Jejak-jejak Kelam di Dunia Maya

5 Mei

Bismillahirrahmanirrahim..

Saya baru saja mencoba menjodohkan teman.. tapi belum berhasil. ada pelajaran yang bisa diambil..

Buat para jomblo, nih. Sebelum minta tolong dicarikan pasangan, pastikan bahwa tidak memiliki ‘jejak kelam’ yang masih tertinggal di dunia maya.

Karena penyelidikan via akhi ‘gugel’ ini sudah lazim dilakukan.

Bukan soal ‘penyelidikan via gugel ini memenuhi syariat atau tidak’. Itu bukan kapasitas saya menjelaskan.

Tapi ya ini soal ‘niat ga cari jodoh yang baik?’

Kalau memang berniat cari yang sholihah/sholeh, terus akun twitter masih penuh “papah-mamah” an sama orang, gimana tuh?

Kalau berniat cari jodoh yang sholih/sholihah, terus dunia maya masih tersebar foto sama mantan dempet-dempetan rangkul-rangkulan..
Gimana tuh?

“Jangan lihat masa lalunya.. bisa aja dia udah tobat..”

Oke. Tapi tobatnya ya yang kaffah dong.

Pastikan ‘papah mamah’ sudah dihapus.

Lupa passwordnya?
Yah itulah mudharat pacaran. Baru kerasa sekarang?

Ngga kepikiran kan dulu pas ‘papah mamah’ an, kalau itu akan jadi ‘prasasti’ di dumay..
Dan menghalangi dapat jodoh yang baik?

Berproses via perantara memang tidak gampang.
Bagi yang menjadi perantara, maupun yang diproses..

Ini era dumay. Yang kalau kita punya rekam jejak yang negatif dan itu lupa ‘diprivate’, ya itulah resiko.

Kalau sudah niat proses, alangkah baiknya lakukan simulasi.

Cek akun-akun dumay kita yang publish..

Kira-kira kalau dibaca orang, ini gimana ya..
Kira-kira kalau pengen dapat orang baik, informasi apa yang ingin mereka baca tentang kita..

Kalau tidak siap ‘diselidiki’ via dumay.. ya diprivate semuanya saja. Atau dihapus semua akunnya dulu.. gitu..

Ngga semua sih, yang begitu disodori calon trus selidiki via dumay.

Tapi tidak ada salahnya, untuk memaksimalkan ikhtiar.

Karena mendapatkan jodoh terbaik, butuh ikhtiar terbaik pula..

Sekedar share pengalaman.. bagi yang tidak sepakat, ya tidak apa-apa..🙂
Bagi yang tersinggung,  saya mohon maaf🙂

Kira-kira mau lanjut ke ta'aruf ngga kalo nemunya ginian?

Kira-kira mau lanjut ke ta’aruf ngga kalo nemunya ginian?

Bersyukurlah para jomblo yang masih ‘ting ting’ hati dan raga nya.
Yg murni menyiapkan lahir batin untuk jodohnya kelak. Kalian GHUROBA!

Bersyukurlah bagi yang mendapat jodoh yang memang masih ‘ting ting’ hati dan raganya.
Dijaga baik-baik tuh.. jaman sekarang langka!

Wallahua’lam bishowab…

2 Tanggapan to “Jejak-jejak Kelam di Dunia Maya”

  1. dianramadhani Mei 6, 2015 pada 4:02 am #

    yup, bener mba.. apalagi klw si “jejak kelam” nya itu susah banget nyadar diri biar ga terus terusan keep contact dengan alasan yang macem macem.. duh mancig emosi aja😦

  2. Dyah Sujiati Mei 26, 2015 pada 11:32 am #

    Mantab mbak!
    Aku yakin sih Allah akan kasih yg sepadan.
    Meskipun udah dihapus papah mamah.-nya, tapi tetep aja namanya punya masa lalu. Ntar pasangannya juga nggak jauh beda. CMIIW😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: