ASI Tetap yang Terbaik

1 Feb

I want the real thing

Apa salah satu hal yang ‘amazing’ ketika menjadi ibu? jawaban saya : menyusui.

Ya, setelah sembilan bulan lamanya si kecil menghuni rahim saya, kemudian dia keluar, menjadi individu baru, sempat saya merasa sepi. Sudah tidak ada lagi yang  menemani saya dimanapun dan kapanpun. Entah itu dengan tendangan kecilnya, liukannya, cegukannya. Tapi setidaknya, saya masih punya salah satu sarana untuk tetap merasa dekat dengan dia, yaitu saat menyusui.

Dulu saya berpikir menyusui itu sepele. Sangat sepele. Semua ibu pasti bisa. Tapi ternyata saya salah. Di awal-awal saya sempat kewalahan, bahkan beberapa kali saya ‘terjerumus’ pada susu formula. Selain karena kepolosan saya, yang tidak tega melihat Haniya gelisah waktu hari-hari masih di Rumah Sakit, ditambah dari RS disediakan susu formula gratis, lengkap sudah. Saya pikir, memang RS sengaja menyediakan susu formula kalau bayi tiba-tiba gelisah. Duh… Padahal saya dulu pernah meyakini, kalau bayi masih bisa bertahan hingga 3 hari tanpa menyusu, tapi entah kenapa saat itu saya lupa sama sekali..

Alhamdulillah, di hari ke 3, saya dijenguk para istri teman ngaji suami, yang memberi nasehat banyak kepada saya (hiks, terima kasih banyak ibu-ibu), salah satunya “Semua ibu itu bisa menyusui, kalaupun ada yang nggak bisa, paling satu diantara seratus.”

Oh, berarti, saya pasti salah satu di antara 99 ibu itu. Pikir saya yakin. Apalagi, saat itu saya juga ditraining cara menyusui. Ternyata setelah praktek langsung, tidak semudah saat hanya melihat kakak-kakak saya dulu. Sambil berlatih, ibu-ibu baik itu terus memberi saya motivasi. Lumayan, sebagai pengganti wejangan dari ibu yang saat itu tidak bisa membersamai.

Di hari-hari awal saya kadang masih kurang yakin, keluar tidak, ya ASI nya?. Tapi saya percaya, semakin dihisap bayi, maka ASI akan semakin diproduksi. Walaupun ketika beberapa malam di rumah, untuk memberi ketenangan, saya siap-siap susu formula, yang diberi gratis dari rumah sakit.

Hari ke satu, hari kedua Haniya di rumah, saya masih memberinya susu formula ketika malam hari  (maaf, ya Haniya.. hiks), karena saya tidak tega melihatnya tidak kunjung tidur, meski sudah menyusu. Padahal belakangan, baru saya tahu, kalau hal itu biasa, karena awal-awal menyusui, yang keluar adalah kolostrum, belum ASI, jadi wajar bayi masih rewel. Mungkin juga, karena di Rumah Sakit terbiasa diberi susu formula, akhirnya bayi hanya bisa merasa kenyang kalau diminumi formula. Ah, saya jadi tahu, bahwa RS tempat saya melahirkan termasuk bukan pro ASI, karena saat saya mengunjungi ruang newborn, selalu ada suster yang sedang memberi bayi susu formula.

Sampai hampir seminggu Haniya di rumah, baru dia tenang tanpa susu formula. Dan saya pun merasa semakin yakin bahwa ASI saya sudah keluar. Sampai sekarang alhamdulillah saya bisa memberikan ASI eksklusif, semoga bisa sampai 2 tahun, aamiin.

Sedih juga jika ada seorang ibu yang mengeluhkan ASI nya sedikit. Padahal tidak ada ASI kurang, kecuali ibu tersebut konsumen obat-obatan dalam skala besar, atau mengidap depresi. Jika ibu tersebut sehat, tidak ada keluhan, maka tidak ada masalah apapun untuk dia menyusui.

Jadi memang kunci untuk sukses menyusui adalah bahwa kita yakin bisa. Pikiran positif, perasaan tenang, dan berpikir memberi yang terbaik bagi bayi kita. Karena ASI adalah penghubung kita dengan bayi kita, ASI adalah ‘gift’ dari Allah yang disampaikan untuk bayi kita melalui kita.

Meski barangkali di tengah jalan menemui kendala. Misal puting lecet, bayi tidak mau menyusu, itu hal biasa. Saya pun di awal-awal mengalaminya. Bahkan sempat berpikiran, betapa menyusui itu benar-benar ‘painful’, mengalahkan rasa sakit operasi. Alhamdulillah-nya saya pernah membaca, ludah bayi bisa menyembuhkan lecet tersebut. Nah, langsung dapat solusi, kan? Jangan khawatir, para ibu, Insya Allah, inilah jihad dan ladang amal bagi kita.

”Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya, seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut, maka sesungguhnya baginya pahala mati syahid. ” (HR. Tabrani)

Alhamdulillah setelah sebulan, keluhan-keluhan hilang. Bahkan ASI menjadi deras, seiring kebutuhan bayi yang juga semakin banyak.

Jadi ibu yang ingin sukses menyusui benar-benar harus berpikir positif. Setiap ibu pasti bisa menyusui. Dan setiap bayi, berhak untuk mendapatkan ASI. Dimanapun yang asli jauh lebih bagus dari imitasi. ASI pasti jauh lebih bagus dari susu formula. Meskipun ibu tersebut kurus (kayak saya, maksudnya.. hehe:mrgreen: ) tapi pasti bisa memberikan ASI maksimal. Buktinya Haniya gemuk hihi..:mrgreen:  alhamdulillah..

Jadi, para ibu, jangan pernah khawatir, Allah saja menyuruh para ibu untuk menyusui bayinya. Artinya, pun Allah pasti memberikan tiap ibu untuk memiliki kemampuan itu, bukan?

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. ” (Al-Baqarah: 233)

Yeaaah...!!

Yeaaah…!!

16 Tanggapan to “ASI Tetap yang Terbaik”

  1. Merry Februari 2, 2012 pada 12:13 am #

    setuju…!!!
    harus yakin klo bisa nyusuinnn…bakalan deras nantinya..waktu kk Una dlm wktu 3 hari lsg deras..waktu dd Serhan hari pertama di RS aja bisa meras ASI 40 ml..Subhanallah..
    mgkn karena udh prnh menyusui yah son..
    dan waktu kk Una lecet mpe berdarah2,mau nyusuin aja tarik napas n meremm,haha..tp pas Serhan ga lecet sama sekali..

    semangat Sonia!!

    • Sonia Atika Februari 5, 2012 pada 4:24 am #

      iya, mb.. waktu itu aku bener2 modal yakin. diajari kan cuma bentar. habis itu praktek sendiri. pas lecet juga sambil merem.. hihi.. kalo ga disusuin kan ntar malah membatu yak? tambah sakiiit.. mau ga mau kan di susuin… huhu…

      alhamdulillah uda terlewati masa2 itu… fiuh…

      semangat!!:mrgreen:

  2. indang Februari 2, 2012 pada 3:50 am #

    kalau ditinggal kerja gimana, Son? tetep harus pake formula juga…. coz kalo diperas kadang sakit…

    • Sonia Atika Februari 5, 2012 pada 4:26 am #

      ya jangan ditinggal kerja, ndang.. wkwkk… hehe becanda..

      tetep diperah aja ndang,, kan kalo nggak dikeluarin ntar jadi keras, to? sayang juga kalo dibuang… tetep terus mencoba.. namanya juga perjuangan.

      kalo jaman dulu ada donor ASi, jadi mbayar orang buat jadi pendonor ASI. jaman sekarang nggak ada siy ya…

      pokoknya seribu jalan menuju ASI lah… yakin!!

  3. Harbun Gandi Subekti Februari 2, 2012 pada 4:48 am #

    Very nice post,..
    You’re so inspiring, honey,…🙂

  4. nunik Februari 3, 2012 pada 10:10 am #

    semangat mba..
    http://aimi-asi.org/

    ASI merupakan hak anak yang wajib diusahakan untuk diberikan.

  5. rosinaintan Februari 5, 2012 pada 4:36 pm #

    saiki fafa kan gigine wis uakeh.. wingi sempet luka.. kayak diiris pisau kae lho son.. pdhl posisine ng sebelah kiri, sg favorit… yo uwis selama luka iku setiap dinenen ruasannee… masya Allah… rangking 2 setelah operasi cesar pokokke…
    gek bar kui menyusul sg sebelah kanan… wis subhanallah pokokke.. men coldn’t ever imagine how many pains we’ve occurred… :))

    • Sonia Atika Februari 5, 2012 pada 9:54 pm #

      huahaha…… noooo.. mbayangke wae wis ngeri
      btw aku suka bagian “men coldn’t ever imagine how many pains we’ve occurred…”.. wkwkwk

  6. rina s esaputra Maret 6, 2012 pada 8:30 pm #

    selamat bis asukses menyususi sampai dua tahun….saya masih jatuh bangun menghadapi hasil perahan asi di kantor yang pasang surut hasilnya..

    • Sonia Atika Maret 13, 2012 pada 11:53 am #

      aamiin.. semoga bisa, bu.. tetap semangaat.. khususnya buat working mom seperti ibu🙂

  7. putri Mei 4, 2012 pada 4:14 am #

    pengen ASI eksklusive, berarti ibu harus di rumah terus???
    ga harus, kali…!!!
    buktinya…temen2 kerja’ku masuk kerja terus, walopun punya bayi di rumah. dan ASI eksklusive.
    semua ada cara, tinggal niat.
    kalo istirahat, temen2 kerja yang punya bayi pada ‘memerah’ (hehe…). ntr di simpan di cooler bag. nyampe rumah di pindah ke kulkas, aman deh… dedek bayi punya tandon ASI di rumah.
    ntr kalo saat’nya nenen, ASI yang dibotol tinggal direndam pake air panas. jadinya ASI anget2 kayak biasanya.
    gitu…
    jadi skalipun wanita karir, tetep bisa ASI eksklusive kok. ASi ibu kandung’ny. bukan beli dari pendonor ASI.

    • Sonia Atika Mei 8, 2012 pada 10:45 am #

      kebutuhan bayi bukan cuma ASI, put. tapi kehadiran ibu. pelukannya, suara lembutannya, belaiannya..

      aku juga setuju, jilkalaupun ibu harus terpaksa bekerja, seribu cara menuju ASI. .. tinggal ibu itu mau ga memberi yg terbaik untuk anaknya..

  8. niken Juni 16, 2012 pada 7:59 am #

    ASI itu wajib.
    Kadang ada ibu yang bilang ASInya tidak keluar dihari pertama atau kedua melahirkan. Lalu memutuskan memberi susu formula. Padahal kalau dia lebih sabar sedikit dan terus membiarkan bayinya menghisap, pasti ASI akan keluar.
    Pengalaman pribadi saya menyusui 5 orang anak. Semuanya baru merasakan ASI yang cukup pada hari ke 3 atau ke 4. Saya yakin saya pasti bisa menyusui. Saya yakin saya punya ASI. Dan Alhamdulillah saya memberi ASI kepada ke 5 anak saya.

  9. Sonia Atika Juni 18, 2012 pada 5:31 am #

    iya, bu. waktu itu jg karena saya mendadak blank, dan baru teringat kalo bayi masih bisa bertahan 3 hari.
    alhamdulillah walopun sempat mencicipi sufor, tp setelah itu ASI ekslusif..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: