Pendengar Yang Baik

8 Feb

Pernah tidak marah atau kesal pada orang yang memotong pembicaraan kita?

Pernah tidak sebel karena sedang asyiknya kita menyampaikan pendapat, pendapat itu dibalikkan pada kita lalu diberi statement “Bukan begitu, …”

Saya pernah. Tapi tidak pernah menutup kemungkinan tanpa sengaja saya juga melakukan itu. Pasti kalau sudah dibegitukan seluruh uneg-uneg yang memuncak di kepala akan tertahan, dan tidak jadi keluar. Ya kan..?

Saat saya masih junior, saya sangat ‘rawan’ dengan kemampuan senior untuk mendengarkan. Serius. Saya tipikal ‘sadis’ untuk menilai siapa yang bisa dan tidak menjadi pendengar yang baik. Semua akan sangat tampak dari pandangan mata, statemen saat menjawab, dan ekspresi wajah pendengar saat mendengarkan. Biasanya seorang senior yang terindikasi ‘tidak nyambung’ atau ‘males’ mendengar pembicaraan saya, saya akan sangat trauma bercerita pada dia.

Sebaliknya, bagi mereka yang saya pikir nyambung dan menyenangkan untuk tempat bercerita, saya akan senang dengan dia. Hmm.. sadis ya saya dulu..😛

Banyak masalah yang timbul hanya karena ada yang ‘tidak bersedia’ jadi pendengar yang baik. Sampai akhirnya, muncul fitnah, persepsi salah, menyakiti saudara yang lain, hanya karena satu : tidak siap mendengarkan (baca : tabayyun). Padahal kata seorang penyair sufistik terkenal, Jalaluddin Rumi, ”Karena untuk berbicara orang harus lebih dulu mendengarkan, maka belajarlah bicara dengan mendengarkan.”

Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik. Sungguh, nikmatnya sebuah pembicaraan kalau ada komposisi yang seimbang antara ‘bicara’ dan ‘mendengarkan’… Tidak ada salahnya sejenak kita diam, dan mendengarkan seseorang atau sahabat yang bercerita pada kita, hingga selesai dan membiarkannya lega. Khalifah Ali bin Abi Thalib RA berpesan, ”Siapa yang baik mendengarkannya, dialah yang paling cepat memperoleh manfaat.”

Mulai sekarang, mari kita semua belajar jadi pendengar yang baik. Bukan seorang yang egois untuk selalu ‘curhat’ tanpa pernah menjadi ‘tempat curhat’. Apalagi posisi seorang qiyadah ataupun pemimpin, hukumnya wajib menjadi pendengar yang baik. Kalau khawatir ga bisa curhat, kan masih ada Allah yang siap mendengarkan kita kapanpun. Ya kan..? 🙂

9 Tanggapan to “Pendengar Yang Baik”

  1. wachid Februari 8, 2009 pada 5:13 pm #

    siaap….siaap

  2. bozded Februari 8, 2009 pada 7:00 pm #

    link super move

  3. Arief Adi Februari 9, 2009 pada 4:34 am #

    whe… gua juga sebel kalo’ ada orang gak mau dengerin gua ngomong… padahal gua selalu merhatiin dia kalau dia ngomong…

    sama dengan pembaca yang baik nggak mbak?

  4. agusr Februari 11, 2009 pada 5:13 pm #

    bukan hanya mendengar dengan telinga Son, tapi juga dengan hati. kalau hanya dengan telinga, bgaimana kita ikut merasakan apa yang ada di hati orang lain.
    jadi inget ketika aku tak mau mendengar dan tak mau bercerita pada siapapun. hmmm….jd sosok individual sebenarnya menyenangkan, ketika kita tak merasa butuh orang lain.
    tapi sekali butuh, jatuhnya jauh lebih sakit lagi dari sebelumnya….

  5. indah Februari 12, 2009 pada 3:50 am #

    kalo cuman mdengarkan ckp bs dg baek,, hehehhe.. tp kalo mberi tanggapan yg baek gak bs,, ehh salah blom bs.. bantuin yaa mb ^^

  6. nunik Februari 12, 2009 pada 4:57 am #

    dalam buku personality plus:

    kalo kata orang sanguinis, menjadi pendengar yang baik lebih sulit daripada jadi pembicara yang baik. karena mendengarkan harus memiliki energi dan kekuatan yang ekstra..

    kalo kata orang plegmatis, mendengar yang baik lebih terasa nikmat dibanding jadi orang yang suka bicara. karena mendengarkan lebih dikit terjadi konflik dari pada bicara yang rawan bikin konflik.

    dan dalam diri setipa manusia punya kecendrungan itu semua. tapi bisa dilatih untuk menyeimbangkan keduanya…

  7. yudhi15 Februari 12, 2009 pada 6:59 pm #

    Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

    Ada tamu neh…🙂

  8. Donz Juan Februari 13, 2009 pada 2:41 pm #

    Biasa sajalah, semua khan harus sesuai porsi, waktu, dan tempatnya saja. Terserah gmn enaknya saja, biar g’ tepot

  9. old secretary Februari 19, 2009 pada 3:06 pm #

    nice article….keep goin further…

    and be productive writer and listener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: