Tag Archives: cerita

Sebelum Dia Halal Bagimu

13 Agu
kartun-ikhwan-akhwat-lucu kartun pasangan halal-kartun suami istri

Bersabarlah, karena dia akan berbuah manis 🙂

Sungguh menarik jika membahas tentang pernikahan. Tapi bagi saya, lebih menarik adalah membahas waktu-waktu menjelang hari H pernikahan.

Menarik, karena jangka waktu antara khitbah-menikah itu penuh warna.

Ada pusing karena persiapan ini itu menjelang pernikahan,

Ada deg-degan karena tak lama lagi sudah tidak sendiri,

Ada rasa canggung, malu-malu dan grogi ketika harus berkomunikasi dengan si dia, calon pendamping kita.

Ada rasa syukur tak terkira, karena selangkah lagi akan menghadapi salah satu ketentuanNya yang telah lama dinanti..

Waw.. masya Allah rasanya 🙂

Berbagai cerita juga saya dapat dari sahabat saya tentang perasaan mereka menjelang pernikahan. Apalagi, sahabat-sahabat saya ini juga sebagian besar tidak melalui proses pacaran sebelumnya. Kebayang kan bagaimana menariknya cerita mereka? :mrgreen:

Di antara rasa yang nano-nano tadi, ada satu hal yang bagi saya begitu penting; Menjaga interaksi dengan sang calon.

Sungguh, meskipun jarak antara khitbah dan nikah kami waktu itu hanya berjarak satu minggu, tapi rasanya godaan itu begitu besarnya. Saya berpikiran, apalagi mereka yang jaraknya begitu lama. Rasanya gimana ya?

Apa sih godaan-godaan itu?

Banyak. Di antaranya berkhalwat, saling mengirim kata-kata yang belum pantas (sayang, kangen)

memanggil ‘Bunda/ayah’, atau kalau katanya ingin Islami ya Ummi/Abi sebelum waktunya, kalimat-kalimat ‘gombal’ dan pujian untuk menggoda..

Benar-benar disinilah celah setan untuk menghancurkan ibadah kita. Disinilah dibutuhkan ketegasan dari salah satu pihak, atau keduanya untuk membatasi komunikasi dan interaksi.

Disinilah sepenuhnya hati kita jaga, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Apa jaminan kita akan disampaikan usia hingga penghulu mengatakan “SAH..SAH..”

Apa jaminan bahwa tidak ada halangan saat hari H?

Jangan sampai semua yang semestinya bisa segera kita raih dengan penuh kebarokahan, tak lama lagi, hanya butuh sedikiiiit saja kesabaran, menjadi hambar tak bermakna, karena itu semua telah kita lakukan sebelum halal.

Dan apapun yang dilakukan sebelum itu dihalalkan, pasti ada rasa tidak tenang di hati. Betul tidak?

Ah.. sungguh sayang sekali, ‘makanan lezat’ yang sudah terhidang untuk ‘berbuka puasa’ sebentar lagi, menjadi hambar karena kita sudah tidak begitu lapar, sudah mencicipi sebelum waktunya.

Tahanlah lisanmu untuk mengatakan hal-hal yang belum waktunya.

Tahanlah jarimu untuk tidak mengetikkan kata-kata yang masih haram kau keluarkan.

Tahanlah dirimu, badanmu untuk tidak menyentuh hal-hal yang masih belum menjadi hakmu.

Sedikit lagi, semua akan menjadi begitu indah dan barokah jika kau bisa memenangkan godaan-godaan itu.

Jika kau ingin memuliakan calon ibu/ayah dari anak-anakmu, muliakan dia sejak sebelum menikah. Dengan menjaga hatinya, dan kehormatannya hingga saat itu tiba.

wallahua’lam bishowab.

Semoga bermanfaat 🙂

Iklan

Langit Biru dan Laut Merah..

22 Apr

Pemandangan laut merah begitu menarik pagi itu.

Kami yang awalnya hanya ingin refreshing melihat-lihat sepanjang Red Sea dan tidak berniat turun dari kendaraan untuk mampir jalan-jalan menjadi berubah pikiran. Langit yang begitu biru, dan air laut yang jernih ditambah beberapa bangku untuk bersantai yang nampak kosong, sepi dan udara masih sejuk. Tunggu apa lagi? 🙂

Meski saat itu Jumat pagi, hari libur di Saudi, tapi jalanan sangat sepi. Karena budaya mereka lebih senang untuk berekreasi di malam hari. Jadi pastilah tempat ini sangat ramai Kamis malam kemarin, lalu memilih istirahat di rumah pagi hingga sore hari.

Jika malam hari, warga lokal Saudi banyak yang menggelar karpet dan berkumpul dengan keluarga di tepi-tepi pantai. Membakar ikan, jagung, ngopi, ngeteh, bahkan ada yang membawa tenda kecil.

Karena tidak ada pedagang kaki lima atau penjual makanan, akhirnya mereka membawa semua bekal dari rumah. Saya pikir malah lebih menyenangkan seperti itu. Ada juga yang memancing ikan. Benar-benar acara keluarga pokoknya.

Pagi itu juga saya lihat banyak yang sedang memancing ikan. Juga beberapa keluarga Saudi sedang bersantai.

Anak-anak seadng asyik bermain skuter. Nampaknya mereka dari Filipina atau Indonesia

Baca lebih lanjut

My Blog’s anniversary : 5 tahun sudah saya ‘mblogging..

3 Mar

Tanggal 28 Februari kemarin saya dapat notifikasi dari wordpress. Ternyata saya sudah registrasi blog ini 5 tahun yang lalu!

Dan setelah saya cek, ternyata benar, postingan pertama ‘Hello world’ saya masih ada, dan belum saya hapus. hehe..

Wow, lima tahun itu lama juga loh. Artinya dari saya umur 21 tahun sampai usia 26 tahun.

Dari saya masih mahasiswi idealis, aktivis, tukang gelisah, penuh semangat dengan jiwa ‘pemberontak’, hingga sekarang menjadi istri sekaligus ibu dari satu putri dan tinggal sangat jauh dari kampung halaman.

Ajaib, ya? hehe.. :mrgreen:

Sedikitpun saya tidak berniat untuk menghapus atau berpindah ke lain blog. Biarlah tulisan-tulisan saya dulu menjadi kenangan yang kadang ada manis, kadang ada pahitnya juga.

Karena disitu banyak juga komentar-komentar dari sahabat, yang dengan membacanya saja tiba-tiba saya serasa kembali hadir di masa itu. Bahkan kadang saya saja lupa, bahwa saya pernah merasakan itu semua. Ah.. what a wonderful moment..

Ternyata lima tahun itu cukup untuk saya mengalami beberapa fase.

Fase mahasiswi aktivis idealis, lalu mahasiswi tingkat akhir yang pusing dengan skripsi, sarjana yang terjun ke dunia baru, wanita lajang yang galau karena belum menikah (ahahaha :mrgreen: ).. Baca lebih lanjut

Ukhti, Kemana Jilbab Panjangmu Pergi?

2 Feb

Terdiam beberapa saat, seakan tak percaya. Saya mendapatinya di jejaring sosial setelah sekian lama tak bersua. Memandangi fotonya, mengamati wajahnya yang masih dengan senyum yang sama seperti dulu. Tapi, ada yang berbeda..

Tubuhnya kini nampak terlihat jelas lekuknya. Bagaimana tidak? hanya tertutup penutup kepala seadanya, tak sampai ke dada. Jubah panjang kini berubah menjadi celana panjang. Longgar pun tidak. Aurat tak tertutup sempurna.

Saya berkali-kali bertanya, ada apa?? Apa yang telah kau alami saudariku..?

Beban berat apa yang telah menjadikanmu menanggalkan hijab syar’i itu..?

Kecewa pada manusia? komunitas? padaku?

Saya masih ingat dengan jelas betapa anggunnya engkau dulu.. Senyum yang bersahaja, tutur kata yang lembut dan menentramkan, asma Allah yang sering kau ucap, semuanya terasa semakin lengkap dengan balutan kesederhanaan yang terpancar dari rapihnya hijabmu.

Kemana semua itu?

Kemana jilbab panjang, dan hijab syar’i mu?

Apakah tertelan oleh aktivitas dunia yang mengukungmu?

Apakah tertelan oleh kejamnya cibiran manusia yang juga penuh hina itu?

Apakah tertelan oleh kecintaan pada lawan jenis, yang belum tentu halal untukmu? Baca lebih lanjut

A Lesson from Memories

16 Jan

Ternyata perlu juga sering-sering membuka album foto saat anak kita baru lahir, dan di usia masih terhitung bulanan. Bahkan mungkin saat sang anak masih ada dalam kandungan. Memperhatikannya dan membandingkannya dengan sekarang.

Subhanallah, ternyata waktu telah memberikan jejak padanya.

Salah satu dokumentasi saya, video saat Haniya 4 bulan

Salah satu dokumentasi saya, video saat Haniya 4 bulan. Kaget, ternyata Haniya pernah selucu ini ^_^

Itu yang saya rasakan saat membuka kembali file-file video dan foto Haniya kala masih usia 4 bulan, sebulan, 21 hari, bahkan saat masih dalam rahim saya yang membuat perut saya terlihat sangat besar.

Hahaha.. wow, ternyata perut saya pernah sebesar itu. Bandingkan sekarang saya yang sudah kurus lagi seperti saat masih gadis. :mrgreen:

Waktu yang benar-benar tidak bisa diberhentikan walau sedetik pun. Waktu yang telah merubahnya dari bayi yang sungguh tidak berdaya, hingga menjadi gadis kecil yang lugu, dan menggemaskan. Oh.. my little girl grows up so fast.. hiks.. Baca lebih lanjut

Tugu yang Unik

28 Jul

Ada satu hal yang unik di Jeddah ini. Mungkin karena disini negara dengan hukum Islam, jadi tidak jaman yang namanya tugu-tugu peringatan. Itulah mengapa tugu (atau hiasan kota ya?) di sembarang tempat di sudut-sudut kota Jeddah memiliki bentuk-bentuk yang lebih bebas, unik, kadang abstrak, menarik, bahkan ada yang aneh. Salah satunya ini.

Lokasi : Jeddah
diambil dengan kamera saku 12 MP

Baca lebih lanjut

Mengenang Ramadhan Kemarin

15 Jul

Malam itu sepajang yang saya lihat adalah lautan manusia. Mereka mondar mandir tak tentu arah. Crowded, sumpek. Tapi hati saya benar-benar takjub, bahagia.

Bangunan megah itu kini di depan saya. Bangunan yang sebelumnya hanya saya lihat di gambar, televisi, atau buku oleh-oleh dari suami waktu mudik ke Indonesia.
Segera saya SMS orang rumah. Singkat, karena saya bingung apalagi yang harus saya sampaikan. “Masjidil Haram!”
Subhanallah. Rasanya itu kayak.. bisa lihat masjidil Haram secara langsung. :mrgreen:
Sempat berpikir : “Is it real? am I dreaming?”
Bagaimana tidak? Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: