Lahiran Normal, apa Caesar??

4 Okt

Kalau ada teman, sodara, atau kerabat yang melahirkan, orang pasti bertanya : Lahirnya normal apa operasi, mbak?

Jujur, saya pun salah satu yang sering ingin tahu. Apakah secara tidak sadar orang akan mengkotak-kotakkan golongan ‘normal’ dan ‘tidak normal’, saya kurang tahu. Yang pasti, saya iri mendengar mereka yang bisa melahirkan dengan proses normal.

“Hebat! tangguh! bukan wanita biasa!” pikir saya. Bagaimana tidak? dia bisa menahan sakit ‘yang katanya’ luar biasa itu berjam-jam, bahkan berhari-hari. Dia bisa merasakan buah hati yang dia kandung 9 bulan keluar langsung dari rahimnya , bahkan melihat si bayi masih merah, masih membawa sisa-sisa dari isi rahimnya yang masih melekat. Mendengar tangisannya pertama kali. Uh.. Iri..

Kadang pun saya berpikir, apakah kata ‘melahirkan’ juga berlaku untuk mereka yang menempuh cara operasi? Apa saya bisa disebut sudah ‘susah payah’ melahirkan Haniya? Apa pahalanya sama? 

Saya sih belum tahu rasanya melahirkan normal itu. Sesakit apa. Lalu, apakah melahirkan operasi itu tidak bisa juga dibilang ‘sakit’?

Yang saya ingat, begitu terbangun setelah operasi selesai, perut saya rasanya.. ‘cenat cenut’. Ah.. saya kok kurang terima dibilang cenat cenut saja. Apa ya? sakitnya itu…. ya.. begitu. Seperti yang sudah saya tulis di sini. Lalu, apa melahirkan normal jauh lebih sakit dari itu? Mereka yang merasakan dua-duanya mungkin bisa menjawab.

Saya melahirkan cesar karena dokter bilang panggul saya sempit, dan ukuran bayi terlalu besar. Saya waktu itu tsiqah saja dengan dokter. Percaya sepenuhnya. Mungkin ada teman yang memilih ‘ngeyel’ untuk melahirkan normal, dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Tapi, saya memilih mengikuti dokter saja. Saya cuma berdua dengan suami di negeri orang. Untuk bertaruh atau ‘adu pintar’ dengan dokter saya sama sekali tidak ada rencana.

Saya berpikir, “Untuk apa saya ngotot melahirkan normal?” “Untuk gengsi dibilang keren?” “Untuk mengejar kata ‘susah payah’ jadi nanti jika anak bandel (naudzubillahimindzalik, semoga tidak) bisa mengeluarkan jurus andalan ‘Ibu kan sudah susah payah bertaruh nyawa melahirkanmu’, begitu?

Atau, untuk menjadi ‘ibu yang sebenarnya’ seperti orang-orang bilang?

Hiks.. kalau begitu, yang dari operasi bukan menjadi ibu yang sebenarnya ya?

Huff.. Saya pernah membaca, justru melahirkan melalui operasi itu beresiko lebih besar dari melahirkan normal. Saya lupa link nya. Kalaupun benar, apapun itu, saya tidak peduli.

Saat itu yang saya inginkan adalah saya ingin bayi dan saya selamat. Saya pun sudah tidak sabar melihatnya yang telah menghuni rahim saya 9 bulan lamanya. Sudah tidak sabar melihat wajahnya, memeluk, dan mengasuhnya. Melalui operasi ataupun normal. Itu saja. Bukan gengsi, harga diri, atau sebuah sebutan dari manusia.

Saya percaya bukan masalah susah payah atau ‘tau-tau keluar’, sakit berjam-jam ataupun berhari-hari, anak tetaplah akan menyayangi ibunya. Ibu pun tetap menyayangi anaknya.

Entah itu normal atau operasi, seorang ibu tetaplah Ibu. Bukan lantas menjadi kakak, adik, atau orang lain. Sama-sama mengandung selama 9 bulan, merasakan beratnya membawa beban berkilo-kilo, hormon yang menjadi tak menentu, lelah dan payah..

Sama-sama berbuah pahala syurga, insya Allah..🙂

 

15 Tanggapan to “Lahiran Normal, apa Caesar??”

  1. fadwa azhari Oktober 7, 2012 pada 6:57 am #

    share in my note yeah,,,jzk

    • Sonia Atika Oktober 7, 2012 pada 10:21 pm #

      Iya, mbak.. sama2..🙂

  2. siti nur r Oktober 7, 2012 pada 7:40 am #

    aku merasakan dua-duanya, ya normal ya caecar. dan menurutku keduanya sama2 berat. menurutku pula keduanya memang tidak perlu diperbandingkan, khususnya tentang bagaimana kedudukan dan keutamaannya di mata Allah (kecuali untuk caecar dgn sengaka dan dgn maksud diluar syar’i). keduanya hanyalah sebuah metode dan teknik mengeluarkan bayi dr kandungan bunda.
    semuanya mnjadi ibadah yg akan berbuah pahala jika niatnya hanya untuk Allah semata.
    cieee….sok banget ni guwah, hehe. lg mo menyambut yg kedua ya son? sukses yaaa…

    • Sonia Atika Oktober 7, 2012 pada 10:35 pm #

      sips2.. akhirnya, hadir juga yg ngerasain dua2nya.. hehe..

      siap2 dari sekarang mb.. eksekusinya nunggu Haniya lulus ASI. hehe

    • novsabatini Oktober 25, 2012 pada 12:39 am #

      Eh, ada Mbak Siti..😛

  3. erya Oktober 8, 2012 pada 8:01 am #

    hmmm..aku setuju son..semoga jerih payah kita pun berbuah surga yaaaa…aamiiiiin..
    miss u…^_^

    • Sonia Atika Oktober 8, 2012 pada 11:39 am #

      eryaaaa……. huwaaa.. kok kamu bisa komen disini? aneh rasanya.. miss you too…. aaamiiiin,,,🙂

      • erya Oktober 10, 2012 pada 7:37 am #

        Lhohhh..ko aneh son??he2. mo yg kedua ya son?kapan??yuk barengan lagi…he2

        • Sonia Atika Oktober 11, 2012 pada 9:05 am #

          yuk… haha.. yg jelas aku pengen Haniya lulus ASI 2 tahun, Erya.. what about you?
          oiya, anakmu bar ultah jg ya?

          • erya Oktober 15, 2012 pada 1:24 am #

            beluuumm..haniya udah ultah ya??tgl brp?dek Labid masih seminggu lagi son..hehee

  4. Putri Oktober 10, 2012 pada 5:39 am #

    seeep….!!!
    sepakat son… kita wanita normal yang selalu berharap lairan normal. seperti yang kamu tulis (sama seperti kebanyakan orang berkomentar) ibu yang sepenuhnya adalah yang bisa merasakan lairan normal.
    tapi jika memang kondisi kesehatan berkata lain, mau apa lagi?
    yang terpenting adalah keduanya selamat. dengan cara apapun.
    yang sangat2 disayangkan dan aku bilang itu alasan remeh temeh (nafsu dunia)… oleh seorang teman, dia dan suaminya yang sengaja memilih cesar, walopun sehat wal afiat, dan sempurna untuk lairan normal. alasannya… untuk menjaga miss V.
    ihh…. mendengarnya bercerita alasan itu, jadi jijik rasanya…. lebih memilih nafsu duniawi.

    • Sonia Atika Oktober 10, 2012 pada 5:45 am #

      hahaha.. horor temen kancamu put.
      emang kalo lahiran normal jd kenapa? bukannya sama aja?

  5. Merry Oktober 12, 2012 pada 1:50 am #

    son….baru buka blog kamu setelah sekian lama….
    btw, hamil lagi son??hehehehe

    • Sonia Atika Oktober 13, 2012 pada 5:36 am #

      Mb Merry,,,, lama ga keliatan di dunia per bloggeran mb.. sibuk S2 ya mb? hehe

      belum kok, mb.. masih konsen nemeni Haniya dulu kok..🙂

  6. ummu hafizhafizah Maret 13, 2013 pada 5:45 pm #

    asw.. saat ini saya lagi menunggu untuk operasi ceasar untuk yang ke tiga kalinya.. belum pernah sih ngerasain normal, namum dah beberapa kali di operasi dalam hitungan tahun yang dekat tetap saja menimbulkan kecemasan tersendiri… normal atau cesat proses kelahiran tetap saja seoang ibu menanggung beban yang berat salama 9 bulan lebih menjalani proses kehamilan.. tidak hanya beban berat di perut nya yang selalu di bawa kemana-mana, beban psikologis, emosional dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: