My Curious Baby

11 Jun

Dia ingin tahu segalanya. Apa yang saya pegang, apa yang ada di dapur, kenapa air itu basah, laptop ada gambarnya, semuanya.

Mungkin masa-masa sekarang adalah masa-masa perkenalan. She wants to know everything. Jadi biarkan dia menjelajah, memegang, atau memainkan sesuatu. Yang penting keamanan tetap dijaga. Dari Listrik, benda tajam, ataupun yang barang-barang yang masih panas.

Haniya sedang mengamati boneka Ontanya yg kakinya tinggal dua🙂

Seperti kebanyakan ‘curious baby’ yang lain, Haniya juga semakin dilarang maka barang itu semakin terlihat menarik. Benar saja, selama ini benda-benda seperti colokan listrik, pisau, tissue benar-benar cukup bisa membuat Haniya merangkak dengan kecepatan penuh setiap pandangan matanya menangkap tiga benda tadi. Karena memang tiga benda ini belum pernah saya ijinkan untuk dia pegang. Walaupun beberapa kali kecolongan, tiba-tiba mendapati mulut Haniya penuh tissue.😆

Handphone? Laptop? Jangan ditanya. Wajarlah kalau akhirnya seorang ibu memiliki handphone ‘seadanya’. Sebab harus siap dibanting, dikunyah, dipukul-pukulkan ke tembok. Tidak heran juga kalau keyboard laptop akhirnya agak macet di beberapa huruf, dan mouse yang harus segera dipensiunkan.:mrgreen:

Bahkan teman saya, yang memiliki bayi laki-laki harus merelakan laptopnya untuk istirahat. Hihi.. namanya juga anak-anak. Mereka tidak peduli berapapun harga barang itu, apakah permata atau batu biasa, kalau bisa dibanting ya dibanting. Begitulah.:mrgreen:

Namun ada sisi positif juga bagi kita orang tua. Tidak perlu membelikannya mainan yang mahal-mahal, cukup sediakan saja benda apapun yang menarik bagi si kecil. Entah itu kardus bekas, atau kaleng kerupuk, atau apapun yang bisa dimainkan bayi (dan tidak chewable, eh, kunyah-able. atau apalah itu, pokoknya tidak mudah dikunyah:mrgreen: ), dan cukup bisa membuatnya duduk tenang selama beberapa menit.

Apalagi saya memang tipe ibu yang terlalu ‘permisif’, jadi selain untuk beberapa benda berbahaya yang sudah saya sebut tadi, saya membiarkan Haniya memainkannya. Gelas, mug, piring , sendok, laptop, saya persilahkan Haniya mengeksplornya. Meski tetap saya awasi. Lagipula, tipikal bayi, mereka juga akan bosan dan berganti dengan benda yang lain.

Di tambah lagi, fase di usianya yang sudah 8 bulan, Haniya sedang senang-senangnya memanjat benda. Entah itu kursi, boks detergen, rak, dan lain-lain. Butuh ekstra perhatian. Subhanallah..

My Curious Haniya

Pemandangan yang menarik bagi saya. Itulah mengapa saya suka sekali mengabadikan ‘curious face’ nya Haniya setiap waktu. Yah, walaupun sering gagal, karena Haniya seelaalu bergerak.:mrgreen:

Biarlah. Let her explores everything. Karena setiap aktivitasnya adalah belajar. Dan biarkan anak kita merasa bahwa belajar itu menyenangkan.

:mrgreen:

Selamat belajar, Haniya!!🙂

*curious = ingin tahu

13 Tanggapan to “My Curious Baby”

  1. Harbun Gandi Subekti Juni 11, 2012 pada 9:12 am #

    🙄➡💡
    #memikirkanmanagementpenyimpananbarang

    • Sonia Atika Juni 12, 2012 pada 4:13 am #

      hehehe…:mrgreen:

  2. kakaknya haniya si syubidu Juni 11, 2012 pada 10:18 pm #

    ngmatin ga mbak haniya lbh suka tertarik dgn benda jenis apa dan warna yg sperti apa?🙂

    • Sonia Atika Juni 12, 2012 pada 4:14 am #

      tidak mengidentifikasi secara khusus, mulki. tapi begitu lihat suatu benda mb tahu Haniya bakal suka benda ini atau tidak, (insting ibu:mrgreen: )

  3. noridha Juni 14, 2012 pada 10:48 pm #

    Kalo kata Erikson mb, si Haniya lagi berada pada tahap Basic Trust Vs Basic Mistrust, itu bis jadi modal dia buat getting and giving. Katanya sih, by taking from mother and the world, si anak laying the foundation for her later role as a giver to others…btw, lama betul tak bersua mb….gmna kbr?

    • Sonia Atika Juni 16, 2012 pada 5:31 am #

      waw,, subhanallah.
      iya, mb juga menyadari. masa-masa ini adalah kesempatan bagi kita, ortunya untuk membatasi ingin tahunya atau ‘menjaga’ dan memfasilitasi ingin tahunya. That’s amazing..

      kabar baik, noridha… alhamdulillah.
      Noridha apa kabaar?🙂

      • noridha Juni 20, 2012 pada 4:48 am #

        i’m great mb…hehe…mbak, aku didoain dong biar bisa segera (as soon as skecepatan cahaya) umrah ke sana…pengen sangat… T.T

        • Sonia Atika Juni 20, 2012 pada 4:58 am #

          as soon as kecepatan cahaya? humm,,, aamiiiiin Ya Rabb…
          mb yakin Noridha bisa kesini kok. a soon as you want🙂

  4. Zuhud Rozaki Juni 18, 2012 pada 5:22 am #

    Hihihihi, Om boleh kenalan ndak??

    • Sonia Atika Juni 18, 2012 pada 5:28 am #

      eh, ada om dari Jepang.
      boleh, sih. tapi kata ibu harus hati-hati sama Om-om genit.:mrgreen:

      • Zuhud Rozaki Juni 18, 2012 pada 5:35 am #

        Hahahahha, asssemmmmm, mosok aku masuk dalam kategori om genit sich….

        • Sonia Atika Juni 20, 2012 pada 4:01 am #

          ini bentuk kewaspadaan, Om.. wkwk

  5. Citra W. Hapsari September 1, 2012 pada 4:46 am #

    bener mb…
    melihat keingintahuan dan kadang ketika mereka sudah terlihat puas karena sudah tahu rasanya tuu…ya Allaah…pengen ngasih apa aja buat di teliti ma dia…hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: