Tag Archives: religi

Untuk sebuah kebersamaan

25 Jan

Keimanan benar-benar telah mengikat hati para hamba Allah dalam kasih sayang yang menggetarkan. Saya memang salah satu pengagum berat pada yang namanya ukhuwah, kebersamaan. Dan saya paling menghindari kesendirian. Sendiri itu menyakitkan. Walaupun kadang ada ruang dimana kita butuh sendiri, dan menyepi, memikirkan diri sendiri.

Dalam buku Salim A Fillah ‘Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim’ yang saya baca di Bab Kebersamaan, ada beberapa makna kebersamaan : Bersaudara, dan Berjuang.

Bersaudara.. secara otomatis orang akan melakukan apapun untuk saudaranya. Bersedia membantu, mendengarkan, memberi nasehat, memberi sekedar senyum saat bertemu saudaranya. Kalau saya sering mengistilahkan ‘menghancurkan tembok-tembok besar yang menghalangi’. Itulah saudara. Saat sudah tidak ada sekat, sudah saling memahami, sudah bisa membantu tanpa diminta..

Coba tengok hadits ini

“Allah ’Azza wa Jalla Berfirman, “Mereka yang saling mencintai karena keagunganKu mempunyai mimbar-mimbar dari cahaya yang diinginkan oleh para Nabi dan para Syuhada” (HR At Tirmidzi dari Mu’adz ibn Jabal)

Subhanallah.. siapa yang tidak pengin?? Mimbar-mimbar dari cahaya…

Saya baru saja memberi sedikit petuah kepada saudari saya

“ukhti, anti mungkin bisa risau dengan hasil akademis yang anti capai, tapi cobalah untuk tidak berlarut-larut. Karena mungkin sebentar lagi anti akan terjebak dengan egoisme pribadi. Segeralah anti bersama dengan saudara anti, dan bantulah mereka sebisa mungkin, bermanfaatlah bagi mereka. Maka anti akan segera bangkit… Buat apa jadi orang hebat kalau tidak bermanfaat bagi orang lain?” (tausiyah ini memang hasil perenungan saya beberapa kali. Dan cukup manjur). Jika setiap orang berusaha bermanfaat bagi orang lain, maka siapa yang akan merasa kekurangan?

Baca lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: