Mengenang Ramadhan Kemarin

15 Jul

Malam itu sepajang yang saya lihat adalah lautan manusia. Mereka mondar mandir tak tentu arah. Crowded, sumpek. Tapi hati saya benar-benar takjub, bahagia.

Bangunan megah itu kini di depan saya. Bangunan yang sebelumnya hanya saya lihat di gambar, televisi, atau buku oleh-oleh dari suami waktu mudik ke Indonesia.
Segera saya SMS orang rumah. Singkat, karena saya bingung apalagi yang harus saya sampaikan. “Masjidil Haram!”
Subhanallah. Rasanya itu kayak.. bisa lihat masjidil Haram secara langsung.:mrgreen:
Sempat berpikir : “Is it real? am I dreaming?”
Bagaimana tidak?

Berkhayal untuk menginjakkan tanah suci secepat ini sungguh di luar logika saya..
Tapi kesempatan ini, benar-benar sempurna.

Masjidil Haram malam itu

Ketakjuban saya bertambah setelah memasuki Masjidil Haram, dan langsung disambut oleh bangunan yang tak kalah ‘unreal’ bagi saya, kiblat muslim sedunia. Ka’bah di depan saya langsung euy.. Masya Allah..
Saya yang waktu itu masih belum percaya, bertanya pada suami “Sudah? kita sudah sampai? itu Ka’bah beneran, mas? subhanallah..”
Karena saya kira masih harus berjalan beberapa menit lagi. Tapi ternyata tidak, hanya beberapa langkah setelah masuk Masjidil Haram, ka’bah sudah terlihat.. Gagah menjulang, di tengah orang-orang yang sedang thawaf.

Saya dan suami sengaja menunda sesi foto-foto a.k.a narsis setelah umroh selesai saja. Kami ingin khusyu’. Kami ingin benar-benar menikmati ibadah umroh di bulan Ramadhan itu. Umroh pertama saya. Alhamdulillah.

Sepanjang thawaf, saya merasakan perut saya ditendang tendang. Maksudnya bukan karena saking desak-desakannya, terus sampe ketendang-tendang gitu, bukan. Karena waktu itu saya hamil besar. Mungkin Haniya yang kala itu masih di perut ikut senang. Lumayan, bikin saya tambah semangat.

Berhubung tubuh saya pendek kecil, sepanjang thawaf juga sa’i suami tidak pernah melepas genggamannya. Maklum, saya benar-benar tenggelam di lautan massa yang kebanyakan bule-bule berbadan tinggi besar. Mereka jalannya cepat, sedang saya yang bawa beban cukup berat di perut hanya sanggup berjalan pelan. Fiuh.. rasanya gravitasi waktu itu lebih besar dari biasanya.

Rasa lelah mulai menghinggapi saya waktu melakukan sa’i. Kaki ini rasanya sudah  seperti mati rasa. Tapi, tidak mungkin saya menghentikan begitu saja. Walopun harus saya selesaikan dengan digendong suami, saya bersedia! (loh, emang mau? hihi..:mrgreen: ) .

Jujur, sih sebenarnya waktu itu saya lirak-lirik, barangkali ada kursi roda yang bisa dipinjam sebentaar saja untuk sa’i karena ‘kan memang biasanya wanita hamil memang menjalani thawaf dan sa’i dengan didorong suaminya, gitu. Tapi, ketika saya mulai mengeluh, saya menatap ke bawah, saya lihat beberapa kaki jama’ah lain yang kurang beruntung. Mereka semangat, mereka tidak mengeluh.

Belum lagi banyak yang usianya sudah lanjut, dan saya tidak melihat raut kelelahan di wajah mereka.

“Eh, saya aja yang begini masak ga bisa?” Pikir saya.

Bayangkan juga bagaimana Siti Hajar dulu. Berjalan dari Shafa-Marwa, sendirian, panas terik, naik turun bukit. Sedang saya sekarang di ruangan ber AC, ada atapnya, lantai sudah dikeramik, digandeng suami pula. Berarti tidak ada apa-apanya.

Berkali-kali suami saya bertanya “Masih semangat?”

“Masih. Semangat!!” saya jawab sambil menyemangati diri.

Sa’i terlewati dengan perjuangan luar biasa. Huuhhaa…!! Alhamdulillah. Haniya yang di perut nampaknya tidur kala itu. Keenakan kali ya ditimang-timang?:mrgreen:

Selesai sudah sa’i.. Mari, Bukit Shafa, kita foto dulu🙂

Tahalul selesai, tuntas sudah rukun Umrah. Alhamdulillah.

Kami dan Ka’bah

Ramadhan tahun lalu memang luar biasa. Tak terbayangkan bagi saya sebelumnya. It was amazing. Allah memang sungguh baik.

RencanaNya, kuasaNya, skenarioNya di luar jangkauan saya untuk menebaknya. Semoga saya disampaikan kembali dengan Ramadhan tahun ini. Tahun pertama sebagai ibu.

Luar biasa..🙂

5 Tanggapan to “Mengenang Ramadhan Kemarin”

  1. Novita Rosyida H Juli 15, 2012 pada 3:43 am #

    what amazing ramadhan, barakallah🙂

    • waya komala Juli 15, 2012 pada 10:07 am #

      subhanallah, beruntungnya bisa berada disana…

      • Sonia Atika Juli 15, 2012 pada 11:27 pm #

        alhamdulillah.. semua karena Allah..🙂

  2. heningsept Juli 18, 2012 pada 8:59 am #

    mauuuuuuuuuu….
    the first sight of ka’bah.. membayangkan rasanya🙂

    • Sonia Atika Juli 25, 2012 pada 9:57 pm #

      rasanya ituuu kayaak…
      lihat Ka’bah, mbak.. hehe:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: