Ukhti, Kemana Jilbab Panjangmu Pergi?

2 Feb

Terdiam beberapa saat, seakan tak percaya. Saya mendapatinya di jejaring sosial setelah sekian lama tak bersua. Memandangi fotonya, mengamati wajahnya yang masih dengan senyum yang sama seperti dulu. Tapi, ada yang berbeda..

Tubuhnya kini nampak terlihat jelas lekuknya. Bagaimana tidak? hanya tertutup penutup kepala seadanya, tak sampai ke dada. Jubah panjang kini berubah menjadi celana panjang. Longgar pun tidak. Aurat tak tertutup sempurna.

Saya berkali-kali bertanya, ada apa?? Apa yang telah kau alami saudariku..?

Beban berat apa yang telah menjadikanmu menanggalkan hijab syar’i itu..?

Kecewa pada manusia? komunitas? padaku?

Saya masih ingat dengan jelas betapa anggunnya engkau dulu.. Senyum yang bersahaja, tutur kata yang lembut dan menentramkan, asma Allah yang sering kau ucap, semuanya terasa semakin lengkap dengan balutan kesederhanaan yang terpancar dari rapihnya hijabmu.

Kemana semua itu?

Kemana jilbab panjang, dan hijab syar’i mu?

Apakah tertelan oleh aktivitas dunia yang mengukungmu?

Apakah tertelan oleh kejamnya cibiran manusia yang juga penuh hina itu?

Apakah tertelan oleh kecintaan pada lawan jenis, yang belum tentu halal untukmu?

Apakah tertelan oleh rasa kecewa pada qiyadah, jamaah, komunitas dan orang-orang yang tak bisa menghibur kala susah mu?

Entahlah.. betapa susahnya saya mencari-cari alasan yang tepat. Sama susahnya kala saya berfikir : Seberat itukah menjaga keistiqomahan..?

Hingga Rasulullah pun beruban kala memikirkannya..

kadang pun, saya mempertanyakan pada diri saya pribadi, sanggupkah jika saya berada di posisi mereka juga.. wallahua’lam bishowab..

Yang pasti, saya ingin terus bersama orang-orang baik itu. Yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan, yang mengobati dahaga kala ruhiyah ini kering, yang tak pernah lelah untuk mencari ilmuNya..

Tulisan ini pun semoga menjadikan saksi, atas keinginan saya untuk tetap istiqomah di jalanNya hingga ajal, insya Allah..

Tak ada yang berubah dalam aturanNya. Meski di tempat yang berbeda, dengan orang-orang yang berbeda, seorang wanita tetaplah harus menjaga kehormatannya. Pun dalam hal yang paling mendasar, penampilan. Itu yang saya yakini..

Sekali lagi, betapa sedihnya melihat saudari-saudariku dulu yang berjuang bersama,, berguguran satu per satu. Sedang saya tidak dapat melakukan apapun, selain menumpahkan dalam blog ini.

Aku mencintamu, saudariku, karena Allah.. Semoga Allah membimbingmu kembali menuju cahayaNya yang indah. Menjauhkan dari kecintaan pada dunia, dan kembali merindukan surga…

aamiiin Ya Rabb…

*Ditulis sambil mengingat satu per satu wajah saudari-saudariku yang sedang ‘diuji’ olehNya..

Jeddah , 2 Februari 2013

10 Tanggapan to “Ukhti, Kemana Jilbab Panjangmu Pergi?”

  1. rosinaintan Februari 2, 2013 pada 1:53 pm #

    Analisis sederhana,
    itu tandanya jilbab syar’i itu hanya sebuah wujud ketaatan terhadap manusia
    bukan DIA..

  2. rika Februari 4, 2013 pada 2:19 pm #

    wow sepertinya….tulisann yang bagus…”andai dia tau”

    • Sonia Atika Februari 5, 2013 pada 3:10 pm #

      dia siapa rika?🙂

      • rika Februari 6, 2013 pada 2:48 am #

        hehehe.hahaha.hihihi.

  3. nunik Februari 6, 2013 pada 3:41 am #

    karena istiqomah itu harus menjadi do’a pertama sebelum doa’2 yg lain dipanjatkan..

    • Sonia Atika Februari 6, 2013 pada 9:47 am #

      :’)

  4. Iwan Yuliyanto Februari 9, 2013 pada 9:20 am #

    Jangan lelah untuk selalu mengingatkannya dengan sebaik-baik penyampaian agar makin dekat dengan hidayah-Nya.

    • Sonia Atika Maret 6, 2013 pada 10:03 am #

      Insya Allah pak.. semoga kita semua tetap istiqomah di jalanNya. aamiiiin…

  5. ibnu gunawan Oktober 10, 2013 pada 5:56 am #

    Keep istiqomah with hijab,,

  6. tia Februari 4, 2014 pada 6:44 am #

    tapi tetaplah dianggap sebagai teman seperti sebelumnya ya mba teman2 yang begitu..🙂
    *kadangkala saya jg iri klo liat mbak-mbak yang bisa bertahan dengan jilbab syar’ie nya diberbagai situasi dan kondisi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: