Musibah Menurut Islam ; Ujian atau Hukuman dari Allah?

8 Jun

Ada yang bertanya, bagaimana membedakan musibah itu ujian, atau hukuman dari Allah untuk kita? Saat kita mengalami sesuatu yang sulit, apa yg sebaiknya kita lakukan? introspeksi atau bersabar dan berharap ujian itu menaikkan level kita?

Sungguh, keduanya benar. Hanya penerapannya yg berbeda. Misal, saat kita mengemudi dan ugal-ugalan. Senggol sana sini, mengebut, mengabaikan rambu-rambu lalu kita menabrak.

Layakkah kita mengatakan bahwa itu adalah ujian dari Allah untuk menaikkan level kita? Layakkah kita bilang, “Allah sedang menguji saya nih, jadi saya harus sabar…”

Begitu pula jika kita merasa sudah maksimal bekerja, profesional, datang tepat waktu kok tiba-tiba kita dipecat perusahaan. L

alu kita meratapi diri “Ini pasti karena Allah menghukumku.. Allah menghukum saya karena begini begitu….”

Kedua contoh diatas adalah contoh kesalahan dalam memaknai musibah dari Allah. Terbalik.

Yang jika itu dilakukan, maka dampaknya adalah kita tidak introspeksi untuk menjadi lebih baik dan menaati peraturan, dan yang kedua akan berdampak kita putus asa, futur, meratapi diri sendiri, dan tidak bersyukur, dan mungkin berbalik menyalahkan Allah, malas beribadah. naudzubillah.

Nah, lalu bagaimana kita bisa tepat memaknai musibah? KIta renungkan Quran surat At Taghabun ayat 11.

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Yang jelas, musibah itu atas izin Allah. Titik. Mau diapa-apakan, musibah telah terjadi dan atas izin Allah.

Nah, selanjutnya “Barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya” Inilah, kunci bagaimana kita bisa memahami ini hukuman atau ujian. Keimanan pada Allah.

Kedekatan pada Allah, hubungan yang sehat kita pada Allah. Ibadah yang baik, husnudzan, maka Allah akan menunjukkan hati kita. “Ini ujian, atau hukuman sih sebenarnya buat kita…”

Jika Allah sudah tunjukkan pada hati kita, oh ini hukuman. “Oh iya, saya ngga hati-hati. Saya memang tidak mengerjakan semuanya dengan baik, saya tidak mematuhi aturan-aturan, jadi wajar kalo saya dapat ujian ini…”

Kalau berpikiran begini, maka reaksi akan : istighfar, bertobat, memperbaiki perilakunya, dsb.

Juga saat misal diberi musibah dipecat dari perusahaan, atau ban meletus, dan lain lain yang itu memang bukan karena kelalaian dan kesalahannya sama sekali, maka jika hati kita diberi petunjuk Allah, kita akan bereaksi “Sabar, mungkin ini ujian dari Allah supaya saya lebih sabar. Supaya menambah untuk mengingatnya, supaya saya lebih kuat..”

Enak kan? dua-duanya akan menjadikan kita tentram, dan tidak putus asa. Dua-duanya menjadikan kita lebih baik di mata Allah dan juga di mata manusia.

Dan di penutup surat itu juga “Allah Maha Mengetahui Sesuatu”. Jadi, Allah tahu misal kita memang sudah berusaha, atau Allah pasti tahu bahwa kita tidak bersalah, dan juga Allah pasti tahu misal kita memang benar-benar sudah lalai.

Ya, perbaiki hubungan dengan Allah, maka musibah akan kita sikapi dengan baik, dan menambah kualitas kita sebagai manusia, di hadapan manusia, dan di hadapan Allah.

Wallahua’lam bishowab. ayat tentang musibah dalam Islam - ujian atau hukuman dari Allah

Satu Tanggapan to “Musibah Menurut Islam ; Ujian atau Hukuman dari Allah?”

  1. Harbun Juli 4, 2015 pada 7:36 am #

    Terimakasih, Ummu, tausiyahnya menenangkan sekali,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: