Renungan di Seperempat Abad Saya

29 Des

saatnya bermuhasabah...

Suatu hari ada yang mengatakan iri pada kehidupan saya. Menikah, memiliki anak, dan sudah menginjakkan kaki di Baitullah. Saya termenung. Sejenak merasa sangat  tertohok. Bukan bangga, ataupun merasa lebih, tapi justru saya tersadar seketika itu.

Apa lagi yang masih harus saya capai? puaskah saya dengan apa yang saya dapat sejauh ini? belum.. astaghfirullah.. masih banyak yang belum bisa saya lakukan.

Menikah tidak berhenti sampai kita mendapatkan orang yang tepat, kemudian mengucapkan ijab qabul. Tapi sudahkah kita membuatnya bahagia? sudahkah kita memberi lebih padanya? sudahkah kita memenuhi hak-haknya, menjalankan kewajiban kita padanya, sudahkah menjadi pasangan yang tepat baginya?

Memiliki anak juga tidak sekedar hamil hingga melahirkan. Tapi semua baru saja dimulai, sejak amanah itu ada ditangan kita, kemudian mendidiknya, membesarkannya, menjadikan anak kita manusia yang takut pada Rabbnya..

Jadi letak kesempurnaan bukan pada apa yang kita alami sekarang. Tapi pada proses yang masih akan terus berjalan. Jadi pantaskah merasa puas, sedang penilaian akhir belum kita pegang?

Letak kesempurnaan adalah jika semua yang kita dapatkan sekarang, serta yang kita jalankan sekarang bisa membawa kita ke tujuan akhir. SurgaNya..

Telah seperempat abad Allah memberi saya jatah usia. Betapa bersyukurnya saat ini saya memiliki pendamping hidup yang sholeh, pintar, tampan, dan bertanggung jawab. Memiliki seorang putri kecil yang sehat, cantik, lucu, cerdas. Memiliki keluarga yang harmonis, Memiliki rizki yang cukup. Pernah diberi kesempatan untuk mengunjungi Baitullah.. Ah.. maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

Allah, jika masih Kau ijinkan aku mengais nikmat-nikmatMu yang lain

maka jangan Kau biarkan aku lalai

untuk bersyukur padaMu,

bersabar atas segala ujianMu

menjaga amanah-amanah dariMu

menjadi hambaMu yang selalu taat hingga akhir hayat…

Ya Rabb.. aku mencintaiMu selamanya, sebenar-benar aku cinta..

Dua orang berwajah mirip yang membuat hidup saya semakin lengkap🙂

4 Tanggapan to “Renungan di Seperempat Abad Saya”

  1. H.G. Subekti Desember 30, 2011 pada 11:41 am #

    We will always love you, Ibu,….🙂
    We thank you,… and love you,…

    • Sonia Atika Januari 17, 2012 pada 4:35 pm #

      😳

  2. Merry Januari 11, 2012 pada 6:17 am #

    *meleleh*

    kerennnnnnn!!!!🙂

    • Sonia Atika Januari 17, 2012 pada 4:36 pm #

      hihi…😳

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: