Badai Debu di Jeddah

22 Mar

Hari Ahad yang lalu, tanggal 18 Maret 2012 saya dikagetkan dengan suara pintu yang cukup berisik, padahal kondisi tertutup. Karena penasaran, saya buka sedikit jendela flat. Whuuss.. langsung angin masuk ke dalam rumah. Angin bercampur debu. Saya lihat ke luar jendela, ternyata memang sedang badai debu.

Jarak pandang terbatas sekali. Langit tertutup debu. Segera saya ambil Camdig, mengambil momen itu.

sand storm-jeddah-jeddah sand storm

Kondisi badai debu dari jendela flat

Ini badai debu kali kedua saya setelah di Jeddah. Badai debu pertama waktu Haniya masih berusia beberapa minggu. Cukup panik saya waktu itu. Bagaimana tidak, Haniya yang sedang terlelap tiba-tiba sudah tersiram debu di wajah. Ya Rabb.. langsung saya bersihkan dengan tissu basah. Alhamdulillah Allah masih menjaganya, karena saat itu mata Haniya terpejam, jadi aman.

Waktu itu kami masih di flat yang lama. Dan rumah jadi sangat berdebu. Lantai, piring-piring, alat masak. Fiuh.. untungnya saat itu saya belum sempat cuci piring. Hehe..jadi tidak percuma. Ada hikmahnya lah..:mrgreen:

Dan badai debu yang kemarin ini cukup besar. Sebab suara angin benar-benar keras. Menderu-deru. Pintu-pintu saya ganjal dengan barang yang berat. Soalnya meski tertutup, masih ada sela-sela yang membuatnya bersuara. Badai debu berlangsung hingga keesokan harinya. Jadi sepanjang malam itu di luar angin bercampur debu masih bertiup kencang.

Haniya akhirnya begadang, karena suara pintu berisik

Alhamdulillah, besoknya, meski masih lumayan badai, tapi sudah agak mending daripada sehari sebelumnya. Dan yang tertinggal adalah bersih-bersih, serta udara yang sedikit membuat sesak napas.

Hari ke tiga, angin sudah mulai tenang, debu pun berkurang. Badai telah berlalu. Dan memang, badai pasti berlalu. Jadi lagu itu benar juga:mrgreen:

Disini karena memang kondisinya gurun, jadi setiap angin kencang bercampur pasir. Sehingga rumah-rumah pun didesain kuat. Tanpa kayu dan genteng. Ya iyalah, kalau rumah disini pakai genteng, sering-sering reparasi deh.

Setidaknya dengan badai debu ini, Allah memberikan peringatan bagi kita, bahwa nikmat udara bersih itu ternyata luar biasa. Bisa jadi kita sering tidak menyadari. Tapi sejak badai debu kemarin, saya benar-benar merasakan nikmat itu.. Subhanallah, walhamdulillah..

jeddah house

Badai debu sudah reda, gambar diambil beberapa menit sebelum posting🙂

Satu Tanggapan to “Badai Debu di Jeddah”

  1. Harbun Maret 22, 2012 pada 7:32 pm #

    Alhamdulillah,…
    cuacanya semakin hari semakin baik,..
    mungkin badai kemarin salah satu event pergantian musim doank,…
    insya’Allah esok hari cerah terus,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: