My Baby Becomes a Toddler!

24 Okt

Usia Haniya sudah satu tahun lebih 3 minggu. Alhamdulillah.

Artinya sudah bertransisi dari ‘baby’ menjadi ‘toddler’. Makin hari kejutan-kejutan yang kami hadapi makin asyik. Mulai dari meniru kata-kata yang saya ucap, bisa merespon pertanyaan dengan menggeleng dan mengangguk, berkomentar terhadap acara TV dengan bahasanya, meniru gerakan-gerakan yang saya ajarkan.

Masya Allah.. Ajaib.

Sejauh ini alhamdulillah Haniya termasuk anak yang mudah makannya. Apa saja mau. Dan lebih menyukai masakan yang masaknya tidak ribet. Ini yang saya suka:mrgreen: .

Nampak lebih dewasa🙂

Kadang saya berpikiran, “Apa masakan yang saya beri kurang banyak ya?” Sebab setiap saya beri camilan tiap jam, Haniya tetep aja mangap. Tapi memang porsi yang saya beri tidak terlalu banyak. Sebab saya paling tidak senang melihat Haniya menolak makanan. Jadi saya beri porsi sedang tapi sering, dengan jangka waktu tertentu.

Oh iya, satu hal yang saya pelajari, Anak akan mudah marah, dan cenderung ‘konyol’ atau susah dimengerti maksudnya ketika dia lapar.

Pernah suatu hari saya kehabisan stok camilan di kulkas, alhasil Haniya hanya saya beri makanan utama, nasi sayur dan lauk. Dan saya sempat heran karena Haniya bertingkah tidak biasa. Ya itu tadi, sedikit marah-marah dan tidak nyaman bermain.

Dan setelah saya suapi kembali, ternyata Haniya kembali tenang. Ah.. wajar saja, Haniya kan belum bisa menyampaikan maksud apa yang dia rasakan.

Yang saya bayangkan ketika anak lapar adalah mereka ingin sesuatu, tapi mereka pun tidak mengerti. Tidak mengerti apa yang dirasakan, dan belum dapat menyampaikan. Hasilnya? cenderung marah-marah, menangis dan tidak tenang.

Sebuah pelajaran berharga bagi saya. Untuk menjaga Haniya tetap kenyang, sehingga bermain dengan ceria. Tidak masalah menyuapi sesering mungkin.

Tidak doyan satu makanan, segera cari alternatif lain. Tidak mau nasi, ganti dengan puding, atau yoghurt, buah, roti, apa saja.

Seorang ibu memang harus kreatif. Tidak berhenti dengan satu cara saja. Jeli melihat kondisi anak, memahami kemauannya, mengerti penanganannya.

Semangat!!🙂

3 Tanggapan to “My Baby Becomes a Toddler!”

  1. nunik Oktober 27, 2012 pada 5:18 am #

    Ibu nya harus punya stock camilan yang banyak mba, soalnya buat ibu nya juga😀

    • Sonia Atika Oktober 27, 2012 pada 11:59 pm #

      eh, bener banget itu nun, ga kalah penting banget juga:mrgreen:

  2. Harbun Gandi Subekti November 15, 2012 pada 6:46 am #

    Sips,…
    sangat inspiratif niy,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: