Ibu dan Komentar Negatif pada Bayinya

16 Mei

Mothers are special

Kalau diambil kesimpulan, apa yang sebenarnya paling meresahkan para ibu yang memiliki bayi?

Kesehatan bayinya kah? bayi menangis kah?

hmm.. saya kira masing-masing ibu sebenarnya punya solusi bagi bayinya sendiri. Berdasarkan naluri seorang ibu, kontak batin, dan rasa ‘cinta’ ibu terhadap bayinya membuat masalah-masalah pada bayi dirasa masih teratasi bagi ibu, dan tidak membuat ibu gelisah.

Tapi, ada yang jauh lebih meresahkan seorang ibu, yaitu : pendapat orang tentang bayinya!

Ya, riset membuktikan (halah padahal pengamatan dan pengalaman pribadi:mrgreen: ) ibu akan merasa tidak tenang setelah mendengar orang berkomentar negatif terhadap bayinya. Sesepele apapun itu. Dan dampaknya jauh lebih ‘meresahkan’ daripada ketika ibu mendapati sendiri bayinya sakit, gangguan tidur, dll.

Contoh saja, ketika bertemu orang. Awalnya si Ibu merasa yakin bayinya sehat,   pertumbuhan baik, berat badan ideal. Tapi, orang melihat bayinya berkomentar “Eh, umur berapa ini, sudah bisa guling-guling belum? Belum? wah.. padahal juga gak terlalu gemuk, ya?”

Lain kesempatan “Eh, jeng, ini bayinya ya? kok kakinya masih lemes gini. Harusnya 2 bulan aja uda bisa kuat loh kakinya kalo di pijakkan..Wah, lambat ni nanti jalannya..”

Ketemu orang lain lagi “Eh, adek boboknya kok ga anteng gitu ya?biasanya gedenya nakal loh..”

Dan masih banyak lagi komentar-komentar yang sebenarnya mungkin basa basi, tapi jauh merasuk dan mempengaruhi psikologi ibu. Mempengaruhi ‘sugesti positif’ yang menjadi ketenangan para Ibu dalam merawat bayinya.

Mengganggu? sangat. Akhirnya Ibu akan berpikiran, “Emang iya, ya?”

“Kok gitu, sih..?”

“Aduh bagaimana ini? hiks..”

Gelisah. Sedih, mencoba melawan sugesti dan tetap tenang, tapi butuh waktu. Namanya juga Ibu adalah seorang wanita, yang kodratnya adalah perasa, pasti sedikit banyak terpengaruh.

Bagi mereka yang cuek, santai, mungkin dengan cerita ke orang lain bergaya optimis bisa sangat membantu. Contoh terdekat ke suami “Mas, mas.. tau nggak. Masak tadi ada ibu-ibu bilang begini begitu soal anak kita. Hihi.. saya sih iya-iya aja.. Padahal lihat aja tuh si kecil. Sehat kan? Pertumbuhannya bagus, kan?”

Selesai masalah. Yang penting menyampaikan atau curhat kepada orang lain, ada yang mendengarkan, dan menyampaikan solusinya sendiri. Hehe namanya juga wanita, hanya ingin didengar.

Tapi bagi mereka yang memang tidak terbiasa curhat, cerita, dan meluapkan kegelisahannya ke orang lain, bisa-bisa akan benar-benar ‘memandang’ bayinya melalui perspektif orang lain itu. “Eh, benar juga, ya ibu itu.. Kok aku baru sadar ya? Gimana ini.. hiks..”

Nantinya Ibu akan panik, merasa bersalah, dan sebagainya. Tidak baik bagi kelancaran ASI, keceriaan ibu, ketenangan dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil.

Kesimpulannya, jika menemui komentar negatif terhadap bayi kita, tetap tenang, jangan diambil hati, sampaikan pada orang lain sambil kembali membangun sugesti positif.  Asalkan bayi kita sehat, perkembangan bagus menurut kita, ASI dan makan masih lancar, santai saja. Insya Allah ibu yang 24 jam membersamai jauh lebih mengerti daripada orang yang baru detik itu bertemu.

Atau seketika itu saja bilang “Masing-masing bayi berbeda kok, bu. Nggak pa-pa..”.

Bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki pola pertumbuhan, dan perkembangan. Tidak bisa di sama ratakan dengan yang lain. Karena setiap bayi itu unik dan spesial.

Bersyukurlah yang selalu mendengar komentar positif tentang bayinya. Lebih bersyukur lagi yang selalu berpikir positif terhadap komentar apapun terhadap bayinya.

Tetap menjadi ibu yang bijak, cerdas, dan tidak berhenti belajar. Semangat!!

9 Tanggapan to “Ibu dan Komentar Negatif pada Bayinya”

  1. ummumimosa Solo Mei 16, 2012 pada 8:04 am #

    iya…benar bu sonia, masing-masing anak memang berbeda-beda. aku suka tulisanmu “ibu yang membersamai 24 jam insya Allah lebih tahu dari pada ibu lain yang baru ketemu 1 menit.” so, tetap tenang memang salah satu kunci mujarab. dan senantiasa berpikir positif terhadap apapun kata orang tentang anak kita. toh yang ngasuh kan kita, bukan dia (yang berkomentar)…hehehe

  2. ummumimosa Solo Mei 16, 2012 pada 8:09 am #

    boleh juga sesekali khawatir dengan komentar orang lain ttg anak kita, tapi tidak lantas menjadikan kita begitu down atau bahkan membandingkan anak kita dengan anak lain….

    • Sonia Atika Mei 16, 2012 pada 9:52 am #

      bukan khawatir, Ayu.. tapi waspada, istilahnya.. Iya, kesalahan ibu seringnya adalah membandingkan dgn bayi lain.. n_n

  3. mulki Mei 16, 2012 pada 8:59 am #

    makasih mbak sharingnya😀

    • Sonia Atika Mei 16, 2012 pada 9:52 am #

      sama-sama, Mulki🙂

  4. Vica Mei 16, 2012 pada 11:46 am #

    Kl menurutku, semua ibu akan melihat anak lain ada kekurangannya. Tp mbok ya disimpen aja knapa. Mungkin dia sirik sama itu anak. Wkwwkk…suudzooon aja.
    Tp mungkin juga ada yg concern beneran. Tp caranya menyampaikan ga enak kita dengar. Kitanya defensif jadinya.

    Tapi emang bener, kita kan ibunya, yg tau perkembnagan anak kita msg2.
    Jd kl ada yg ngomentarin anakku atau caraku menghadapi anak dgn negatif, aku senyum2 aja, diem. Pikirku, anak, anak gue, sapaaa luuu…wkwkwkw…
    Nice post.

    • Sonia Atika Mei 17, 2012 pada 3:46 am #

      iya, mb Vica.. mungkin biar anaknya kelihatan lebih bagus, gitu.. (suudzon juga. hehe)
      tapi kayaknya naluri ‘menasehati’ yg mungkin caranya belum tepat, gitu. hihi

      iya.. betul3x.. n_n

  5. ria Mei 16, 2012 pada 1:06 pm #

    iyo,bener.aq nya udah tenang,eh ad komentar dr yg laen lgsg parno😀
    tp bener,asal ibu tenang,bayi senang ^^

    • Sonia Atika Mei 17, 2012 pada 3:48 am #

      iya, Ria.. yg terpenting itu kan perlakuan ibu ke anaknya sendiri uda tepat ya sudah..
      orang lain kadang komentar2 yg bikin kita ga PD gitu.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: