Curahan Hati Perantau

11 Mar

Tinggal, dan menetap di perantauan memang memiliki banyak kesan. Apalagi di luar negeri. Saya memang baru sepuluh bulan tinggal di Saudi. Masih belum apa-apa dibanding teman-teman saya yang sudah bertahun-tahun tinggal disini. Tapi sedikit banyak saya sudah cukup mengenal dan terbiasa dengan budaya dan kebiasaan orang-orang Arab. Sayangnya saya masih belum bisa bahasa Arab. Kebanyakan saya menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi. Saat periksa di Rumah Sakit, atau bertemu orang di Mall.

Kenapa memilih Jeddah, Saudi Arabia? Sebenarnya selain memang rejekinya di sini, insya Allah, saya dan suami dulu memilih untuk memberanikan diri menetap di Saudi karena dekat dengan Baitullah. Ya, itulah yang membuat kami yakin. Siapa sih, yang tidak kepengin umroh kapan saja. Tanpa memikirkan harus mengeluarkan biaya puluhan juta. Bahkan hanya ditempuh seperti jarak Solo-Jogja. Itupun dengan harga bensin yang sangat murah, jika dengan kendaraan pribadi. Haji, tanpa memusingkan antrian bertahun-tahun. Meskipun saya juga belum berani haji, karena tahun kemarin  baru beberapa minggu melahirkan, kemudian kalaupun haji, akan membawa serta Haniya yang masih sangat kecil. Belum lagi kalau mau menambah anak. Umroh kemarin saja saya sudah tidak tega mengajak Haniya berpanas-panasan, dan berdesak-desakan. Apalagi nantinya pasti menambah momongan.

Tapi saya tetap sangat bersyukur, bisa mengunjungi Baitullah, tempat yang menjadi impian setiap muslim. Sebuah hal yang sangat tidak terbayangkan sebelumnya. Terlepas dari masalah cuaca yang lumayan ekstrim disini.

jeddah-view-kota jeddah

Senja, dari balik jendela flat baru kami

view-jeddah-kota jeddah-jeddah view

Pagi hari, dari jendela flat baru, sisi yang lain

Kalau bicara nyaman dan tidak nyaman, setiap tempat punya kelebihan. Setiap negara bisa kita anggap nyaman, bisa juga tidak. Kalau nyaman adalah bisa umroh kapanpun, haji dengan mudah, mata tidak terkotori dengan wanita yang mengumbar aurat, maka tinggal di Saudi sangat nyaman.

Tapi kalau nyaman adalah bisa menikmati kuliner di setiap sudut kota, jalan-jalan sore  dengan anak sambil menunggu suami pulang kerja, pemandangan alam yang indah dengan udara yang sejuk di pagi hari, sawah, sungai, pepohonan, bersama keluarga setiap saat, maka Indonesia adalah tempat yang sangat nyaman.
Ya, nyaman adalah bagaimana kita merasakan syukur dimanapun kita berada. Seperti bahagia. Karena bersyukurlah kita bahagia,  karena bersyukurlah kita nyaman tinggal dimana saja.
Rindu keluarga, kampung halaman, itu wajar. Pun, ketika nantinya kami kembali ke kampung halaman, rindu Baitullah itu pasti. Tapi keluarga, dan Baitullah tidak sedang berada di satu tempat yang dekat. Ribuan kilo jaraknya.

Saya hanya berharap Allah menjaga orang tua, kakak, adik, keluarga dan sahabat ketika saya jauh dari mereka. “Doa adalah cara saya memeluk mereka dari jauh“. Ya, sebuah kalimat yang menyentuh yang cukup menggetarkan saya. Setiap saat saya berdoa semoga mereka diberi kesehatan, dan bahkan dimampukan untuk mengunjungi Baitullah juga, suatu saat nanti. Aamiin. Insya Allah.
Kami masih belum tau sampai kapan akan kembali ke kampung halaman. Tapi insya Allah akan tetap kembali, suatu saat nanti.
Home is the place where your mother lives”. So,  we will definitely go home, if Allah allowed..
Sementara, mengakrabkan diri, dan menyamankan diri dengan Saudi. Budaya, cuaca, tempat, kebiasaan, orang-orang, dan sebagainya. semangat!!

17 Tanggapan to “Curahan Hati Perantau”

  1. nunik Maret 12, 2012 pada 3:30 pm #

    semangat mba🙂

    • Sonia Atika Maret 13, 2012 pada 3:47 am #

      iya, semangat, nun! fighting!:mrgreen:

  2. indah ni Maret 13, 2012 pada 4:00 am #

    Katanya, seenak-enaknya tinggal di negri orang tetap enaik di negri sendiri..benar gak mbak?
    Atau itu hanya terstigma falsafah Jawa ‘makan gak makan yang penting kumul’? hehe

    • Sonia Atika Maret 13, 2012 pada 11:49 am #

      ada benernya sih, dek.. daripada terasing di negri orang, lebih baik tidak asing di negri sendiri. hihi *maksa

      • indah ni Maret 13, 2012 pada 12:42 pm #

        mbak, mbak, ada tulisan waktu LDRan sampai memutuskan untuk nyusul ke sana gak?
        *cari referensi*🙂

        • Sonia Atika Maret 13, 2012 pada 12:59 pm #

          hihi..lagi LDR juga ya?:mrgreen: ga ada dek.. ga mb tulis.. karena masih di antara percaya ga percaya waktu itu.
          setelah di sini juga belum mb tulis.. apa mau share lewat message saja kalo pengen nanya2?🙂

  3. resti elfia shanti Maret 13, 2012 pada 4:10 am #

    mba sonia…resti terharu…ketika dulu merasakan merantau..meski hanya lampung-solo tapi terasa sekali kalau kangen…makanya dulu aktif dikampus untuk mengurangi rasa rindu yang sangat kepada keluarga…tapi kalau tidak begitu mungkin resti ga bisa ketemu saudara/saudari terhebat di solo seperti mba sonia yang selalu siap menampung curhatku dan menasehatiku,…
    salam kangen…semoga Allah selalu memberikan limpahan rahmat kepada mb sonia dan keluarga…

    • Sonia Atika Maret 13, 2012 pada 11:51 am #

      aamiiiiin Ya Rabb.. ada yg bilang, dengan merantau, kita jauh lebih tertempa, dan dipaksa belajar. Yang pertama belajar adaptasi, memang.. hehe

      salam kangen juga, Resti..🙂

  4. Vica Maret 13, 2012 pada 3:25 pm #

    Sepuluh bulan? Udah lama juga dong ya mbak. Well, lama atau tidak sih tergantung hati. Kalau betah bilang baru sepuluh bulan, kalo ga betah, bilangnya sudah sepuluh bulan hihihih….

    Ooh baru liat facebooknya. Saya accept ya. Maap lama. Saya kl ga tau orangnya or ga pernah chatten suka ga berani accept🙂

    • Sonia Atika Maret 16, 2012 pada 10:25 pm #

      hehe, berarti saya tergolong betah ya mba?

      makasih, mb udah di approve.. ditunggu tulisan2 mb Vica selanjutnyaa..🙂

  5. Merry Maret 13, 2012 pada 11:18 pm #

    wah..dd haniya udah umroh….senangnyaaa..iriii…ga bilang sih mau umroh,aku mau titip doa lohh son..hehehe…

    • Sonia Atika Maret 16, 2012 pada 10:27 pm #

      doa yg dulu uda ku sampaikan lg mba, di depan ka’bah.. ato.. ada update lagi? hihi..kayak apaan..:mrgreen:

  6. irham16 Maret 28, 2012 pada 7:13 am #

    wahhh tinggal di jeddah yahh.Jadi ingin umroh kesana

    • Sonia Atika April 5, 2012 pada 9:44 am #

      iya, pak.. kami tinggal di Jeddah. aamiiiin.. semoga dipermudah…

  7. Christina Merry Juni 19, 2012 pada 2:18 pm #

    cita2 saya,.. tinggal disana,..mudah2an jika saya sudah menikah,…suami saya kelak bisa membawa saya kesana,…karna saya ingin sekali memakai niqab,..klo di jakarta pakai niqab lgsg diliatin kaya org aneh,..klo disana kan enak,…kangen kesana lagi,..insya Alloh,… Alhamdulillah,..bersyukur dengan kehidupan mba ya,..🙂

    • Sonia Atika Juni 20, 2012 pada 4:02 am #

      aamiiin..
      iya, disini justru yg pakaiannya terbuka lah yg langsung diliatin kayak orang aneh.
      subhanallah,mata kita tidak akan terkotori oleh mereka juga..🙂

  8. nimatun April 1, 2014 pada 2:34 pm #

    Assalamualaikum….

    salam kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: