Tag Archives: Ibu

Seminar Parenting : Kemana Tujuan Pengasuhan Kita? by @mratuliu

17 Apr
  1. Udah mulaaaaaai #SeminarParenting nyaaa!!! Bu Elly teteeeep yah dengan semangatnyaaa!! \(•ˆ⌣ˆ•)/
  2. Bu Elly mengucapkan terima kasih kpd peserta seminar, msh muda udh belajar parenting. Krn beliau sendiri mulai belajar saat anaknya udh SMP.
  3. Padahal kalo skrg aja pas anak2 msh balita trus kita udah bingung sama anak2, apalagi saat anak2 mulai remaja? Wakwaw! :p #LiveTweet
  4. Di usia 40an ortu mulai mngalami prubahan hormon, biasanya punya anak remaja yg juga lagi seru2nya. Gapunya ilmu? Bs bentrok deh. #LiveTweet
  5. Ortu suka komplen: Ih sebel anakku nakal, gabisa diem, suka ngelawan. Kalo bisa milih, pgn punya yg anteng n nurut aja deh! #LiveTweet
  6. Idih kl anak bs milih ortu jg dia pengen punya ortu pangeran william kali, nggak milih kita juga bu… Bu Elly lucu ih! Hihihi. #LiveTweet
  7. Kita dititipin anak sempurna dari Allah, jgn dipulangin dgn kondisi bonyok jiwanya yaaaa… #DHUAAAR!! #LiveTweet
  8. Kenapa ortu suka emosian sama anak? Salah satunya overload sama urusan dirumah dan ga istirahat hati u/ merawat emosi. #LiveTweet
  9. Kalo ortu capek, stop sama anak2. Titip anak ke pasangan/ org lain. Istirahatkan hati. Kembali ke anak2 saat emosi sudah sehat. #LiveTweet Baca lebih lanjut

A Lesson from Memories

16 Jan

Ternyata perlu juga sering-sering membuka album foto saat anak kita baru lahir, dan di usia masih terhitung bulanan. Bahkan mungkin saat sang anak masih ada dalam kandungan. Memperhatikannya dan membandingkannya dengan sekarang.

Subhanallah, ternyata waktu telah memberikan jejak padanya.

Salah satu dokumentasi saya, video saat Haniya 4 bulan

Salah satu dokumentasi saya, video saat Haniya 4 bulan. Kaget, ternyata Haniya pernah selucu ini ^_^

Itu yang saya rasakan saat membuka kembali file-file video dan foto Haniya kala masih usia 4 bulan, sebulan, 21 hari, bahkan saat masih dalam rahim saya yang membuat perut saya terlihat sangat besar.

Hahaha.. wow, ternyata perut saya pernah sebesar itu. Bandingkan sekarang saya yang sudah kurus lagi seperti saat masih gadis. :mrgreen:

Waktu yang benar-benar tidak bisa diberhentikan walau sedetik pun. Waktu yang telah merubahnya dari bayi yang sungguh tidak berdaya, hingga menjadi gadis kecil yang lugu, dan menggemaskan. Oh.. my little girl grows up so fast.. hiks.. Baca lebih lanjut

My Baby Becomes a Toddler!

24 Okt

Usia Haniya sudah satu tahun lebih 3 minggu. Alhamdulillah.

Artinya sudah bertransisi dari ‘baby’ menjadi ‘toddler’. Makin hari kejutan-kejutan yang kami hadapi makin asyik. Mulai dari meniru kata-kata yang saya ucap, bisa merespon pertanyaan dengan menggeleng dan mengangguk, berkomentar terhadap acara TV dengan bahasanya, meniru gerakan-gerakan yang saya ajarkan.

Masya Allah.. Ajaib.

Sejauh ini alhamdulillah Haniya termasuk anak yang mudah makannya. Apa saja mau. Dan lebih menyukai masakan yang masaknya tidak ribet. Ini yang saya suka :mrgreen: .

Nampak lebih dewasa 🙂

Baca lebih lanjut

Lahiran Normal, apa Caesar??

4 Okt

Kalau ada teman, sodara, atau kerabat yang melahirkan, orang pasti bertanya : Lahirnya normal apa operasi, mbak?

Jujur, saya pun salah satu yang sering ingin tahu. Apakah secara tidak sadar orang akan mengkotak-kotakkan golongan ‘normal’ dan ‘tidak normal’, saya kurang tahu. Yang pasti, saya iri mendengar mereka yang bisa melahirkan dengan proses normal.

“Hebat! tangguh! bukan wanita biasa!” pikir saya. Bagaimana tidak? dia bisa menahan sakit ‘yang katanya’ luar biasa itu berjam-jam, bahkan berhari-hari. Dia bisa merasakan buah hati yang dia kandung 9 bulan keluar langsung dari rahimnya , bahkan melihat si bayi masih merah, masih membawa sisa-sisa dari isi rahimnya yang masih melekat. Mendengar tangisannya pertama kali. Uh.. Iri..

Kadang pun saya berpikir, apakah kata ‘melahirkan’ juga berlaku untuk mereka yang menempuh cara operasi? Apa saya bisa disebut sudah ‘susah payah’ melahirkan Haniya? Apa pahalanya sama?  Baca lebih lanjut

Be A Wise Mother : Bintik merah pada bayi setelah demam?

30 Sep

Berkali-kali saya menemukan cerita dari para Ibu yang mengeluhkan bayinya muncul bintik merah di tubuhnya pasca demam. Dan tidak hanya sekali dua kali juga yang akhirnya si Ibu panik, ke Dokter, dan oleh dokter diberi obat macam-macam.

Ada yang diagnosa campak, dikasihlah obat campak dan antibiotik.

Ada yang ke dokternya ketika masih demam, lalu diberi anti biotik, setelah minum anti biotik, demam si anak turun. Tapi muncul bintik-bintik merah. Oleh dokter dibilang alergi anti biotik, dan dikasihlah resep alergi.

Mendengar yang seperti itu, saya benar-benar kasihan. Bayi yang usianya belum juga satu tahun harus minum obat kimia bermacam-macam. Dan yang parah lagi, bisa jadi obat itu sama sekali tidak dibutuhkan sang bayi.

Belajar dari pengalaman saya beberapa bulan yang lalu, Haniya demam secara tiba-tiba. Siangnya Haniya masih sangat ceria. Makan dan bermain seperti biasanya. Tapi sore setelah saya mandikan, tiba-tiba badan Haniya panas. Saya cek setiap beberapa menit nampaknya demamnya semakin naik. Hingga akhirnya saya lihat Haniya memang mulai merasa tidak nyaman. Baca lebih lanjut

Mengenang Ramadhan Kemarin

15 Jul

Malam itu sepajang yang saya lihat adalah lautan manusia. Mereka mondar mandir tak tentu arah. Crowded, sumpek. Tapi hati saya benar-benar takjub, bahagia.

Bangunan megah itu kini di depan saya. Bangunan yang sebelumnya hanya saya lihat di gambar, televisi, atau buku oleh-oleh dari suami waktu mudik ke Indonesia.
Segera saya SMS orang rumah. Singkat, karena saya bingung apalagi yang harus saya sampaikan. “Masjidil Haram!”
Subhanallah. Rasanya itu kayak.. bisa lihat masjidil Haram secara langsung. :mrgreen:
Sempat berpikir : “Is it real? am I dreaming?”
Bagaimana tidak? Baca lebih lanjut

Anakku, Jadilah seperti cahaya..

4 Jul

Mother and dauhgter
(Camera Pocket 12MP ; Location : home)

Hidup ini singkat, sayang..
maka letakkan Allah di atas segalanya.

Dia yang memberi semua ini. Meski kau lahir lewat rahimku, tapi karenaNya lah kau ada..

Maka jangan kecewakan Dia,. Buatlah Dia senang dengan akhlakmu, dan takwamu..

Sayangku, Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: