Perbedaan Laki-laki dan Perempuan jika berbuat salah

24 Okt
perbedaan laki perempuan jika berbuat salah-kartun ikhwan akhwat lucu-kartun suami istri

klik gambar untuk memperjelas🙂

Bagi anda yang telah menikah, mungkin sering mengalami ini. Saat suami atau istri melakukan kesalahan, tetap saja akhirnya suami yang meminta maaf😀

Ilustrasi di atas bukan sebuah pembenaran, melainkan hasil pengamatan. Potongan cerita nya pun bukan atas inspirasi saya pribadi, tapi saya dapatkan di sebuah forum jejaring sosial, yang kemudian saya dapati pada kehidupan saya. Untuk lebih menghayati, saya sesuaikan, dengan ilustrasi keluarga muslim.

Anda juga mengalaminya?

Sekali lagi, ini bukan pembenaran. Jika anda juga mengalaminya, ada baiknya mulai sedikit menyesuaikan dan memahami. Laki-laki dan perempuan adalah dua makhluk yang berbeda, bahkan bertentangan. Namun dibuat bukan untuk saling menentang, tapi saling melengkapi.

Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Sebab disitulah ruang-ruang untuk mengerti, memahami, menumbuhkan cinta, dan menghargai satu sama lain. Apalagi jika telah dbingkai oleh syariat, dan mendapatkan label halal.

11 Tanggapan to “Perbedaan Laki-laki dan Perempuan jika berbuat salah”

  1. amazzet Oktober 26, 2010 pada 2:03 am #

    Betapa saling memahami itu penting untuk merajut bingkai kasih yang penuh dengan kebahagiaan. Salam ukhuwah dan selamat berkarya…

    • Sonia Atika Oktober 27, 2010 pada 2:44 pm #

      iya, poinnya memang itu… dan memahami itu butuh proses.
      sama-sama…🙂

  2. NUNIK Oktober 28, 2010 pada 8:38 am #

    mba son…
    apa kabar?
    uda di arab ya mba?

    • Sonia Atika Oktober 28, 2010 pada 9:11 am #

      baik, nunik….
      belum kok. masi di rumah. cuman emang lagi menikmati ‘being a family woman’ aja..

      nunik apa kbr? dah sembuh belum?

  3. erna Oktober 30, 2010 pada 6:15 am #

    heheheeheheh
    intinya, laki-laki yang slalu minta maap ye??? ^_^”v

    • Sonia Atika November 6, 2010 pada 7:33 am #

      hehe,… iye..
      in some cases.. dek..

  4. khiyaratul November 24, 2010 pada 12:37 pm #

    asw.. apakah laki2 g merasa dirinya terpaksa harus mengalah? atw itu memang sutu karakter yg fitrah dari seorang laki2. tapi bagaimana dg laki2 yg suka bertindak kasar?

  5. khiyaratul November 24, 2010 pada 12:38 pm #

    mohon jawabannya..?

    • Sonia Atika Desember 6, 2010 pada 8:01 am #

      bagi laki2 yang ‘baik’, itu mungkin sebuah karakter/ fitrah.. soalnya saya juga mengalaminya. tanpa sadar…

      bagi laki2 yg kasar, bisa jadi berlaku sebaliknya… (sebab kondisi ideal/fitrah laki2 adalah pelindung.. jadi akan cenderung memilih mengalah…)

      • cah samin Januari 30, 2011 pada 11:47 pm #

        Nah konteks “melindungi” itu yg sbenarnya jd sisi pembenaran, padahal sebenarnya hrs tetep pada porsinya.
        Blum tentu jg ilustrasi pd gambar d atas tsb menjadi hal yg baku, bhw kemudian pd titik akhir suaminya mnt maaf meskipun istrinya yg melakukan kesalahan. Bisa saja suami tetep mengeluarkan amarahnya, g’ masalah tho, jd perspektifmu yg kasar itu seperti apa? Kl mengacu pd KDRT dan sunnah, berarti asal tdk melanggar hal tsb g’ masalah khan.

  6. Ummi Fitri salsabila November 25, 2011 pada 2:05 pm #

    Kami kl berselisih, slalu sy yg minta maaf duluan, walopun suami yg salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: