Tag Archives: hikmah

Dampak Negatif Dosa dan Maksiat

20 Apr

Malam itu kami selesai mendengarkan Taujih dari Ust. Mardani Ali Sera, jubir PKS yang khusus kami undang, mumpung beliau sedang menjadi pembimbing umroh.

Dengan nampan yang agak besar, kami melahap ayam bakar dan nasi kabsah yang super enak bersama-sama. Satu nampan untuk ber enam. Budaya amal-jama’i di Saudi yang satu ini memang asyik. Apalagi kalau sambil ngerumpi. hehe

Tapi insya Allah selama saya bersama ibu-ibu sholehah ini, ngerumpi santai pun padat berisi. Ghibah atau nggosip tidak ada sama sekali dalam kamus kami. Bisa dicek, atau disadap (niat banget :mrgreen: ).

Malam itu kami ngobrol, mulai dari berat badan (ups hihi),anak, sampai ke soal ibadah.

“Tahu nggak, kalo selama ini kita tuh ngga sadar, kalo maksiat itu berdampak langsung ke diri kita.” Seorang al-ukh memunculkan pembicaraan yang menarik. Baca lebih lanjut

Iklan

Belajar dari Film Doraemon

24 Jun

Film pendek dari Doraemon. The Memories of Grandmother.

Berkali-kali saya menontonnya tidak juga bosan. Full of meaning..

Film pendek durasi 23 menitan ini bercerita tentang Nobita yang ingin kembali ke masa lalu. Nobita menemukan boneka kesayangannya, hadiah dari neneknya. Dan tiba-tiba Nobita rindu, ingin bertemu lagi dengan neneknya yang sudah meninggal.

Disitulah cerita dimulai.

Kembali ke masa lalu, saat Neneknya masih hidup, Nobita malah terkejut.

Ternyata Nobita kecil pernah memarahi Neneknya karena hal sepele. Nobita besar menyesal kenapa saat itu tega memarahi Neneknya hanya karena Nenek tidak bisa menunjukkan Kembang Api, yang hanya ada di musim panas, sedang saat itu musim gugur..

Hmm..

Nobita enak, dia punya mesin waktu. Saat merindukan seseorang, dia tinggal masuk laci lalu berjumpa dengan orang itu.

Kita? this is reality, brow..

Mana bisa kita punya laci yang bisa membawa kita ke masa lalu? Yang bisa kita lakukan hanyalah memendam rindu itu dalam hati. Mengingat memori-memorinya, atau melihat dokumentasinya.

Kenapa kita tidak berpikiran, someday.. orang-orang yang ada di dekat kita juga akan kita rindukan? Seperti Nobita merindukan neneknya.

Orang-orang di dekat kita akan pergi, entah karena usia atau jarak. Entah masih bisa melihatnya lagi atau tidak sama sekali..

Nobita masa depan, saat bertemu lagi dengan Nenek yang dirindukannya..  (sumber)

Nobita masa depan, saat bertemu lagi dengan Nenek yang dirindukannya..
(sumber)

Saat kehadirannya sekarang, nikmatilah..

Saat keberadaannya disampingmu sekarang, hargailah..

Karena kita tidak punya mesin waktu..

Yang kita punyai sekarang adalah kesempatan yang masih Allah berikan..

Gunakanlah, tanpa menyisakan sedikitpun penyesalan di kemudian hari..

Hingga nantinya kita tidak akan mengatakan kalimat

If only I could turn back the time..

Pernikahan, Madrasah Kehidupan

22 Jun

Mendengar curhatan beberapa teman yang telah menikah, rasanya membuat pandangan saya sedikit terbuka. Tentang universitas kehidupan yang luar biasa ini. Yang saya jalani hampir 5 bulan lamanya, bersama seorang pria dengan karakter yang luar biasa asing bagi saya. Karakter yang unik, dan seumur hidup baru saya temui hanya dari satu orang, suami saya.

Seorang teman mencoba membagi kisahnya dengan saya, “Jadi, dek, waktu saya nikah sama suami saya dulu, bayangan saya itu muluk-muluk. Menikah dengan ikhwan tarbiyah, amanahnya dulu segudang, sering memimpin rapat, jadi pembina beberapa halaqah, pikir saya bakalan menjadi istri pualing penak sejagad raya.” hm.. nampaknya kisah yang menarik. Saya pun mulai khusyuk mendengarkan. ” Tapi, beberapa hari di awal pernikahan, saya itu benar-benar merasa aneh. Suami saya ternyata tipe yang tidak bisa sama sekali mengungkapkan ‘sayang’. Bagi beberapa orang itu sepele, tapi tau sendiri, kan, wanita itu pengennya dimanja, diperhatikan,.. apalagi kalo sedang sensitif.. Beberapa waktu saya menangis terus tanpa dia ketahui… ” hmm.. Seketika saya ingat suami saya, dan merasa betapa beruntungnya saya..

Kemudian teman saya melanjutkan “Tapi, pada akhirnya saya sadar, saya sedang mengharapkan sesuatu yang sia-sia. Bukankah hakikat tarbiyah adalah memberi? lagipula, saya tidak sedang menikah dengan malaikat. Dan barangkali Allah memang ingin saya mencintainya dari sisi yang lain”

“Dan ternyata benar dek, suami saya adalah orang yang tidak pernah mempersoalkan kesalahan saya. Justru dia mengingatkan saya dengan cara yang saya paling bisa terima. Ternyata beliau orang yang paling mengerti saya.. Meski proses memahami itu juga sempat meremukkan hati, tapi sekarang saya begitu mencintainya, dengan segala kekurangan beliau..” Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: