Kota Solo Banjir! (atau.. Solo Kota Banjir??)

2 Feb

Fiuh.. sejak beberapa hari yang lalu, saya mendapati kota Solo tercinta tidak seperti biasanya. (kalau dihitung skala hari, memang ga biasanya, tapi kalo dihitung skala tahun, ya sudah hampir biasa…) kenapa bisa begitu? Yup, solo banjir! Ga semua sih,, cuman di beberapa titik. Tapi itu dia, titik-titik tersebut tahun kemarin juga banjir. Saya mulai sedikit khawatir, ini akan menjadi sebuah ritual, kebiasaan. ”Banjir lagi? Ah biasa….”

Yah, kalo seperti itu, susah. Kita tidak akan lagi menikmati nikmatnya guyuran hujan, bersama keluarga, makan jagung rebus yang hangat, teh hangat, sambil bercanda..
Atau kalau sedang bareng teman-teman, kita akan menikmati rintik hujan dengan bercerita, menikmati hidangan yang serba hangat..
Kita akan merindukan itu semua, ya kan?
Bukan malah panik dan menyelamatkan barang-barang, bingung mau mengungsi kemana, bingung bagaimana melewati malam tanpa khawatir air naik…

Hujan itu sebuah anugerah, sebenarnya. Bukan bencana. Allah menurunkan hujan untuk kehidupan, untuk menyirami tanaman, memberi minum manusia dan hewan.. tapi sekarang…

Ini artinya harus segera ada solusi. Banjir itu bukan tanpa sebab. Sanitasi yang bermasalah, tata kota yang salah, sampah di mana-mana, itu sebabnya.

Semoga kota Solo tercinta segera pulih.
Supaya kita akan menikmati hujan dengan tenang, dan selalu mengucap ”Alhamdulillah, hari ini hujan.. semoga turun hujan yang bermanfaat.. Allahumma shoibana fii’an..”

8 Tanggapan to “Kota Solo Banjir! (atau.. Solo Kota Banjir??)”

  1. tyo Februari 2, 2009 pada 12:16 pm #

    smg bangsa kita bukan spt apa yg Allah SWT gambarkan dlm Qur’an thd kaum Saba’ . Kaum yg dimusnahkan Allah SWT melalui musibah banjir..

  2. ~abiyasa & fathimah~ Februari 3, 2009 pada 1:12 am #

    amin..semoga hujan yang barokah bukan bencana..
    dan bukan the spirit of “banjir”🙂

  3. Arief Adi Februari 3, 2009 pada 5:59 am #

    the spirit of flood… hihihi…

  4. indah Februari 3, 2009 pada 2:22 pm #

    kq solo tcinta sihh mb??
    gmmn biar bs mencintai solo??

    banjir lagi..
    banjir………………smg sgr pulih

  5. deeast Februari 4, 2009 pada 2:28 am #

    hehee…mmg hari yg menyenangkan kemarin, saya disuguhi perjalanan alam yg owkey, green full-menyegarkan otak dn pikiran…

    -hemmmh, banjir-
    memang banjir di solo hrs segera ditanggulangi, makanya SOSMA ngadain acara SOlution Research Competition, yg bakal jd salah satu cara mencari solusi banjir di Solo.
    -numpang PROMO-

    hehehe,,,

  6. mulki Februari 4, 2009 pada 5:25 am #

    jadi banyak lahan buat mengabdi, mbak. (loh?) lahan belajar juga buat para coass n preklinik pas ngeposko banjir. heheh. ga ding, mbak. brcanda.
    -wish better futurelah buat solo…

  7. septysafridawati Februari 5, 2009 pada 8:32 am #

    yup,,kebetulan aq kemarin dapat tugas buat ngamatin drainase sebuah perkampungan di solo mbak. memang masih terjadi banyak masalah, kesadaran masyarakat juga kurang,tidak menaati peraturan tentang buiding coverage, ruang terbuka hijau, dsb.
    ayo bersama-sama…..^^

  8. hana chisai Februari 7, 2009 pada 6:46 am #

    Aslm.Boleh numpang comment,hufhh banjir yang dulu menjdi penyakit di Jakarta rupanya sudah mewabah ke kota lainnya,salah satunya Solo,emang iya si,kalau diliat dari sistem drainase or sanitasi sampe tata kota musti banyak yang dibenahi,kemarin waktu berkesempatan ke Gulon,saya liat tempat2 yang tinggi dan kemungkinan besar anti banjir justru dipakai buat kuburan cina,sedang perumahan buat yang masih hidup malah dibawah,udah gitu banyak banget ya rumah2 yang konstruksinya lebih rendah dari jalan raya…hehehe koq malah jadi ngomong banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: