Karena Merawat Bayi bukan Ilmu Pasti ; Tips Merawat Anak

17 Jan

3 bulan lebih saya menjadi ibu. Sejauh ini, benar-benar menarik. Saya masih ingat suatu hari, sebelum berangkat ke Jeddah, ayah mertua saya mengatakan “Kamu kan sarjana, jadi pasti ndak masalah merawat bayi sendirian tanpa bantuan orang lain..” Saat itu kalimat tersebut cukup menguatkan saya, yang nantinya akan benar-benar sendiri, hanya dengan suami di negeri orang. Ya, saya kan sarjana, pasti bisa.

Tapi kemudian sekarang saya memikirkannya lagi, apa hubungan antara sarjana dan merawat bayi? Saya lulusan matematika sains, bukan kebidanan, atau psikologi, atau mungkin keperawatan.
Apa lalu hubungan dengan ilmu saya dan merawat bayi?
Sebenarnya ini sama dengan ketika saya pertama awal-awal menikah. Saat suami sudah berada di negeri orang, praktis saya sering sendirian terlibat interaksi dengan keluarga besar suami. Saat itu saya merasa tenang, karena : saya kan sarjana, harusnya mudah bersosialisasi dengan hal dan orang-orang baru. Ya, padahal saya kan sarjana sains matematika, bukan sosial politik atau sosiologi.
Artinya, pendidikan bukan hanya perkara ilmu yang sebidang dengan spesialisasi kita, tapi juga kemampuan-kemampuan yang lain. Kemampuan-kemampuan alami yang dimiliki karena sering berinteraksi dengan orang yang juga tenang, sering dituntut memecahkan masalah, mencari solusi cepat, dan lebih realistis. Alhamdulillah, dulu selain kuliah saya juga ikut organisasi, jadi dalam beberapa masalah bisa mencoba tenang, bahkan malah tidak menganggapnya sebagai masalah.

Dan ternyata itu semua penting sekarang. Jelas, merawat anak pertama sendirian, tanpa baby sitter, asisten rumah tangga, tanpa punya tetangga juga, benar-benar hal baru. Tapi ibarat kuis ataupun ujian semester saat kuliah, jadwal sudah ditetapkan, tinggal bagaimana kita persiapkan diri menuju hari H. Belajar, mencari referensi, bertanya ke orang yang juga sudah ujian. Sama, sebelum akhirnya praktek merawat bayi, ada waktu untuk belajar. Googling, baca artikel, melihat video cara memandikan, menenangkan, cara menyusui, dan sebagainya.
Meskipun banyak juga hal-hal spontan yang terjadi. Tapi kan kita sudah punya modal awal, tenang. Baru kemudian saat sempat kita cari di internet solusinya. Pasti banyak pembahasannya.
Tersedia, lengkap, dan tinggal membaca.
Nampaknya saya setuju saat ada di sebuah forum, mengatakan bahwa “Salah satu alat doraemon yang terealisasi adalah -mesin tahu segalanya- dengan wujud yang ada sekarang : google
hahaha..:mrgreen:
Iya, mau tanya permasalahan apapun bisa tanya google. Sampai-sampai, saya menyebut Haniya memiliki eyang satu lagi setelah eyang-eyang di Solo : Eyang Gugel. Karena setiap mengalami hal baru dengan Haniya, saya langsung konsultasi ke Eyang Gugel. Dan pasti ada. Alhamdulillah.. Yah, walaupun jelas, terkait takdir Allah tidak bisa ditanyakan di Google. Meski saya pernah menemukan orang menemukan blog saya karena menulis kata kunci : Siapa jodoh Tr* S*b*k**
Ahahaha..:mrgreen:  ternyata ada yang mencoba mencari jodoh di google. Ada-ada saja.

Lantas, apakah semua beres dengan bertanya dengan gugel? ternyata tidak. Mungkin di internet bisa memberi jalan keluar atau solusi, tapi hanya berupa pilihan-pilihan saja.
If-then-else. Kalau bahasa pemrograman mungkin begitu. Kalau bukan ini, ya itu, atau yang lain.
Seperti jika bayi tidak tenang, kalau bukan karena lapar, mengantuk, pup, dan seterusnya.

Jika bayi belum juga tidur, bisa dengan digendong, atau disusui, atau didiamkan saja, dan seterusnya.
Jika bayi tidak mau menyusu, mungkin karena kenyang, tidak nyaman, atau yang lainnya..
Ya, pun berlaku untuk hal yang lain..

Sebab masing-masing bayi berbeda. Mungkin kalau diberi grade 1-10, ada tipe bayi yang level ketenangannya 8, atau ada yang 5, atau ada yang 10? bersyukurlah, ibu-ibu, kalau anak anda grade ketenangannya 10. Karena itu adalah sebuah kenikmatan luar biasa. Saya memiliki keponakan, yang masing-masing memiliki grade ketenangan berbeda.

Disitulah letak ‘ujian’ bagi setiap ibu. Salah satunya saya. Mungkin Haniya bukan bayi dengan tipe grade ketenangan 10, tapi setidaknya bukan dengan level 1atau 0 kan?

Alhamdulillah, tetap semua disyukuri.

Barangkali ada bayi yang jam tidurnya teratur, dicium keningnya kemudian dibisikkan “Bobok nyenyak ya, sayang..” kemudian langsung merem dan tidur? wow.. itu luar biasa sekali. Mungkin ada juga yang sudah di timang-timang, disusui, dinyanyikan, tapi tetap saja tidak tidur, malah ditambah berteriak-teriak?

Ah.. masing-masing bayi memiliki keunikan. Pesan saya, jangan sekali-kali menetapkan patokan pada bayi kita, misal si A begini, kenapa bayi saya tidak?
jangan, itu hanya akan menambah pressure bagi ibu. Hasilnya, ibu malah tidak tenang, karena akan selalu berpikir : kenapa bayiku begini, kenapa begitu, kenapa?

Solutif? tidak.

Seharusnya, fokus pada bayi kita. Bagaimanapun dia, itulah bayi kita. Kita yang menyesuaikan.. Sambil terus menerus berusaha menjadi ibu yang lebih baik, dan merawatnya dengan lebih baik..
Karena merawat bayi bukan ilmu pasti. Agar kita terus belajar, bersabar, dan bersyukur. Justru diantara ketidak pastian itu, terselip keajaiban-keajaiban kecil, yang membuat hal-hal sederhana menjadi luar biasa.

Semangat, para ibu muda..🙂

18 Tanggapan to “Karena Merawat Bayi bukan Ilmu Pasti ; Tips Merawat Anak”

  1. Dhian Nurma Januari 17, 2012 pada 5:19 pm #

    merawat bayi itu bukan ilmu pasti, agar kita terus belajar, bersabar, dan bersyukur. tentang bersabar, tentunya sabar hari ini belum tentu bisa digunakan untuk menghadapi ujian hari esok. karena anak-anak pun tidak selamanya akan menjadi bayi. fase perkembangan mereka pun akan membutuhkan perhatian yang porsinya tidak selalu sama🙂

    salam kenal mbak sonia, saya dhian dari sastra inggris uns angkatan 2007🙂 suka baca ngikutin tulisannya mbak nih, keliatan banget kalo mbak sonia keibuan banget. semoga begitu adanya ya, aamiin🙂

    dhian lagi suka-sukanya baca belajar tentang anak nih mbak (padahal nikah aja belum ya), apalagi tentang anak kecil. sering2 nulis tentang haniya ya mbak, biar dhian tambah pengetahuannya. hehehe, salam kenal buat haniya mbaak ^^

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 3:59 am #

      betul, dek dhian… masih banyak hal baru yang akan terus ditemui..
      haha.. karena sudah jadi ibu, jadi keibuan..

      waktu masih jadi istri saja, ya keistrian.
      waktu masih jadi anak, kekanak-kanakan.. hehe

      salam kenal juga dek… insya Allah… jadi semangat menulis iniy🙂

  2. Merry Januari 17, 2012 pada 9:34 pm #

    mantapppp sonia…..
    thanx for sharing yah..jujur aq termasuk bunda yang panikan, paranoid, dan suka ga tenang… pokonya panikan bgt klo anak nangis ga berenti2, atau ga mau makan , atau ga mau tidur siang,,,,
    tapi sekarang aq pelan2 mencoba menghilangkan rasa itu, pengen ga paranoid laaa… eh kebetulan sonia nulis ini….hehe..inshaAllah bermanfaat bgt nih son…

    cium sayang u Haniya yaa…. semangat sonia!!!

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 4:02 am #

      huaaa.. masak siy mb merry panikan? ga keliatan deh..🙂

      iya, mb.. sejujurnya, dengan nulis kayak gini juga bikin terapi buat saya juga loh mb…

      hehehe

      semangat juga mb merry!!:mrgreen:

  3. mulki Januari 17, 2012 pada 11:11 pm #

    semangat, ummu haniya!! alhamdulillah, aku jadi nambah referensi bacaan persiapan jd ibu muda🙂 masih eksklusif mbak son? tips2ny juga dooong…

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 4:05 am #

      mulki uda ada tanda2 yak? aamiiiin

      eksklusif nih, mulki.. meski pas dulu waktu haniya lahir, sempat kecolongan, karena gak mudeng kitanya…

      alhamdulillah ni masih eksklusif terus.
      tips? cuma satu loh : YAKIN BISA! udah, deh.. hehe..:mrgreen:

  4. setia1heri Januari 18, 2012 pada 7:27 am #

    buat anak itu jangan coba-coba…hehehe

    bisa itu dari biasa kawan…

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 4:06 am #

      hu um

  5. syifaa Januari 18, 2012 pada 9:24 am #

    assalamualaikum, boleh ga yaa kita kenalan di dunia maya,hehe..
    perkenalkan mbak sonia,saya syifa,kita sama2 new-mommy nih,sama2 ngurus anak sendiri n jauh dari keluarga.. bedanya kalau mbak sonia nun jauh di negeri orang, saya mah masih di tanah jawa, dulu di barat sekarang di timur,hehehee..
    oh ya, anakku tgl 24 jan genap 6 bulan.. setuju banget,tak ada ilmu pasti untuk merawat anak.. walopun saya dulu kuliah di kebidanan, tetep aja begitu ada yang aneh-aneh di Baby langsung riweuh *a.k.a rempong,hehehee..
    ayoo semangat Ummu!!🙂 Jangan lupa asi eksklusifnya ya sebisa mungkin..🙂

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 4:08 am #

      boleh, boleh, mb.. ah tapi sayang ni link blognya mb syifa salah… tp saya tetep bisa nemuin kok..

      wah, uda 6 bulan ya?

      eh..mahasiswa kebidanan.. hihi.. saya kira sudah pasti langsung ahli..
      iya, mb.. alhamdulillah eksklusif jalan terus..

      semangat juga!!🙂

  6. H.G. Subekti Januari 18, 2012 pada 12:37 pm #

    Semangat!!!
    :mrgreen:

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 4:08 am #

      semangattt!!! :-*

  7. nunik Januari 19, 2012 pada 2:04 pm #

    setiap anak punya teori sendiri2 mba🙂

    • Sonia Atika Januari 24, 2012 pada 4:09 am #

      iya, nun… dan ibu akhirnya dituntut untuk terus memahami teori-teori masing2 bayinya..

      jadi belajar terus sepanjang waktu..🙂

  8. farros Januari 24, 2012 pada 9:32 am #

    Haha, betul son.. tiap bayi punya karakter sendiri2… tak perlu risau kalau bayi kita berbeda dengan bayi2 yang lain.. baik masalah pola makan, pola perkembangan, dll.. yang penting tetep berikan yang terbaik untuk anak kita, banyak2 doa n smangat

    • Sonia Atika Februari 4, 2012 pada 5:13 pm #

      iya, pak ridwan.. betul sekali..🙂

  9. Irea Gill vogan Januari 27, 2012 pada 1:17 am #

    Sebagai orang tua, tentunya ingin mendapatkan metode belajar membaca yang terbaik buat anak anak balita atau anak yang belum bisa membaca.

  10. Liany Maret 27, 2012 pada 4:47 am #

    Betul merawat bayi harus dengan Hati karena bayi bukan ilmu hati. Insting dan perasaan ibu lebih berperan loh..salam kenal ya mbak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: