Warna yang baru

11 Mar

Bukan hidup yang sebenarnya kalau tanpa warna.
Saat ini, saya sedang amat sangat menikmati warna baru yang sedikit demi sedikit ditorehkan dalam buku gambar kecil kehidupan saya (hayyah… kok saya jadi mellow banget…)
Warna yang benar-benar tidak terduga. Peristiwa demi peristiwa menggiring saya untuk menemukan dunia baru ini. Benar, kalau saja saya masih diberi kepercayaan untuk berada di kampus, saya malah tidak akan ‘tahu’ bahwa ada dunia yang seperti ini.
Bersama sahabat saya, Putri (nama yang sebenarnya) kami mencoba menjadi seseorang yang ‘berbaur’ dengan masyarakat. Sedikit demi sedikit. Pelan pelan, tapi mungkin jangka panjang. Insya Allah, doakan kami istiqomah.
Kami adalah dua orang yang awam sekali tentang kemasyarakatan. Maklum, kampus cukup menyita waktu kami beberapa lama, meski saya akui, kampuslah yang mengenalkan jalan yang luar biasa ini.
Tapi apa yang telah kami dapatkan di kampus, coba untuk kami olah, kami desain menjadi sesuatu yang bisa mereka terima. Dan semuanya sebenarnya simpel, kami hanya ingin sedikit ‘memberi’ pada mereka apa yang kami punya. Dan juga, kami mengenalkan sesuatu yang berbeda. Bahwa masjid tidak hanya tempat sholat atau mengaji saja. tapi juga tempat untuk ‘mengkaji’, transfer ilmu, dan refreshing jiwa.
Dan yang coba untuk saya pahami, sebagai seseorang yang teramat minim dalam kepahaman, yang teramat naif untuk mengaku sebagai ‘aktivis dakwah’, bahwa sebenarnya inilah kehidupan yang nyata. Mau tidak mau, cepat atau lambat, kita akan menghadapinya.
Dan saat melihat wajah-wajah ‘yang haus ilmu’ itu menatap, rasanya yang sedikit ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sejujurnya, saya hanya ingin menafsirkan dakwah secara lebih sederhana.
dakwah yang berarti ‘menyeru kepada kebaikan’. Dakwah yang tidak perlu untuk menilai atau mempersepsikan atau bahkan menjudge objek dakwah kita, dakwah yang tidak memerlukan ‘keakuisisian’ untuk bisa naik menuju level yang lebih tinggi, dakwah yang tidak palsu, tapi tulus…. hanya berharap mereka bisa mengenal Islam yang indah, yang nyaman, dan luar biasa.
Semoga kami bisa istiqomah. Amin…

6 Tanggapan to “Warna yang baru”

  1. nunik Maret 12, 2009 pada 9:08 am #

    nanti kapan2 aku main ke TPA mu ya mba………..

  2. wong magelang Maret 14, 2009 pada 8:19 am #

    wa’alikumsalam..
    iy lama y.. rindu mb soni ^^
    sy jg jarang posting skrg, bosen, hehe..
    dan jg kalo nulis malah spt diary, gak mutu..

    dg mb pu3 y??
    sampaikan salam rindu sy untk mb pu3 ^^
    kpn bs bjumpa lg??

  3. deeast Maret 15, 2009 pada 12:43 pm #

    lamaaaaa tak menyentuh blogspot,
    sama rindunya dengan sister2 saya yang inspired…

    sptnya kegiatan yg menarik,
    bertemu langsung orang2 di laboratorium kehidupan, memang menarik bwt saya…

    semoga saja mbaaaaa…..

  4. mulki Maret 20, 2009 pada 7:23 am #

    tetap semangka asem… tetap semangat kawan ayo semangat!

  5. Hana Juni 29, 2012 pada 7:14 pm #

    assalamualaikum..
    mba, aku izin copy tulisan’y yah🙂
    #mirip aku

    • Sonia Atika Juli 1, 2012 pada 5:23 am #

      wa’alaikumsalam.. wah, ada yg punya cerita yg sama yah? subhanallah.. boleh,,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: