Tag Archives: pesan

Skenario, Peran dan Cerita

25 Jul

Saya ingin bercerita tentang kisah beberapa wanita.

Yang pertama adalah Bu Im (nama samaran). Beliau berusia sekitar 36 tahun. Orangnya bersemangat, ceplas ceplos, dan apa adanya. Beliau telah menikah dan dikaruniai seorang putri. Usia putrinya 3 tahun, yang lahir setelah 10 tahun pernikahan. Bayangkan, menunggu selama itu. Subhanallah. Beliau dan suami menjalani bisnis yang cukup sukses.

Kedua, sebut saja Mbak Supirah (nama palsu). Beliau buruh pabrik. Wanita berusia 33 tahun, yang lugu dan polos. Belum menikah. Beberapa kali sudah mencoba untuk dijodohkan dengan ikhwan, tapi si Ikhwan selalu mundur dengan alasan tidak siap menerima Istri yang harus kerja shift-shift an, tanpa hari libur. Mbak Supirah sudah coba dibujuk untuk mencari mata pencaharian lain, karena rejeki Allah bisa dari berbagai cara. Dan tentu saja, supaya tidak ada lagi penghalang baginya untuk mendapat jodoh. Tapi beliau tidak mau, karena masih harus membiayai orang tua, dan adiknya yang sudah dewasa, tapi hanya mengandalkannya.

Yang ketiga, Baca lebih lanjut

Sekedar Puasa?

10 Agu

Apa yang anda lakukan jika mendapati sebuah toko mengadakan diskon besar-besaran? Obral berlipat lebih murah dari harga semula? anda pasti akan menyerbunya, bukan?

Itulah perumpamaan bulan Ramadhan. Yang biasanya ibadah bernilai 10 derajat pahala, dilipatkan menjadi 10 kali lipat (artinya sekali ibadah di bulan ini, sama dengan 10 kali ibadah yang sama di bulan lain).

Hmm.. menggiurkan! apalagi iming-iming DoorPrize Lailatul Qadar, yang jika kita mendapatkannya, pahalanya sama dengan ibadah 1000 bulan!! berapa tahun itu? 1000 dibagi 12 = 83 tahun!! , hanya dengan satu malam, euy.. subhanallah.. Siapa yang tidak kepengen, ya?

Saya sejenak berpikir, kalau Ramadhan adalah bulan untuk melipatkan pahala, kenapa Allah tidak menyediakan juga bulan melipatkan dosa? maka saya pun menyadari, Allah Maha Pengasih. Kasih sayang dan CintaNya tidak akan habis, meski seluruh makhluk memintanya. Sungguh, ini adalah salah satu bukti cinta Allah pada manusia.

Maka sia-sia sekali manusia yang tidak mengetahui ini.

Ramadhan hakikatnya bukan hanya sekedar berlapar-lapar dahaga. There are more wonderful things that only can be realized by a thinking people. Hanya orang-orang yang berpikir yang menyadarinya. Bahwa Ramadhan bukan menahan haus dan lapar, kawan!!

Merasa banyak dosa? minta ampunlah!!

Merasa banyak harapan dan cita-cita? berdoalah!!

Merasa kurang beruntung? Berpuasalah!! dan rasakan penderitaan orang-orang yang tidak lebih beruntung darimu!

Merasa sendirian? Sholat berjama’ahlah di masjid, rasakan betapa banyak saudaramu!!

Merasa miskin? bersedekahlah..!!

Di bulan ini Allah akan memberimu LEBIH!

Sebab yang sedang memberi janji padamu bukan seorang caleg yang butuh dukungan, atau capres yang ingin berkuasa. Tapi Allah, yang Maha Memiliki Segalanya, yang janjiNya adalah keniscayaan.

Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosa yang sebelumnya.(HR. Ahmad dan Baihaqi)

Jadi, tetap ingin hanya ‘Sekedar Puasa’?

*Ditulis di tengah malam menjelang 1 Ramadhan 1431 H

Kepada para wanita…

26 Jun


kartun akhwat

The beautiful girl with hijab

Khusus untuk renungan dan pengingatan semua akhwat, wanita, perempuan semuanya, Semoga Allah meletakkan secercah hidayahNya ke dalam hati kita….

Hawa… Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar islam, kita dizalimi, hak kita dirampas, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau sedikit oleh kaum adam, sama sekali tidak bernilai.. kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka.

Tapi kini sejak rahmat Islam menyelubungi alam, saat sinar Islam berkembang, derajat kita diangkat,kehormatan kita terpelihara, kita dihargai dan di pandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita solehah..

Wahai Hawa… Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

Wahai Hawa.. Tangan yang menggoncang buaian bisa mengoncang dunia, sedarlah hawa kau bisa mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang soleh solehah, kau bisa mengalahkan dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan islam di mata dunia.

Tapi hawa… jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu,dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu.
Jangan Hawa, jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu.
Jangan sesekali mengoda lelaki yang bukan suamimu, karena aku kuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah. Sebab memberi kegembiraan pada syaitan karena wanita adalah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan Adam.

Hawa,.. Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang solehah buat kedua ibubapakmu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan ad-din Allah.

Hawa,.. Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan mengadaikan kehormatanmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya.
Jangan memulai pertemuan yang tidak bermanfaat dengan lelaki yang bukan muhrim karena aku kawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan.. takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa, lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang baik tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengoncang iman mereka. Tetapi hawa, lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya, dan ad-dinnya. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya.

Oleh karena itu Hawa, jagalah pandanganmu,
jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu.

Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibubapakmu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta kakak adik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa, Cintailah Allah dikala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah. Cintailah kedua ibubapakmu karena kau akan mendapatkan keridhaan Allah. Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: