Tag Archives: akhwat

Jejak-jejak Kelam di Dunia Maya

5 Mei

Bismillahirrahmanirrahim..

Saya baru saja mencoba menjodohkan teman.. tapi belum berhasil. ada pelajaran yang bisa diambil..

Buat para jomblo, nih. Sebelum minta tolong dicarikan pasangan, pastikan bahwa tidak memiliki ‘jejak kelam’ yang masih tertinggal di dunia maya.

Karena penyelidikan via akhi ‘gugel’ ini sudah lazim dilakukan.

Bukan soal ‘penyelidikan via gugel ini memenuhi syariat atau tidak’. Itu bukan kapasitas saya menjelaskan.

Tapi ya ini soal ‘niat ga cari jodoh yang baik?’

Kalau memang berniat cari yang sholihah/sholeh, terus akun twitter masih penuh “papah-mamah” an sama orang, gimana tuh?

Kalau berniat cari jodoh yang sholih/sholihah, terus dunia maya masih tersebar foto sama mantan dempet-dempetan rangkul-rangkulan..
Gimana tuh?

“Jangan lihat masa lalunya.. bisa aja dia udah tobat..”

Oke. Tapi tobatnya ya yang kaffah dong.

Pastikan ‘papah mamah’ sudah dihapus.

Lupa passwordnya?
Yah itulah mudharat pacaran. Baru kerasa sekarang?

Ngga kepikiran kan dulu pas ‘papah mamah’ an, kalau itu akan jadi ‘prasasti’ di dumay..
Dan menghalangi dapat jodoh yang baik?

Berproses via perantara memang tidak gampang.
Bagi yang menjadi perantara, maupun yang diproses..
Baca lebih lanjut

Iklan

Ukhti, Kemana Jilbab Panjangmu Pergi?

2 Feb

Terdiam beberapa saat, seakan tak percaya. Saya mendapatinya di jejaring sosial setelah sekian lama tak bersua. Memandangi fotonya, mengamati wajahnya yang masih dengan senyum yang sama seperti dulu. Tapi, ada yang berbeda..

Tubuhnya kini nampak terlihat jelas lekuknya. Bagaimana tidak? hanya tertutup penutup kepala seadanya, tak sampai ke dada. Jubah panjang kini berubah menjadi celana panjang. Longgar pun tidak. Aurat tak tertutup sempurna.

Saya berkali-kali bertanya, ada apa?? Apa yang telah kau alami saudariku..?

Beban berat apa yang telah menjadikanmu menanggalkan hijab syar’i itu..?

Kecewa pada manusia? komunitas? padaku?

Saya masih ingat dengan jelas betapa anggunnya engkau dulu.. Senyum yang bersahaja, tutur kata yang lembut dan menentramkan, asma Allah yang sering kau ucap, semuanya terasa semakin lengkap dengan balutan kesederhanaan yang terpancar dari rapihnya hijabmu.

Kemana semua itu?

Kemana jilbab panjang, dan hijab syar’i mu?

Apakah tertelan oleh aktivitas dunia yang mengukungmu?

Apakah tertelan oleh kejamnya cibiran manusia yang juga penuh hina itu?

Apakah tertelan oleh kecintaan pada lawan jenis, yang belum tentu halal untukmu? Baca lebih lanjut

Lajang tak perlu galau!

10 Des

Kalau ditanya, apa masa-masa terberat untuk ‘hati’ ? Kalau jawaban saya adalah : masa-masa menunggu pinangan (vulgar ya? hehe :mrgreen: ).

Bagaimana tidak, waktu kan tidak bisa di ‘pause’. Berjalan terus menerus, diikuti usia yang selanjutnya berganti bilangan. Target menikah 23 lewat, 24 lewat, 25, 26 dan seterusnya.

Sedangkan teman-teman, bahkan adik tingkat satu per satu telah menemukan (atau ditemukan? ) jodohnya. Orang tua sudah mulai rajin bertanya, tetangga apalagi. Lebaran yang harusnya bahagia, malah membuat murung karena setiap bertemu orang keluar kalimat tanya yang semua intinya adalah : “Kok masih sinlgle mbak?”. Dalem.

Belum lagi godaan-godaan yang muncul. Ditelepon setiap hari oleh bekas-bekas partner waktu masih di kampus, SMS menanyakan kabar dan sering berlanjut percakapan tidak penting, tawaran dari kanan kiri yang nggak tahu itu serius apa cuma sindiran, dan sebagainya.

Begitulah. Btw, pengalaman pribadi saya? mm.. tenang, tidak semuanya. Saya menikah di usia 23 tahun, jadi tidak ada target yang terlewat. hehe :mrgreen:

Tapi setidaknya itulah gambaran singkat gejolak hati yang dialami lajang masa kini.

Padahaal… Setelah saya menikah sekarang, kalau dipikir-pikir, ternyata banyak hal yang seharusnya membuat saat-saat masih menunggu itu produktif. Banyak hal yang seharusnya diketahui dan dipelajari jauh-jauh hari sebelum menikah.

Sungguh, pernikahan bukan sekedar bertemu kekasih halal, lalu dapat sopir halal, berduaan halal, sayang-sayangan halal, mesra-mesraan di wall facebook dan twitter halal, pasang relationship ‘married with’ sudah boleh, foto berdua, dan sebagainya.

Menikah bukan sekedar hal remeh temeh yang bisa dipamerkan di media sosial, bukan se simpel itu. Sayangnya, ini yang akhirnya menghantui para lajang di luar sana. Terbitlah galau menggelora.

Stop Galau..

Stop Galau..

Ada keluarga mertua, ada tanggung jawab terhadap masyarakat, penyesuaian karakter. Dan yang sangat penting, ada anak yang merupakan amanah dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin.

Baca lebih lanjut

Saya dan Hobi Menggambar

25 Mar

Sebenarnya saya sudah memiliki hobi ini sejak SD. Ya, sejak keciiil sekali saya sudah hobi menggambar. Saya ingat, saya suka sekali menggambar dasar laut, dilengkapi dengan ikan-ikan, karang, dan penyelam. Itu membuat saya berkhayal, bahwa ada kota di bawah laut dan penduduknya adalah ikan.

Kemudian saya juga suka menggambar seorang putri, dengan aksesoris baju yang macam-macam, dan aksesoris rambut yang saya buat mirip dengan serial silat Cina yang ada di Televisi, dengan konde dimana-mana. Dulu saya menganggap gambar saya sudah sangat bagus. Setiap buku tulis, hampir semua cover sebelah dalamnya saya gambari ‘princess’. Dan tahu tidak? badannya terdiri dari komposisi dua segitiga yang bertemu di satu sudut menjadi bagian perut. Bisa membayangkan? hihi..
Tinggal dilengkapi dengan dua tangan lurus ke bawah, leher, kepala yang juga berbentuk segitiga, rambut, dan sepatu high heels. Unik. Seandainya saya bisa menemukan gambar-gambar itu lagi, pasti saya akan tersenyum geli.
Saat itu saya hanya berfantasi tentang seorang putri, dan pakaian yang indah. Dan membayangkan jika saya menjadi mereka.

Lalu SMP, saya mulai suka membaca komik. Awalnya dengan mencontoh tokoh-tokoh komik yang saya sukai, lama-lama saya membuat karakter sendiri. Jadilah saya memiliki hobi menggambar karakter komik.

Hingga SMA, saya masih suka sekali menggambar karakter komik. Kadang, ada teman yang ingin dirinya digambar, atau cowok taksirannya, atau karakter by request. Saya sampai memiliki koleksi satu binder tebal khusus untuk mengumpulkan gambar-gambar saya.

Sayang waktu itu belum ada scanner. Kalau ada, sudah saya scan semua, kemudian saya edit pake photoshop. Dan saya juga tidak tahu kemana koleksi saya itu. Sudah menjadi satu dengan buku-buku jaman sekolah nampaknya.

Ketika kuliah, hobi ini sempat mandeg. Karena tidak sempat. Benar-benar tidak ada space di pikiran untuk menggerakkan tangan untuk menggambar. Hingga akhirnya, sewaktu saya sudah menikah, punya laptop, saya sempat mengunjungi blog dan profil fb nya dek Citra yang hobi menggambar juga. Gambar-gambarnya bagus, akhirnya saya beranikan untuk bertanya, software apa yang dipakainya. Ternyata dek Citra memakai ‘Inkscape’.

Langsung saja saya bertanya pada Eyang Gugel, sedikit tutorial, dan link download gratisnya.  Install, coba-coba dikit. Dan ternyata gampang sekali. Inilah gambar pertama saya menggunakan Inkscape otodidak dalam waktu beberapa menit.

inkscape-kartun hijab-akhwat cartoon

Kartun pertama saya dengan Inkscape, hasil coba-coba

Sejak itu, setiap ada waktu senggang, dan ada ide, saya langsung mengunjungi software itu dan berkreasi. It’s fun. Lumayan, menyalurkan hobi lama yang sempat terlupakan.

kartun suami istri-kartun suami istri Islami

Ini gambar yang paling lama mbikinnya. Agak ruwet

Hingga akhirnya saya cukup PD untuk menguploadnya di fb maupun di blog. Bahkan saya membuat akun khusus flickr, untuk mengupload kartun-kartun saya.

Karena memang hanya iseng, saya tidak begitu ‘narsis’ dengan gambar-gambar saya. Maksudnya tidak begitu aktif untuk menshare, mempublikasikan, ataupun tidak begitu berharap karya saya dilihat orang banyak. Hanya ingin menyalurkan hobi saja.
Tapi kadang senang juga kalau ada yang mengapresiasi, mengcopy, bahkan ada yang dijadikan foto profil. Rasanya gimana, gitu.. hehe :mrgreen:

Jadi bagi saya tidak ada masalah kalau ada yang menggunakan gambar-gambar saya. Yang masalah kalau karya saya diakui sisi. Hehe. Tapi namanya juga dunia maya, siapapun bebas mengcopy, edit, simpan, dan sebagainya. Saya ikhlas, kok. Ikhlaas.. :mrgreen:

Dengan hobi saya ini juga akhirnya menambah statistik blog saya ini menjadi gila-gilaan. Duh, jadi ga enak, pada nyasar ke sini. :mrgreen: . Ya sudah, ga pa-pa. Semoga gambar saya bisa digunakan sebagaimana mestinya. Aamiin.

Oh iya, di page yang saya pasang khusus untuk hasil iseng saya, ada juga yang bukan murni buatan saya pribadi. Hanya ambil di internet, kemudian tokoh ibu saya beri jilbab. Awalnya melihat kartun tersebut menarik sekali. Ada ayah, ibu, dan anaknya. Tapi sayangnya sang Ibu tidak memakai jilbab. Berawal dari iseng, lama-lama saya mencari gambar yang lain, dari wallcoo, lalu saya edit. Ini nih editan pertama yang saya buat. Baca lebih lanjut

Akhwat Galau

24 Agu

Tiba-tiba ingin menuliskan ini. Sebenarnya sudah sejak lama mengamati, tapi baru terketuk sekarang.

Ketika pagi ini saya login facebook dan mendapati wall dipenuhi dengan para lajang (akhwat) yang mengupdate status tentang pernikahan.

Ah, tema itu. Tema sensitif. Tema yang cukup menarik bagi para lajang.

Mereka memang tidak langsung mengatakan “Aku pengen nikah, looh..”

Tapi mereka memang mengemasnya sedemikian rupa, sehingga tidak langsung mengarah ke maksud di atas.

Akhwat galau, ya, saya menyebutnya begitu. Bahasa masa kini, siy. Kalo jaman dulu mungkin lebih halus ‘akhwat gelisah’.  Tapi karena biar up to date, saya menyebutnya fenomena akhwat galau :mrgreen:.

Di satu sisi saya merasa kasihan pada mereka. Saya pun sempat merasakannya. Sudah lulus, sudah bekerja, apa lagi? Ditambah lagi, dikejar usia..

Tapi di sisi lain, saya heran. Heran, bukankah status-status mereka dibaca para ikhwan juga? Apakah tidak malu mengumbar keinginan suci, seolah-olah mengatakan “Hei, kalian laki-laki lajang, kumohon bacalah statusku, aku ingin menikah, tapi belum ada yang melamarku..Baca lebih lanjut

Postingan Tengah Malam

9 Mar

Terbangun tengah malam.

Itu adalah rutinitas yang saat ini sedang saya alami.

Dan akhirnya lama-lama saya ‘menyengaja’ untuk bangun saja, daripada tidur tapi mimpi di padang pasir, makan makanan busuk, dan lain-lain.

Mimpi biasanya disesuaikan dengan kondisi tubuh kita. Mimpi di padang pasir bukan berarti saya mimpi bertemu suami saya (itu malah enak 😆 ) tapi ini karena kehausan. Ya, ibu hamil memang butuh cairan banyak. Sering haus. Malangnya, ibu hamil pun akan sering ke belakang. Jadi, kombinasi tepat untuk membangunkan seorang ibu hamil tengah malam.

Kalau mimpi makan makanan busuk, ini efek karena perut mual. Setiap tengah malam biasanya perut kosong, dan membuat asam lambung meningkat. Mual, deh..

Kalau begitu, apa solusinya?

Solusinya… segera bangun, lakukan rutinitas minum air putih, buang air kecil, ngemil. Kemudian browsing-browsing sebentar, lalu..tidur lagi… 🙂 hehe..

Oh iya, salah satunya juga bisa diisi dengan posting blog. Lumayan agak tidak penting, tapi, baiklah.. itung-itung update… 😛

Alhamdulillah saya tidak nyidam. Entah, mungkin karena saya bukan tipe orang yang suka membuat repot orang lain, atau karena memang tidak ada yang bisa saya repotkan? Baca lebih lanjut

Kepada para wanita…

26 Jun


kartun akhwat

The beautiful girl with hijab

Khusus untuk renungan dan pengingatan semua akhwat, wanita, perempuan semuanya, Semoga Allah meletakkan secercah hidayahNya ke dalam hati kita….

Hawa… Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar islam, kita dizalimi, hak kita dirampas, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau sedikit oleh kaum adam, sama sekali tidak bernilai.. kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka.

Tapi kini sejak rahmat Islam menyelubungi alam, saat sinar Islam berkembang, derajat kita diangkat,kehormatan kita terpelihara, kita dihargai dan di pandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita solehah..

Wahai Hawa… Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

Wahai Hawa.. Tangan yang menggoncang buaian bisa mengoncang dunia, sedarlah hawa kau bisa mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang soleh solehah, kau bisa mengalahkan dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan islam di mata dunia.

Tapi hawa… jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu,dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu.
Jangan Hawa, jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu.
Jangan sesekali mengoda lelaki yang bukan suamimu, karena aku kuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah. Sebab memberi kegembiraan pada syaitan karena wanita adalah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan Adam.

Hawa,.. Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang solehah buat kedua ibubapakmu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan ad-din Allah.

Hawa,.. Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan mengadaikan kehormatanmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya.
Jangan memulai pertemuan yang tidak bermanfaat dengan lelaki yang bukan muhrim karena aku kawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan.. takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa, lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang baik tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengoncang iman mereka. Tetapi hawa, lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya, dan ad-dinnya. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya.

Oleh karena itu Hawa, jagalah pandanganmu,
jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu.

Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibubapakmu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta kakak adik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa, Cintailah Allah dikala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah. Cintailah kedua ibubapakmu karena kau akan mendapatkan keridhaan Allah. Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: