Kisah Ketika Hujan

10 Jan

Suatu hari yang teduh, saat kota Solo yang beberapa waktu ini rajin sekali diguyur hujan, saya melihat sosoknya setelah sekian lama. Wajahnya kini tampak lebih bersemangat. Ruang-ruang yang dulu pernah terisi dengan kegundahan, keresahan, kini berganti terang. Tidak lagi saya dapati wajah termenung seolah-olah terpendam sejuta kepenatan di kepalanya. Tidak lagi saya lihat senyum yang terkesan terpaksa. Yang saya lihat adalah senyum yang kembali tulus, benar-benar senyum terhangat..
Kini, saya sedang mengamati sosok yang sudah lama tidak saya lihat. Sosok itu sepertinya akan melakukan aktivitas yang dulu pernah lama sekali dia tinggalkan. Aktivitas-aktivitas yang nampaknya telah teramat sangat dia rindukan. Benar, saya merasakan itu. Terlihat dari langkah kaki yang yakin dan penuh semangat. Kembali seperti dia yang dulu. Seolah-olah semangat itu ingin dia tularkan kembali kepada yang lain dan bersama-sama dengan dia menuju sesuatu yang luar biasa. Surga, mungkin..
Kini, wajah itu terlihat teduh, dengan proses tempaan yang senantiasa ada, dengan beban yang tidak dianggap sebagai beban, dengan kesibukan yang dia anggap sebagai pengabdian, dengan saudara seiman yang selalu mengingatkan, dengan iman sebagai kekuatan.
Ah.. Sungguh, sosok itu sudah tidak seperti dulu. Dan dia semoga senantiasa seperti itu…

14 Tanggapan to “Kisah Ketika Hujan”

  1. ivanmuhtar Januari 11, 2009 pada 1:33 pm #

    Siapa mbak???
    (tanda tanya)……

  2. s H a Januari 11, 2009 pada 4:06 pm #

    pengin tahu juga

  3. mulki Januari 12, 2009 pada 5:29 am #

    bikin penasaran aja nih mbak son.

  4. nunik Januari 12, 2009 pada 10:02 am #

    kayaknya qu tau ni mba siapa?? hehe..sok tau yah? sebenernya juga ga tau.. btw, sms mba yang dulu itu yang belum sempet kebales, yang nanyain kabar qu trus pas qu tanya balik kabar mba son, dirimu menjawab sesuatu yang aneh.. hm..are u okay sist???

  5. accan Januari 12, 2009 pada 3:40 pm #

    maksudnya gimana ya…(gak nyambung aku) hehe…😛

  6. accan Januari 12, 2009 pada 3:43 pm #

    tukeran link ya… 😛

  7. Sosok Januari 13, 2009 pada 10:27 am #

    Bukan saya kan Mbk?he.

  8. agus cuprit Januari 14, 2009 pada 8:06 am #

    semua pada nanya, semua butuh jawaban, dan yang punya blog ini punya beban menjawab pertanyaan itu!
    Sebenarnya sapa sih?????(kesel juga, jadi kiut-ikutan nanya…)

  9. deeast Januari 14, 2009 pada 1:57 pm #

    wah, syp tu mba??
    hehee,

  10. andika Januari 15, 2009 pada 2:51 pm #

    subhanalloh…terharu jadiny..eh..salah..
    ikutan nanya nich..capa sich tokoh ug dimaksud tu…?kok lama lama kamu jadi pengarang yg mmbwt orng tnd tny..hayo jawab..daripd rumah kamu di datangi banyak orng..he..he..mo njagong

  11. Arief Adi Januari 16, 2009 pada 7:42 am #

    hehehe… jadi malu…
    weleh….
    “wisuda itu nyata, dan rembulan itu masih ada… hanya dia malu ketika mentari tak memberikan cahaya kepadanya…”
    halagh… maksudnya?
    siapa mbak….
    (jadi ikutan penasaran)

  12. Sonia Atika Januari 20, 2009 pada 6:08 am #

    pada penasaran nih…
    yang jelas… dia… sudah tenang sekarang…🙂

  13. chaessar Maret 20, 2009 pada 9:42 am #

    kak son kayaknya aku tahu deh “dia” siapa….!!!

    yang pasti dy bukan si telor dadar. tapi aku tahu siapa dia…

    tidak perlu disebutkan kan?
    tapi bener gak yah….?…moga2 bener.

  14. Sonia Atika April 1, 2009 pada 4:42 am #

    @ chaessar
    hmmmmm……………………🙂 kalaupun benar, dede aja yang ngerti ya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: