia yang pernah membesarkan saya. Kini, saya ingin mengenalkan kepada mereka makna dari indahnya perjuangan itu…

Maret
Agenda-agenda besar mulai berdatangan. Harus ke semarang, pematangan konsep debat cagub, membackup adek-adek.. Hingga ada kesempatan untuk menyelenggarakan bedah buku. Saat-saat yang menyentuh. Ternyata kondisi memaksa saya ’memposisikan diri secara tepat’, meski orang menganggapnya salah. Tapi bagi saya yang terpenting adalah sebuah kepahaman untuk bergerak dan pembelajaran bagi mereka..
Dan saatnya memilih. Janji itu pun bergulir, posisi akan segera digantikan. Saya pun percaya, dan menunggu mereka menepatinya..

April
Kegelisahan itu, kenapa bertepuk sebelah tangan… Janji yang saya tunggu berbalik menjadi sebuah bumerang.. serba salah, sesak dan penat. Gambaran dari sebuah ’konsep ideal’ yang mulai buyar. Tapi, satu hal yang saya ingat ’belajar dari sebuah masalah’. Saya belajar, belajar menerima, belajar memahami, belajar untuk kuat. Ya, saya yakin saya kuat. Sebab kekuatan itulah yang membuat roda perjuangan itu terus berputar. Dengan bagaimanapun kondisi pengusungnya. Roda perjuangan itu harus terus berputar..

Mei
Saya mulai menyayangi perjuangan ini sepenuh hati. Allah memang menakdirkan saya bertemu dengan orang-orang luar biasa itu. Memahami karakter unik yang belum pernah saya temui, menjadi penenang kegundahan padahal saya tidak lebih tenang dari dia, mendapatkan reaksi ’di luar dugaan’ atas sebuah aksi diam saya saat itu.. Luar biasa..
Saya juga teringat, saat harus bolak-balik Semarang-Solo, meski pada akhirnya dimarahi karena dianggap ’gak akhsan, akhwat bolak-balik naik motor jauh-jauh..’ (iya, terpaksa, sih..) ..
Puncaknya, ga sadar kalo demam berdarah, padahal harus ribet membackup Debat Calon Gubernur Jateng.
Allah memang sengaja menempa dengan banyak hal, saya bersyukur…

Juni
Tawazunitas, keseimbangan..
amanah dan akademis memang dua hal yang memaksa seseorang untuk menjatuhkan pilihan. Ah.. saya masih sering tersenyum kalau mengingat itu. Masing-masing orang memang mempunyai cara yang berbeda untuk ’memilih’..
Justru itulah letak ’hebatnya’ pengorbanan.

Juli
Menghadapi kenyataan bahwa sahabat seperjuangan sedang goyah. Memang tidak disangka-sangka. Saat saya mencoba untuk bangkit, dia justru pada titik terlemah. Hampir saja saya menyerah, dan melepas dia.
Tapi kemudian satu nilai yang bisa saya ambil, Allah membantu menyelesaikan masalah saya, dengan cara mempertemukan saya pada orang yang membutuhkan penguatan dari saya.
Padahal mungkin, saya tidak lebih kuat dari dia. Tapi sambil memberikan ’advice’ dan penguatan, itu juga sebenarnya sekaligus untuk saya pribadi.
Ditambah lagi, skenario Allah luar biasa. Satu per satu peristiwa menjadikan mata kami terbuka, dan mencoba lebih dewasa.

Agustus
Fuh… akhirnya bisa saling mengerti, memahami. Agenda-agenda jadi terasa menyenangkan. Ruh perjuangan itu bangkit. Diiringi rasa keterikatan hati dari para pengusungnya. Hari kemerdekaan pun jadi terasa menyenangkan. Alhamdulillah.. memang, jika sudah satu visi, satu tujuan, perjuangan jadi terasa ringan. Subhanallah, atas semua alasan yang mempertemukan kami..

September
Ramadhan… Tempaan itu, yang membuat saya semakin mempercayai kuasaNya.. hanya Dia,,
Untuk sebuah kebenaran yang hakiki, hanya milikNya. Allah Yang Maha Tahu..

Oktober
Memulai lembaran baru, semangat baru.. Ditambah lagi, Eksmud 2008 sudah datang.
Ruh-ruh baru, energi baru. pokoknya, semua serba BARU…
Dan pelan-pelan, saya mulai harus ’menyingkir’ dari mereka. Perkenalan yang singkat. Tapi saya pikir, semuanya begitu hebat di kepala saya..
Saya ingat, SMS dari seorang kawan ”semoga kita selalu terikat dengan perjuangan ini..”
Dan saya yakin, kami memang selalu terikat, meski dalam dimensi yang lain serta cara yang tidak kami pahami.

November
Masa-masa transisi. Ada yang bilang menghebohkan. Ketika seseorang yang terbiasa ’turun ke jalan’, terbiasa berkutat dengan rutinitas porsima, rapat, diskusi dll. Tiba-tiba harus ’beralih’ ke dunia yang dulu belum pernah tersentuh.. Hehe.. memang sudah saatnya. Allah sudah memberikan kemudahan, tidak boleh disia-siakan.

Desember
Akhirnya, satu step terlewati. Tidak menyangka.. Saatnya akademis mendapat porsi yang cukup..
Dan biarkan memori-memori sepanjang tahun kemarin, menjadi cerita indah di penghujung petualangan saya, menghiasi sepanjang usia 21 tahun saya. Banyak nilai yang saya ambil. Antara sebuah idealisme, kepahaman, pengorbanan, kerja keras..
Tahun depan semoga lebih baik. Tidak ada kisah tanpa hikmah. Juga seperti tulisan saya di ’widget’ Allah mengatur semuanya ’indah pada waktunya’..

Nb : Terimakasih kepada semua yang telah mewarnai cerita saya. Untuk tadzkirohnya, pengingatan saat saya lupa dan khilaf, penguat saat saya hampir ’menyerah’.
Dan pada setiap orang yang bebas menilai seorang Sonia. Tapi, inilah saya, yang hanya seorang manusia biasa…🙂

19 Tanggapan to “Refleksi akhir tahun : tarbiyah itu nyata!”

  1. mulki Desember 28, 2008 pada 10:07 am #

    Luar Biasa nikmat yang Allah berikan, termasuk 365 hari untuk belajar banyak hal. happy new year, mbak! apa kbr? smg snantiasa berkah langkahmu. mohon doanya juga…

  2. HAMMAM ABDILLAH Desember 28, 2008 pada 12:13 pm #

    Walaupun saya ga kenal..
    Tapi dari tulisannya saya bisa merasakan ruh kebangkitan..
    Tahun 2008 menjadi sebuah bangunan yang mengutuhkan..
    Dan membentuk kepribadian dan pola fikir yang diharapkan..
    SEMANGAT !!

  3. indah Desember 28, 2008 pada 3:47 pm #

    subhanallah,
    saya aja belum refleksi pekan ini, padahal malam ini justru malam tahun baru hijriyah

  4. ivanmuhtar Desember 28, 2008 pada 4:49 pm #

    Hem, SEMANGAT!!!
    Aku gak bisa bilang apa2 karena kenalnya juga belum lama dengan mbak Son…

  5. Nunik Desember 28, 2008 pada 9:48 pm #

    Aq kenal mb son ya dr awal kuliah pas magang bem uns. Tp br lbh kenal hm,3-4 bln trakhr. Yup,qt memang hrs mrefleksikn diri utk lbh myadari stiap ksalahan dn brsyukur atas yg telah dlewati. Smg kdepan bs lbh baik. Met brjuang mb. Dn mari qt doakan saudra2 qt yg di Palestine. Krn prjuangan mreka benar2 nyata. Darah dn nyawa yg mjd taruhan. Lbh dr skedar perasaan..

  6. wachid Desember 31, 2008 pada 5:50 pm #

    sebuah fase perjuangan tlah terlewati meski mungkin tak kita sadari..
    syukron atas pengingatan dan support selama ini
    afwan kalau terlalu banyak keluhan yang tak jarang membuat yang lain mjd ikut tertular
    sekarang sdh ada jalannya masing2 dgn tempat yang berbeda pula
    semoga tetep smangat
    dan…..
    ingat jargon yang biasa….

  7. septysafridawati Januari 1, 2009 pada 3:02 am #

    hmm..jadi inget dulu pertama kali ktemu mbak son,, di Deket danau pertanian. berkesan…^^
    syukron ya mb tausyiahnya…..

  8. s H a Januari 1, 2009 pada 9:53 am #

    Mba Son. . . . . . . semoga ke depan kita lebih baik ya

  9. deeast Januari 1, 2009 pada 1:52 pm #

    luarbiasa!
    satu tahun yang penuh hikmah mudah2an..mbaaa

  10. p.wir Januari 3, 2009 pada 6:07 am #

    wah sonia ini tega banget, aku di-link dengan title : Blognya Kenalan 😦

  11. chaessar Januari 3, 2009 pada 3:04 pm #

    kenapa…?
    itu yang ada di kepala aku…
    kenapa orang yang sudah “keluar” dari porsima,,,kurasa meraka seakan enggan menginjakan kakinya kembali disana?!
    haramkah bagi mereka..?
    rasanya tidak…

    apa ada alasan lain…
    JAWAB…

    tidakkah mereka merasa rindu kepada kami yang masih tinggal disana?…atau sekedar berucap “berjuanglah”

    asal kalian tahu…
    disini…KAMI masih BUTUH DUKUNGAN KALIAN..

  12. agus cuprit Januari 5, 2009 pada 8:06 am #

    Semoga tahun 2009 akan lebih baik lagi..
    semangat ya!

  13. sphizaetus Januari 5, 2009 pada 2:29 pm #

    Subhanalloh..ana dipertemukan dengan orang yg pny semangat juang tinggi.pertama kenal dg anti di BEM MIPA, dipertemukan dalam perjuangan yg sama. ingat ketika beda pendapat n sempet bersitegang pd saat Pleno..he..he..afwan y sonya.
    moga tahun 2009 ni lebih baek lagi.ukhuwah di antara kita semua makin erat…jadi inget ketika nyiapin pelantikan n up grading brsama menteri2 n sekjen tanpa presiden..he..he

  14. ranselhijau Januari 10, 2009 pada 2:35 am #

    Mbak son,..
    Kapan target lulusnya? ^_^

  15. rizal Januari 10, 2009 pada 10:30 am #

    Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian
    Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh
    dan orang yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
    Mari siapkan momentum untuk 2009!

  16. Sonia Atika Januari 14, 2009 pada 7:26 am #

    @ mulki
    amin.. mb doakan.. semoga tahun ini lebih baik. gimana hasil merefleksinya? punya mulki panjang juga…
    @ hammam abdillah
    SEMANGAT juga..! (saya juga ga kenal..)
    @ indah
    belum telat untuk merefleksi kok mbak.. belum ganti 2010.. :-p
    @ ivanmuhtar
    salam kenal kalo gitu buat ivan..
    @ nunik
    saya kenal nunik secara mendalam juga baru aja.. kalo ga salah lewat lokakarya dagri ya nun? yup, saudara kita di palestine.. semoga diberi kekuatan…
    @ wachid
    wachid… harus sabar… sabar… tapi belajar cepat juga.. salut sama wachid..
    @ septysafridawati
    iya, mba juga inget ketemu septy di danau pertanian. semoga tausiyahnya ga lupa ya dek. alhamdulillah kalo masih inget. tetep istiqomah kan? kalo mulai lupa hubungi mbak lagi aja..🙂
    @ sHa
    amin… harus lebih baik!! harus!!
    @ deeast
    mudah2an.. satu tahun yang hebat memang..
    @ p.wir
    waduh.. diganti apa dong pak..? masa p wir tak taruh di temen kampus? atau temen sma… mm… apa dong…
    @ chaessar
    rindu? ya jelas laaaah…… mbak tetap mendukung kalian kookkk … kemaren mbak ke porsima, de…TRUST ME, OK!🙂
    @ agus cuprit
    amin… syukron pak
    @ sphizaetus
    betul, ndik, aku masih ingat kamu sukses membuatku hampir nangis di depan forum. gilaa…. kejam….. tapi untung aplause kalian saat itu tidak jadi meremukkan hatiku…. huffh hampir saja sonia nangis di depan forum. gila! yup, upgrading yang berkesan. semuanya berkesan, kalian berkesan…
    @ ranselhijau
    tahun ini, akh… hiks.. saling mendoakan deh. antum juli? weits.. yang penting ikhtiar dulu lah. Allah yang menentukan.
    @ rizal
    siap akhi!

  17. Fitra Januari 23, 2009 pada 9:59 am #

    Assalamualaikum.

    Subhanallah, menarik sekali tulisan-tulisan dek Sonia,.

  18. yanie Januari 25, 2009 pada 11:30 pm #

    tarbiyah itu madal hayah…
    karena belajar adalah pekerjaan seumur hidup

    tarbiyah itu mendewasakan..
    karena dengannya kita punya tujuan hidup dan menghargai hidup dengan seharusnya

    tetaplah dalam tarbiyah..
    semoga dengannya kita menjadi manusia yang sesungguhnya

  19. Sonia Atika Juli 18, 2011 pada 9:54 am #

    Entah kenapa, tulisan saya yang ini… luarrr biaasaaaaaaaa (terharu..😦 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: